BACAAJA, SEMARANG- Ketua DPRD Jateng, Sumanto mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memanfaatkan momentum Idul Fitri untuk meningkatkan penjualan.
Menurut Sumanto, periode Ramadan hingga setelah Lebaran biasanya menjadi masa ketika aktivitas ekonomi masyarakat meningkat cukup signifikan. Hal ini membuka peluang besar bagi pelaku usaha untuk menawarkan berbagai produk kepada konsumen.
“Momentum hari raya keagamaan seperti Idulfitri selalu membawa peningkatan aktivitas ekonomi di masyarakat. Ini menjadi peluang yang sangat baik bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan penjualan dengan menghadirkan produk yang menarik dan berkualitas,” ujarnya di Semarang, Minggu, (15/3/2026).
Politikus dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu menyebut berbagai produk yang biasanya laris menjelang Lebaran, mulai dari makanan khas hari raya, kue kering, pakaian, hingga kebutuhan lain yang banyak dicari masyarakat.
Baca juga: 60 UMKM Siap Buka Lapak Takjil di Wisma Perdamaian
Selain meningkatkan produksi, ia juga meminta pelaku UMKM lebih kreatif dalam strategi pemasaran, termasuk memanfaatkan platform digital dan media sosial untuk menjangkau konsumen lebih luas.
Menurutnya, pemasaran online bisa menjadi cara efektif untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal. Inovasi pada kemasan produk juga dinilai penting agar produk lebih menarik bagi pembeli.
“Pelaku UMKM perlu terus berinovasi, baik dari sisi produk maupun kemasan. Dengan tampilan yang menarik dan kualitas yang baik, produk UMKM memiliki peluang besar diminati masyarakat,” katanya.
Daya Saing
Sumanto juga menilai masih ada sejumlah tantangan yang dihadapi pelaku UMKM. Salah satunya adalah daya saing produk yang belum maksimal di pasar.
Ia menjelaskan beberapa faktor yang sering menjadi kendala, seperti jangkauan pemasaran yang terbatas karena masih mengandalkan penjualan offline, kurangnya informasi pasar, jaringan usaha yang terbatas, hingga kualitas produk yang belum stabil.
Selain itu, masalah lain yang sering muncul adalah standarisasi produk yang belum maksimal, keterbatasan sumber daya manusia, hingga keterbatasan modal usaha. Karena itu, ia mendorong pelaku UMKM menciptakan produk yang unik agar lebih mudah menarik perhatian konsumen.
“Produk UMKM harus punya keunikan agar terus dicari konsumen. Keunikan itu juga bisa meningkatkan nilai jual sehingga produk bisa dipasarkan dengan harga lebih baik,” ujarnya.
Baca juga: UMKM Jateng Unjuk Gigi di Inacraft 2025, Nawal Yasin: Saatnya Naik Kelas!
Ia juga mengingatkan para pelaku usaha untuk peka terhadap tren di masyarakat. Menurutnya, peluang keuntungan sering muncul dari kemampuan membaca kebutuhan pasar yang sedang berkembang.
Setiap Lebaran selalu ada dua hal yang naik drastis: harga kebutuhan pokok dan semangat belanja masyarakat. Bagi UMKM, ini sebenarnya musim panen. Tinggal satu yang sering jadi tantangan, apakah pelaku usaha siap ikut “jualan kreatif”, atau justru kalah cepat dengan promo diskon di marketplace. (tebe)


