BACAAJA, JAKARTA — Bursa saham Indonesia lagi-lagi bikin investor deg-degan. Kali ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tiba-tiba berbalik arah dan jatuh saat Presiden Prabowo Subianto sedang pidato di Rapat Paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026).
IHSG dibuka melemah 73,54 poin atau 1,15 persen ke level 6.297 pada perdagangan pagi, saat Prabowo belum melangsungkan pidato.
Namun, IHSG sempat berbalik arah, menguat hingga lebih dari 1 persen. Akan tapi setelah Prabowo mulai membahas soal sistem ekonomi nasional dan dugaan praktik ekspor yang dianggap bermasalah, pasar langsung bereaksi negatif.
Bacaaja: Rupiah Terus Melamah, IHSG Nyaris Trading Halt: Ekonomi RI Kehilangan Kepercayaan?
Bacaaja: Rupiah Tembus Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah, Ekonom: Banyak Pemodal Kabur
Per pukul 11.14 WIB, IHSG tercatat turun sekitar 1,9 persen ke level 6.249. Bahkan, sempat menyentuh angka lebih dari 2 persen.
Pelaku pasar diduga mulai khawatir setelah Prabowo menyinggung praktik under invoicing ekspor yang disebut terjadi selama puluhan tahun.
Menurut Prabowo, nilai dugaan transaksi yang tidak dilaporkan secara benar itu mencapai US$ 908 miliar atau sekitar Rp 15.400 triliun dalam 34 tahun terakhir.
“Under invoicing fraud atau penipuan,” kata Prabowo di depan anggota DPR.
Ia juga menyinggung soal komoditas strategis nasional seperti CPO yang menurutnya justru harga dan mekanismenya lebih banyak dikendalikan pihak luar.
“Dan aneh, kita produsen CPO terbesar di dunia tapi harga kelapa sawit ditentukan negara lain,” ujarnya.
Nah, bagian inilah yang bikin pasar mulai waswas. Belakangan muncul kabar pemerintah tengah menyiapkan badan khusus untuk mengatur ekspor komoditas strategis seperti batu bara, CPO, hingga mineral logam.
Skemanya disebut-sebut bakal membuat eksportir wajib menjual produknya ke lembaga bentukan pemerintah sebelum diekspor keluar negeri.
Di mata investor, isu seperti ini langsung dibaca sebagai potensi campur tangan negara yang lebih besar dalam mekanisme pasar. Dan pasar biasanya nggak suka ketidakpastian.
Analis Panin Sekuritas, Zaidan, menilai langkah pemerintah tersebut bisa meningkatkan sovereign risk atau persepsi risiko Indonesia di mata investor asing.
“Investor asing kemungkinan akan memperhitungkan ini sebagai tambahan risk premium,” katanya.
Ketidakpastian aturan bikin sentimen negatif
Menurutnya, kekhawatiran pasar bakal makin besar kalau aturan tersebut nantinya berkembang menjadi kebijakan yang lebih ketat seperti kuota ekspor atau pengendalian distribusi oleh negara.
Karena buat investor global, kepastian aturan itu penting banget. Begitu muncul sinyal kebijakan yang dianggap terlalu restriktif, pasar biasanya langsung bereaksi cepat.
Makanya nggak heran kalau IHSG langsung longsor di tengah pidato berlangsung.
Belakangan ini pasar saham Indonesia memang lagi sensitif banget terhadap sentimen domestik. Mulai dari rupiah yang melemah, keluarnya dana asing, sampai ketidakpastian arah kebijakan ekonomi pemerintah.
Dan pidato Prabowo hari ini tampaknya jadi tambahan sentimen baru yang bikin investor makin hati-hati. (*)

