Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: KPK Sebut Banyak Celah Korupsi di BPJS
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

KPK Sebut Banyak Celah Korupsi di BPJS

Lembaga antirasuah itu memetakan berbagai potensi penyimpangan yang bisa terjadi dalam pengelolaan program jaminan sosial ketenagakerjaan, mulai dari proses pendaftaran peserta hingga pencairan klaim.

Nugroho P.
Last updated: Juni 24, 2026 11:22 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
ilustrasi BPJS Keteenagakerjaan.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Program BPJS Ketenagakerjaan yang selama ini menjadi salah satu pelindung pekerja ternyata masih menyimpan sejumlah titik rawan yang berpotensi dimanfaatkan untuk praktik korupsi. Temuan ini menjadi perhatian serius Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Lembaga antirasuah itu memetakan berbagai potensi penyimpangan yang bisa terjadi dalam pengelolaan program jaminan sosial ketenagakerjaan, mulai dari proses pendaftaran peserta hingga pencairan klaim.

Pemetaan tersebut menjadi dasar lahirnya rencana aksi bersama antara KPK, Kementerian Ketenagakerjaan, dan BPJS Ketenagakerjaan untuk memperkuat tata kelola program.

Kesepakatan itu ditandai melalui penandatanganan rencana aksi perbaikan yang berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Aminudin menegaskan bahwa upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya berhenti pada penandatanganan dokumen atau kesepakatan formal.

Menurutnya, langkah yang lebih penting adalah memastikan seluruh rekomendasi benar-benar diterapkan dalam sistem kerja sehari-hari.

Aminudin menilai keberhasilan pemberantasan korupsi bukan hanya soal banyaknya kasus yang ditangani, tetapi juga kemampuan membangun sistem yang mampu menutup peluang penyimpangan sejak awal.

Dari hasil kajian yang dilakukan sepanjang tahun 2025, KPK menemukan sejumlah area yang perlu mendapat perhatian khusus.

Salah satunya adalah proses pendaftaran kepesertaan yang dinilai masih memiliki ruang untuk manipulasi data maupun penyalahgunaan status peserta.

Selain itu, pengelolaan data peserta juga menjadi salah satu titik yang dianggap rentan jika tidak didukung sistem verifikasi yang kuat.

Proses pengajuan dan pembayaran klaim turut masuk dalam daftar area yang perlu diperbaiki.

KPK menilai semakin luas cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, semakin besar pula kebutuhan terhadap sistem pengawasan yang ketat.

Hal itu menjadi penting karena pemerintah menargetkan jumlah peserta terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

Direktur Monitoring KPK Aida Ratna Zulaiha menjelaskan bahwa kajian yang dilakukan menemukan kerawanan baik dari sisi regulasi maupun operasional.

Pada aspek regulasi, KPK menyoroti sejumlah aturan yang dinilai masih membuka ruang interpretasi berbeda di lapangan.

Salah satunya terkait klasifikasi peserta penerima upah dan bukan penerima upah yang dinilai belum sepenuhnya jelas.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan celah moral hazard dalam pelaksanaan program.

Tak hanya itu, pengawasan terhadap kepatuhan peserta maupun perusahaan juga dinilai masih perlu diperkuat.

KPK juga menaruh perhatian pada sektor jasa konstruksi yang memiliki karakteristik risiko berbeda dibanding sektor lainnya.

Menurut hasil kajian, pengaturan iuran di sektor tersebut belum sepenuhnya mempertimbangkan tingkat risiko pekerjaan yang dihadapi para pekerja.

Sementara dari sisi operasional, KPK menemukan potensi kecurangan dalam proses pendaftaran peserta oleh badan usaha maupun tenaga kerja.

Celah tersebut dikhawatirkan bisa dimanfaatkan untuk mengubah atau memanipulasi status kepesertaan demi memperoleh keuntungan tertentu.

Mekanisme kepesertaan pada proyek jasa konstruksi juga masuk dalam daftar perhatian khusus.

Selain itu, pembayaran manfaat Jaminan Kematian dan Jaminan Kecelakaan Kerja dinilai memerlukan proses verifikasi yang semakin ketat.

Tanpa pengawasan yang memadai, proses tersebut berisiko disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Karena itu, KPK mendorong penguatan sistem pengendalian internal di lingkungan BPJS Ketenagakerjaan.

