BACAAJA, SEMARANG- Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yasserli, menyapa para fresh graduate yang sedang magang di PT Rasa Kreasi Karya, industri kreatif Semarang. Momen itu terjadi saat dia masuk ke area pameran lukisan di Tan Art Space di Jalan Papandayan, Semarang, Selasa (31/3/2026).
Begitu masuk, dia langsung keliling lihat karya. Sambil jalan, dia ngobrol santai dengan peserta magang yang lagi terlibat dalam pameran. Menurut Yasserli, program magang ini bukan sekadar numpang lewat. Ini adalah pelatihan terstruktur buat fresh graduate biar siap masuk dunia kerja.
Baca juga: Menaker: UMP 2026 Wajib Kelar Sebelum Malam Natal
Programnya dirancang selama enam bulan. Peserta dapat pengalaman langsung di lapangan, didampingi mentor, dan wajib mengisi logbook harian. Selain itu, peserta juga dapat uang saku. Besarannya disesuaikan, bahkan bisa setara UMK, termasuk saat ini di Semarang yang sekitar Rp3,7 juta per bulan.
Skema ini diharapkan bisa bantu penyerapan tenaga kerja. Fresh graduate gak cuma nunggu lowongan, tapi sudah punya bekal pengalaman kerja. “Saya hadir unt memastikan bahwa program magang berjalan sesuai yang kita harapkan,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Belajar Bisnis
Di lokasi, Menaker juga sempat ngobrol dengan Firdaus, lulusan Polines jurusan manajemen pemasaran. Dia cerita, ilmunya langsung kepakai. “Alhamdulillah sudah berhasil jual satu karya lukisan,” katanya.
Ada juga Nike dari Unnes jurusan DKV. Selama ini dia fokus melukis, tapi lewat magang ini dia ikut belajar sisi bisnis. “Sebelumnya fokus seni rupa, sekarang belajar pemasaran juga,” ujarnya.
Baca juga: Baru Launching, Lapor Menaker Langsung Diserbu Aduan!
Yasserli menegaskan, magang harus dijalani serius. Gak ada istilah magang dari rumah, karena proses belajar utamanya ada di lapangan. Dia pun melihat industri kreatif punya potensi besar. Selain jadi ruang belajar, sektor ini juga bisa membuka peluang kerja baru bagi anak muda.
Jadi, kalau masih mikir magang itu cuma “absen doang biar lulus”, mungkin sudah waktunya update mindset. Di dunia kerja sekarang, yang dicari bukan sekadar ijazah, tapi siapa yang sudah pernah “nyemplung” lebih dulu. (bae)


