BACAAJA, SEMARANG- Ngaliyan belakangan ini lagi rame soal pembangunan jalan. Dari pantauan langsung di Jalan Prof Hamka dan Jalan Raya Ngaliyan kelihatan banget kalau ruas jalan di sana sudah dibangun ulang di-aspal baru, dirapikan, pokoknya lebih layak buat dilewati.
Beberapa warga di sekitar lokasi mulai dari pengguna jalan, sampai pedagang. nggak menutup-nutupi bahwa mereka senang dengan pembaruan ini. Jalan jadi lebih enak, kendaraan lewat lebih lancar, dan mobilitas sehari-hari terasa lebih gampang.
Baca juga: Gegara Lupa Nyalain Sein, Pemotor di Semarang Masuk Rumah Sakit
Tapi ya namanya pembangunan, tetap ada drama di lapangan. Meski sebagian jalannya sudah mulus, beberapa titik di Prof Hamka dan Raya Ngaliyan masih terlihat macet.
Kendaraan sempat mengular panjang, mungkin karena pengerjaan belum benar-benar rampung atau karena volume kendaraan yang lagi padat-padatnya.
Lokasi Kecelakaan
Nah, dari obrolan singkat dengan warga, muncul satu keresahan baru yang ternyata cukup serius. Warga khawatir soal Jalan Silayur, jalur yang menghubungkan Boja dengan Ngaliyan. Katanya, jalan itu sering banget jadi lokasi kecelakaan dan kasus rem blong.
Bima (52), penjual bubur Bekasi yang mangkal di Prof Hamka malah lebih jujur daripada notifikasi low battery. “Kalau jalannya makin bagus nanti malah makin rame truk-truk itu. Lah kalau blong lagi piye? Ngeri, Mas…” ujarnya sambil meracik buburnya.
Warga sepakat, pembenahan jalan utama memang penting. Tapi jangan lupa, jalur rawan seperti Silayur juga butuh perhatian ekstra sebelum makin banyak truk lewat dan bikin deg-degan satu kecamatan. Aspal boleh mulus, tapi kalau Silayur tetap jadi arena ‘uji nyali’, ya percuma juga. (dul)


