Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bangun Perumahan Hijau, Pemprov Gandeng Swasta
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Sirkular

Bangun Perumahan Hijau, Pemprov Gandeng Swasta

Urusan rumah sekarang nggak cuma soal tembok dan atap. Pemprov Jateng lagi serius ngajak sektor perumahan naik level: lebih hijau, lebih rapi, dan lebih ramah lingkungan. Kolaborasi pun jadi kunci, biar konsep green economy nggak cuma jadi jargon seminar.

T. Budianto
Last updated: Januari 13, 2026 2:15 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
GROUNDBREAKING: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi melakukan bersama pengembang foto bersama usai melakukan groundbreaking pembangunan Perumahan Grandia Metropolis di kawasan Ngaliyan, Semarang, Selasa (13/1/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

SEMARANG, BACAAJA– Pemprov Jateng mulai ngebut memperkuat ekosistem perumahan hijau. Caranya? Gandeng BUMD dan pengembang swasta. Targetnya jelas: green economy bukan sekadar wacana, tapi nyata dari rumah ke rumah.

Kolaborasi ini diwujudkan lewat pengembangan kluster Sakalint Green Residential di kawasan Perumahan Grandia Metropolis, Ngaliyan, Kota Semarang. Proyek ini merupakan hasil kerja bareng BUMD PT Jateng Petro Energy (JPEN) dengan pengembang The Grandia Group, serta didukung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Jateng.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, sektor perumahan punya peran krusial dalam transisi hijau Jawa Tengah. Hal itu disampaikannya saat peletakan batu pertama kluster Sakalint, Selasa (13/1/2026). “Jawa Tengah ke depan harus menuju green economy. Dan perumahan itu pintu masuk paling efektif, karena dimulai dari rumah, dari lingkungan permukiman,” ujar Luthfi.

Menurutnya, perumahan bukan cuma soal tempat tinggal, tapi juga titik awal perubahan perilaku masyarakat, mulai dari pengelolaan sampah hingga pemanfaatan energi terbarukan. Tantangannya pun nggak kecil. Kebutuhan hunian di Jawa Tengah masih tembus sekitar 1.372.000 unit. Angka ini, kata Luthfi, justru jadi peluang besar bagi pengembang untuk berinvestasi sekaligus berinovasi.

“Kebutuhan rumah kita besar. Tapi yang kita dorong bukan sekadar jumlah, melainkan kualitas. Hunian harus layak, sehat, berkelanjutan, dan ramah lingkungan,” katanya. Ia juga menyinggung persoalan sampah yang masih jadi PR besar Pemprov Jateng hingga 2029. Meski pengolahan regional seperti RDF terus didorong, Luthfi menilai kunci utama tetap ada di hulu.

Sangat Relevan

“Kalau pengelolaan sampah dimulai dari rumah, hasilnya jauh lebih efektif. Maka konsep perumahan hijau seperti ini jadi sangat relevan,” ucapnya. Luthfi menyebut kolaborasi BUMD dan swasta ini sebagai contoh nyata sinergi pembangunan daerah.

“Kami dukung penuh terobosan seperti ini. Supaya kebijakan energi dan lingkungan nggak berhenti di atas kertas, tapi benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya. Ia juga mendorong pemanfaatan energi terbarukan di kawasan hunian, mulai dari gas bumi hingga panel surya. Apalagi, Jawa Tengah punya kapasitas industri panel surya yang besar, namun pemanfaatan lokalnya masih perlu digenjot.

Sementara itu, Direktur The Grandia Group, Aurelia Ines Megaputri, menjelaskan bahwa konsep green living di Sakalint bukan sekadar gimmick desain. Infrastruktur kawasan juga disiapkan lebih ramah lingkungan dan aman.

“Di kawasan ini tidak ada kabel bergelantungan. Semua instalasi kami tanam di bawah tanah supaya lingkungan lebih rapi dan nyaman,” katanya. Kolaborasi dengan JPEN, lanjut Aurelia, menjadi bagian dari dukungan terhadap transisi energi di sektor perumahan.

“Kami ingin jadi pionir green residential, bukan cuma di Semarang atau Jawa Tengah, tapi juga di Indonesia. Dan  itu nggak mungkin tercapai tanpa dukungan pemerintah dan para mitra,” ujarnya. Kalau dulu rumah hijau identik sama cat tembok, sekarang maknanya naik kelas: urus sampah, energi, sampai kabel pun ikut disembunyikan. Tinggal satu PR, jangan sampai konsepnya hijau, tapi realisasinya cuma sekadar brosur. (tebe)

You Might Also Like

MBG ‘Ngerampok’ 70 Persen Anggaran Pendidikan, JPPI Siapkan Gugatan ke MK

Perlintasan Brumbung: Ramai Dilewati, Sepi Perlindungan

Bima Arya Sentil Bupati Pekalongan: Ngaku Tak Paham Hukum Kok Mau Jadi Kepala Daerah?

Mendesak, Normalisasi Sungai Plumbon

Diperiksa KPK di Polda Jatim, Khofifah Tegaskan Penyaluran Dana Hibah Sesuai Prosedur

TAGGED:grandia groupheadlinepemprov jatengperumahan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Awal Tahun Polda Jateng “Oper Gigi”, Enam Pejabat Utama Berganti
Next Article Penyedia jasa bersih-bersih rumah via aplikasi 'rewangono', Dwi Wulandari, punya segudang cerita. Dari Jasa Bersih-bersih Lewat Aplikasi, Mbak Dwi Punya Segudang Cerita

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sentra Bandeng Tambakrejo Naik Kelas, Agustina Soroti Jalan hingga Mesin Presto

Cegah Gangguan Penerbangan, Bandara Ahmad Yani Sisir Area Runway

PIAGAM PENGHARGAAN: Kolase foto piagam penghargaan Kantor Advokat da. Kurator LDN Ernst yang diberikan Hukumonline dalam ajang pemeringkatan Top 100 Indonesian Law Firm 2026. (ist)

LDN Ernst Raih Dua Penghargaan, Diakui Law Firm Terbaik di Jateng

FOOD FESTIVAL - Pembeli sedang memesan cahkwe di food festival kawasan Pecinan Semarang, Jumat (25/9/2026). (dul)

Berburu Kuliner di Heritage Food Festival Pecinan Semarang, Pengunjung Soroti Tenant Halal dan Nonhalal

Anak bungsu pasangan Soekarno-Fatmawati, Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra (Guruh Soekarnoputra).

Profil Guruh Soekarnoputra, Jejak Sosok Politikus Marhaenis cum Seniman

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

436,9 Ribu Pekerja di Jateng Sudah Kantongi BSU

Juli 18, 2025
Kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.
Hukum

Gerindra Terseret Pusaran Korupsi Rektorat Unsoed

Agustus 25, 2026
Wali Kota Solo Respati Ardi dampingi Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon serahkan SK Keraton Solo, Minggu (18/1/2026).
Daerah

Respati Dampingi Menbud Serahkan SK Keraton Solo, Babak Baru Penataan Kasunanan

Januari 18, 2026
Info

Agustina Pastikan Dana Rp25 Juta per RT Benar-Benar Dipakai Warga

Agustus 2, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bangun Perumahan Hijau, Pemprov Gandeng Swasta
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?