Lembaga antirasuah tersebut merekomendasikan penerapan sistem pengawasan berlapis atau three lines of defence agar setiap proses dapat diawasi secara berjenjang.

Mulai dari pengawasan di unit operasional, fungsi kepatuhan internal, hingga audit independen yang dilakukan secara berkala.

KPK juga meminta penerapan prinsip Know Your Customer atau KYC berbasis risiko diperkuat dalam proses pendaftaran peserta dan pembayaran klaim.

Langkah tersebut dianggap penting untuk mendeteksi anomali sejak awal sehingga potensi penyimpangan bisa dicegah sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Selain pengawasan, kualitas basis data juga menjadi perhatian utama.

Data yang akurat dan terintegrasi dinilai menjadi fondasi penting untuk memastikan proses verifikasi berjalan efektif.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat menyatakan seluruh masukan dan rekomendasi dari KPK akan menjadi bahan evaluasi sekaligus percepatan perbaikan sistem.

Menurutnya, berbagai catatan yang disampaikan KPK memberikan gambaran jelas mengenai area yang perlu dibenahi.

BPJS Ketenagakerjaan pun berkomitmen memperkuat tata kelola agar manfaat perlindungan sosial benar-benar diterima peserta yang berhak.

Dengan semakin besarnya target kepesertaan nasional, penguatan sistem dinilai menjadi kunci agar program jaminan sosial dapat berjalan bersih, transparan, dan tepat sasaran. (*)

You Might Also Like

Abah Khan Kiai Cabul Semarang Diseret ke Pengadilan, Sidang Digelar Tertutup

Menakar Nasib Wakil Bupati Pidie Jaya Usai Pukul Bos MBG

Cemburu Buta Berujung Tragis, Pria Dibakar Pasutri di Madura

Modal Haram, Mimpi Tumbang: Duit Jalan, Kursi Bupati Nggak Nyampe

ASN Jateng Asal Kasih Izin Tambang, Negara Boncos

TAGGED:bpjsbpjs ketenagakerjaankorupsiKPK
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Gaji Guru Rp5 Juta Mengemuka, DPR Buka Harapan
Next Article Gandeng P4S Joyo Tentrem, UNS Sulap Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Nrimo Ing Pandum, Jalan Jawa Menuju Hati Tenang

Wayang Jadi Jurus Dakwah Sunan Kalijaga

Warga Takut Kasus Geotermal Dieng Terulang di Gunung Ungaran

CEK KESEHATAN RUTIN - PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah mendorong seluruh personel untuk mengenali kondisi tubuh melalui pelaksanaan Daily Health Checking. Pemeriksaan rutin kesehatan ini dilakukan bagi personel sebelum memulai aktivitas kerja.

PLN Icon Plus Dorong Penerapan Budaya HSSE melalui Daily Health Checking

AKSI DI GUBERNURAN--Warga yang melakukan aksi jalan kaki dari Gedong Songo membaur dengan massa aksi Jateng Guyub di depan Gubernuran, Semarang, Kamis (24/9/2026). (bae)

Jalan Kaki dari Gedong Songo, Warga Suarakan Penolakan Geotermal di Gubernuran

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

TERDAKWA KORUPSI--Bupati Pati nonaktif, Sudewo, dikawal relawannya saat keluar dari ruang sidang Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (22/6/2206). (bae)
Hukum

Kuasa Hukum Bupati Sudewo Minta Hakim Batalkan Dakwaan Rp6,3 Miliar

Juni 23, 2026
UANGKAP KASUS--Jajaran Polda Jateng merilis pengungkapan kasus alih fungsi lahan sawah jadi tambak udang, Rabu (10/6/2026). (ist)
Hukum

Sulap Sawah Jadi Tambak, Pengusaha Batang Jadi Tersangka

Juni 10, 2026
Ilustrasi BPJS Kesehatan.
Info

Mulai April Ada Daftar Baru, BPJS Nggak Tanggung Semua Lagi

April 1, 2026
Sidang kasus korupsi Plaza Klaten digelar di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (28/1/2026). (bae)
Hukum

Terdakwa Korupsi Plaza Klaten Ngaku Setor Rp1 Miliar untuk Urus Kasus di Kejaksaan

Januari 28, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: KPK Sebut Banyak Celah Korupsi di BPJS
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?