Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Kenapa Syawal Jadi Bulan Favorit Menikah?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Info

Kenapa Syawal Jadi Bulan Favorit Menikah?

Dalam riwayat yang cukup populer, disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW menikah di bulan Syawal. Hal ini jadi salah satu pijakan kenapa bulan ini dianggap baik untuk memulai rumah tangga. Bukan cuma soal waktu, tapi juga tentang meneladani perjalanan hidup Rasulullah.

Nugroho P.
Last updated: Maret 23, 2026 3:40 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
ilustrasi menikah di bulan Syawal.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Bulan Syawal sering banget dikaitkan dengan momen yang pas buat melangsungkan pernikahan, dan hal ini bukan cuma sekadar tren musiman. Banyak pasangan menjadikan bulan ini sebagai pilihan karena ada nilai sunnah yang dianggap membawa keberkahan. Nggak heran kalau setelah Lebaran, undangan nikah mulai bermunculan di mana-mana.

Di tengah masyarakat, keyakinan soal nikah di bulan Syawal sudah berkembang cukup lama. Bahkan, sebagian orang menjadikannya sebagai pertimbangan utama sebelum menentukan tanggal akad. Meski begitu, alasan ini bukan sekadar ikut-ikutan, tapi punya dasar dalam ajaran Islam.

Dalam riwayat yang cukup populer, disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW menikah di bulan Syawal. Hal ini jadi salah satu pijakan kenapa bulan ini dianggap baik untuk memulai rumah tangga. Bukan cuma soal waktu, tapi juga tentang meneladani perjalanan hidup Rasulullah.

Aisyah RA pernah menuturkan bahwa pernikahannya dengan Nabi berlangsung di bulan Syawal. Ia juga menyebut kehidupan rumah tangganya dimulai di bulan yang sama. Dari riwayat ini, banyak ulama menjadikannya sebagai dalil keutamaan menikah di bulan Syawal.

Selain Aisyah, ada juga kisah pernikahan Nabi dengan Ummu Salamah yang terjadi di bulan yang sama. Ini makin menguatkan bahwa Syawal bukan waktu yang dihindari, justru sebaliknya. Tradisi ini sekaligus mematahkan anggapan lama yang mengaitkan Syawal dengan kesialan.

Pada masa jahiliah, sempat ada kepercayaan bahwa menikah di bulan Syawal bisa membawa nasib buruk. Namun, ajaran Islam justru hadir untuk meluruskan pemahaman tersebut. Rasulullah secara langsung memberi contoh bahwa anggapan itu tidak benar.

Dalam Islam sendiri, menikah bukan sekadar urusan sosial, tapi juga bagian dari ibadah. Ada banyak ayat Al-Qur’an yang mendorong umat Islam untuk menikah sebagai jalan menjaga diri. Pernikahan juga dianggap sebagai langkah membangun kehidupan yang lebih terarah.

Salah satu ayat yang sering dijadikan rujukan adalah perintah menikahkan orang yang masih sendiri. Pesannya jelas, bahwa pernikahan adalah sesuatu yang dianjurkan dan dimudahkan. Bahkan, soal rezeki pun dijanjikan akan dicukupkan oleh Allah.

Selain itu, tujuan pernikahan juga dijelaskan sebagai jalan untuk mendapatkan ketenangan. Hubungan suami istri dibangun atas dasar cinta dan kasih sayang. Ini jadi fondasi penting dalam membangun keluarga yang harmonis.

Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa menikah adalah bagian dari sunnahnya. Siapa yang menjauhi sunnah ini dianggap tidak termasuk golongannya. Pesan ini menunjukkan betapa pentingnya pernikahan dalam Islam.

Karena itu, memilih waktu menikah di bulan Syawal sering dianggap sebagai bentuk mengikuti sunnah. Bukan berarti bulan lain tidak baik, tapi Syawal punya nilai historis yang kuat. Ini yang membuatnya terasa lebih spesial bagi sebagian orang.

