BACAAJA, SEMARANG- Tim taekwondo pelajar Jateng lagi-lagi bikin bangga. Di ajang Kejurnas Taekwondo Cadet dan Yunior 2026 yang digelar di Samarinda, Kalimantan Timur, mereka sukses finis di posisi kedua nasional.
Event yang digelar oleh Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB TI) di GOR Sempaja pada 23-26 April ini jadi panggung unjuk gigi bagi ratusan atlet muda dari seluruh Indonesia. Total ada 478 peserta dari 35 provinsi yang ikut bertarung di kelas cadet dan yunior.
Di tengah persaingan sengit, Jateng tampil konsisten dan tajam. Total mereka mengoleksi 9 medali emas, 6 perak, dan 4 perunggu. Nggak cuma itu, gelar the best player juga berhasil diamankan lewat penampilan Balqis Nur Afiaty di kelas Cadet Under 44 kg putri.
Baca juga: Tiga Taekwondoin Jateng Siap Adu Tendang di Kejuaraan Eropa dan Asia
Sementara itu, posisi puncak masih dikuasai Jabar dengan torehan 14 emas, disusul DKI Jakarta di posisi ketiga. Tuan rumah Kalimantan Timur harus puas di peringkat empat, meski turun dengan kekuatan penuh.
Ketua Bidang II Pembinaan Prestasi Taekwondo Indonesia Jateng, Derry Darmansyah mengaku bangga dengan capaian anak-anak asuhnya. Menurutnya, hasil ini jadi bukti kalau pembinaan atlet di Jateng berjalan di jalur yang tepat.
“Terima kasih untuk semua atlet yang sudah berjuang membawa nama Jateng. Ini bukan sekadar hasil, tapi juga bagian dari proses pembinaan jangka panjang,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Skuad Ramping
Menariknya, tim Jateng datang ke Samarinda dengan skuad yang relatif ramping, hanya 29 atlet pelajar. Tapi justru dari situ terlihat efisiensi sekaligus kualitas. Di bawah arahan Ketua TI Jateng Letjen TNI Dedy Suryadi, mereka tetap bisa bersaing dengan provinsi yang tampil full team.
Derry juga mengakui, sejak awal persaingan memang diprediksi bakal ketat, terutama dengan Jabar dan DKI Jakarta yang jadi langganan kuat di cabang ini. Ditambah lagi Kalimantan Timur sebagai tuan rumah yang tampil all out di semua kelas.
Meski sukses besar, tim Jateng nggak mau cepat puas. Head of Tim Kejurnas, Taufik Hidayat, menegaskan evaluasi tetap jadi agenda utama. “Kami akan terus melakukan pembinaan dan upgrade kemampuan atlet. Ini bagian dari persiapan jangka panjang, termasuk untuk level internasional,” jelasnya.
Baca juga: Jateng Nggak Kaleng-Kaleng: 43 Medali Dibawa Pulang dari Thailand
Lebih jauh, pembinaan sejak level cadet disebut jadi kunci regenerasi atlet ke depan. Data para atlet pun sudah masuk dalam database Pengprov untuk dipantau dan dibina secara berkelanjutan di daerah masing-masing.
Nama-nama atlet seperti Balqis NU, Jesica Putri, Audrey Davin, hingga Tiurma Adelia jadi bukti kalau stok atlet muda Jateng masih sangat menjanjikan. Dari nomor poomsae sampai kyorugi, kontribusi medali datang dari berbagai sektor.
Karena pada akhirnya, yang bikin podium itu bukan jumlah kontingen, tapi seberapa siap mereka bertanding. Dan Jateng sudah membuktikan, kadang yang “sedikit tapi serius” justru lebih bahaya daripada yang ramai tapi sekadar hadir. (tebe)

