BACAAJA, BANDUNGAN- Musorprov KONI Jateng 2025 baru usai, tapi jalannya pemilihan ketua terbilang “anteng” banget. Tanpa duel visi-misi atau lobi sampai pagi, sebagai calon tunggal Sujarwanto Dwiatmoko terpilih mulus dan resmi memimpin KONI Jawa Tengah periode 2025-2029.
Mengusung tagline “BISA”, Berprestasi, Integritas, Supertim, Akuntabilitas, Ketua Perpani Jateng itu langsung pasang mode kerja cepat. Ambisinya jelas: Jateng naik podium 4 besar PON 2028, lanjut gas ke proposal tuan rumah PON 2032.
Musorprov yang dipimpin Ketua Pengprov IPSI Harry Nuryanto bareng M Zaenuri, Iswoyo, Teguh Setyono, dan Khozin ini diikuti 59 cabor, lima badan fungsional, dan 34 KONI kabupaten/kota. Mereka juga menunjuk Sujarwanto sebagai ketua tim formatur untuk menyusun kepengurusan empat tahun ke depan.
Rencana kerjanya langsung ngebut: lanjutkan Porprov 2026, matangkan Babak Kualifikasi PON 2027, dan dorong pembinaan supaya Jateng bisa nembus papan atas di PON 2028. Untuk PON 2032, Sujarwanto merasa Jateng punya modal besar: venue besar seperti Gelora Jatidiri, Stadion Manahan, potensi sport tourism, dan SDM olahraga yang makin matang.
“Kita harus gandeng dunia usaha dan filantropi biar ekosistem prestasi makin sehat. Masukan tokoh olahraga juga penting,” kata Sujarwanto.
Arah Kebijakan
Sujarwanto membeberkan beberapa prioritas di masa kepemimpinannya mendatang, yakni perbaikan manajemen organisasi dari provinsi sampai kabupaten/kota, penyediaan sarpras yang efisien dan betul-betul dibutuhkan dan kompetisi yang rutin dan berjenjang dari kejurprov, kejurnas, hingga event internasional.
Selain itu, Sujarwanto juga memastikan, pihaknya akan mengantisipasi praktik jual-beli atlet yang makin nggak proporsional serta menjamin masa depan atlet Jateng tetap aman secara karier maupun kesejahteraan.
Ia juga menyoroti pentingnya struktur pengurus yang lebih ramping dan lincah. “Kami ingin pengurus yang ikhlas, tulus, dan bener-bener mau ngabisin energi buat olahraga Jateng,” ujarnya.
Kalau semua target ini benar-benar dieksekusi, bisa jadi Jateng bakal tancap gas dari pembinaan sampai prestasi. Tapi kalau cuma semangat di panggung Musorprov lalu meredup kayak lampu hemat energi… ya siap-siap aja tagline “BISA” berubah makna jadi “Bisa sih… asal inget dikerjain.” (tebe)