Di sisi lain, fenomena nikah di bulan Syawal juga jadi momen kebahagiaan setelah suasana Lebaran. Keluarga besar masih berkumpul, sehingga suasana terasa lebih hangat dan meriah. Momentum ini sering dimanfaatkan untuk menggelar acara pernikahan.

Selain faktor religius, ada juga alasan praktis yang bikin Syawal diminati. Banyak orang sudah libur atau punya waktu lebih longgar setelah Ramadhan. Jadi, persiapan dan pelaksanaan pernikahan terasa lebih santai.

Meski begitu, yang terpenting dalam pernikahan tetaplah kesiapan pasangan itu sendiri. Waktu hanyalah salah satu faktor pendukung, bukan penentu utama. Nilai ibadah dalam pernikahan jauh lebih penting daripada sekadar memilih tanggal.

Menariknya, tren ini terus berlanjut dari tahun ke tahun. Bahkan, beberapa gedung pernikahan sering penuh di bulan Syawal. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi.

Bagi sebagian orang, menikah di bulan Syawal juga punya makna simbolis. Setelah sebulan penuh menjalani ibadah, mereka ingin memulai babak baru dalam hidup. Seolah menjadi langkah awal menuju kehidupan yang lebih baik.

Namun, para ulama juga mengingatkan agar tidak menganggap Syawal sebagai satu-satunya waktu terbaik. Semua bulan pada dasarnya baik untuk menikah. Yang penting adalah niat dan kesiapan dalam membangun rumah tangga.

Dengan memahami hal ini, masyarakat bisa lebih bijak dalam menyikapi tradisi. Tidak sekadar ikut tren, tapi juga memahami maknanya. Jadi, keputusan menikah tetap didasarkan pada kesiapan, bukan tekanan sosial.

Pada akhirnya, menikah di bulan Syawal memang punya nilai tersendiri. Ada unsur sunnah, sejarah, dan juga momentum kebahagiaan. Semua itu berpadu jadi alasan kenapa bulan ini selalu dinanti banyak pasangan.

Fenomena ini pun diperkirakan akan terus berlangsung di tahun-tahun mendatang. Selama nilai-nilai tersebut masih dijaga, Syawal akan tetap jadi bulan favorit untuk menikah. Bukan cuma soal waktu, tapi juga soal makna yang menyertainya. (*)

You Might Also Like

Guru SLB Yogya Diparkir, Kasusnya Kini Bergulir Serius

Sekda Jateng: Stop Ekspor Mentah, Saatnya Hilirisasi Demi Naik Kelas!

Perang Mental di Batakan

Ngaliyan Lagi Macet Parah, Perbaikan Jalan Bikin Laju Kendaraan Tersendat

Drama Nasi Dingin di Aceh: Emosi Wakil Bupati yang Berujung Tinju

TAGGED:menikahsyawaltren nikah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Niat Ingin Cepat Sampai, Malah Nyasar ke Hutan
Next Article Ilustrasi rel kereta api terendam banjir. (grafis/wahyu). Puncak Arus Balik Diprediksi Tanggal 24 Maret 2026

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Habis Lebaran Gas Olahraga? Santai Dulu Biar Nggak Drop

Arus Balik Bikin Badan Pegal, Ini Stretching Biar Enakan

Debut Ngeri Veda, Podium Moto3 Brasil Bikin Bangga

Yaqut di Luar Bisa Pengaruhi Saksi

Main Dekat Sumur, Bocah Kecil Tewas Saat Halalbihalal Keluarga

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi dari AI sejumlah anak jadi korban keracunan makanan.
Info

Siswa SMPN 1 Wedi Klaten Panik setelah Santap MBG, Banyak yang Tumbang Diduga Keracunan

Oktober 8, 2025
Ekonomi

Rawit Lagi “Pedas”, Pemprov Gelontor Tiga Ton ke 15 Daerah

Februari 25, 2026
Info

Khotbah Idulfitri, Prof Rozihan: “Takwa Level Tinggi Itu Dermawan”

Maret 20, 2026
Daerah

Empat Tahun Bertakhta, Mangkunegaran Pegang Teguh Budaya

Januari 27, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kenapa Syawal Jadi Bulan Favorit Menikah?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?