BACAAJA, SEMARANG– Pemkot Semarang menegaskan pengelolaan sampah bukan cuma urusan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Untuk mewujudkan program Semarang Bersih, kerja bareng lintas organisasi perangkat daerah (OPD) jadi kunci.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, kolaborasi antarlembaga terus dikuatkan agar persoalan sampah bisa ditangani lebih cepat dan merata. Salah satu contoh datang dari Kecamatan Semarang Tengah yang punya jurus sendiri: Tim Oren. Tim ini jadi andalan buat membereskan sampah liar yang sering nongol di tepi jalan protokol.
Baca juga: Sampah Numpuk? Pemkot Langsung Gercep
Camat Semarang Tengah, Aniceto Magno Da Silva atau akrab disapa Moy bercerita, Tim Oren dibentuk sejak empat tahun lalu berangkat dari rasa prihatin. Pas baru menjabat, ia mendapati banyak sampah dibuang sembarangan di jalur utama kota.
“Waktu saya masuk Semarang Tengah, sampah di jalan protokol masih banyak. Jadi kita nggak cuma nunggu DLH. Kita bantu, kita inisiatif,” kata Moy. Dalam praktiknya, Moy menggandeng kelurahan dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) untuk terlibat langsung sebagai relawan Tim Oren.
Jam Kerja
“Mereka ambil sampah di jalan protokol dan jalan kampung yang nggak terjangkau DLH. Setelah itu dibuang ke TPS, baru diangkut DLH ke TPA,” jelasnya. Saat ini, Tim Oren Semarang Tengah beranggotakan 32 orang dari 15 kelurahan. Jam kerjanya pun bikin geleng-geleng: mulai bergerak sejak pukul 04.00 WIB. Bukan cuma pungut sampah, mereka juga motong rumput liar dan bersihin saluran air.
Baca juga: Warga Mangunsari Ubah Sampah Jadi Tabungan
“Mereka sudah keliling dari jam 4 pagi. Potong rumput di Jalan Pemuda, Gajahmada, sampai Simpang Lima,” ujar Moy. Nggak berhenti di situ, Tim Oren juga terbuka membantu warga. Kalau ada sampah nyangkut di selokan atau rumput liar keburu tinggi, warga bisa langsung menghubungi tim ini. “Warga tinggal kontak kami, nanti Tim Oren yang bantu,” katanya.
Kalau sampah masih numpuk, mungkin bukan karena kurang armada, tapi karena belum semua mau ikut turun tangan. Di Semarang Tengah, orennya sudah gerak subuh-subuh. Masa yang lain masih pura-pura nggak lihat? (tebe)


