BACAAJA, SEMARANG – Es teh sudah jadi minuman favorit banyak orang, mulai dari teman makan siang sampai pelepas dahaga saat cuaca panas. Rasanya yang segar bikin minuman ini gampang dinikmati berulang kali, bahkan setiap hari.
Namun, ada hal yang perlu diperhatikan jika kamu termasuk orang yang sering minum es teh dalam jumlah banyak. Ahli urologi mengingatkan, teh hitam yang biasa digunakan sebagai bahan dasar es teh mengandung oksalat, senyawa yang bisa berperan dalam pembentukan batu ginjal.
Meski begitu, bukan berarti kamu harus langsung berhenti menikmati es teh. Risiko kesehatan ini lebih berkaitan dengan jumlah konsumsi, kondisi tubuh, dan kebiasaan minum air putih yang perlu dijaga.
Oksalat dalam Teh Hitam Bisa Picu Batu Ginjal
Dr. Graham Bobo, MD, ahli urologi dari LCMC Health, menjelaskan bahwa es teh termasuk minuman yang perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan risiko batu ginjal.
Hal senada disampaikan Dr. Shiv Patel, MD, ahli urologi dari AAUrology. Menurutnya, teh hitam yang banyak digunakan untuk membuat es teh mengandung oksalat dalam jumlah relatif tinggi.
Oksalat merupakan salah satu senyawa yang dapat berikatan dengan kalsium di dalam urine. Ketika keduanya membentuk kristal dan terus menumpuk, batu ginjal jenis kalsium oksalat bisa terbentuk.
Jenis batu tersebut termasuk yang paling umum ditemukan. Karena itu, konsumsi es teh secara berlebihan patut diperhatikan, terutama oleh orang yang memiliki riwayat batu ginjal.
Meski demikian, efeknya tidak sama pada setiap orang. Risiko terbentuknya batu ginjal juga dipengaruhi faktor lain, termasuk asupan cairan, pola makan, kondisi kesehatan, dan riwayat keluarga.
Es Teh Manis atau Tawar, Mana yang Lebih Berisiko?
Banyak orang mengira risiko es teh terhadap ginjal hanya berasal dari tambahan gula. Padahal, dalam kaitannya dengan batu ginjal jenis kalsium oksalat, kandungan oksalat alami dalam teh hitam juga perlu diperhitungkan.
Artinya, es teh tawar bukan otomatis bebas risiko jika dikonsumsi berlebihan. Sebaliknya, bukan berarti setiap orang yang rutin minum es teh pasti akan mengalami batu ginjal.
Dr. Patel menyebut konsumsi sekitar dua gelas sehari masih dapat dianggap wajar dalam konteks yang dibahasnya. Namun, angka tersebut bukan batas aman universal bagi semua orang, sebab kebutuhan dan risiko tiap individu berbeda.
Orang yang pernah mengalami batu ginjal atau memiliki faktor risiko tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui pola konsumsi yang sesuai.
Kurang Minum Air Putih Justru Jadi Faktor Penting
Selain memperhatikan jenis minuman, kebiasaan memenuhi kebutuhan cairan juga tidak boleh disepelekan. Kurang minum air dapat membuat urine menjadi lebih pekat sehingga mineral dan senyawa pembentuk batu lebih mudah mengkristal.
Menurut para ahli urologi, menjaga tubuh tetap terhidrasi merupakan salah satu langkah penting untuk membantu menekan risiko batu ginjal.
Karena itu, jangan sampai kebiasaan minum es teh membuat konsumsi air putih justru berkurang. Air putih tetap bisa menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan harian.
Kebutuhan cairan setiap orang berbeda, bergantung pada aktivitas, cuaca, kondisi kesehatan, dan anjuran medis. Orang yang memiliki pembatasan cairan karena penyakit tertentu perlu mengikuti petunjuk dokter.
Tambahkan Lemon, Benarkah Bisa Membantu?
Bagi yang masih ingin menikmati es teh, menambahkan perasan lemon bisa menjadi pilihan. Lemon mengandung sitrat yang dapat membantu menghambat pembentukan batu kalsium pada sebagian orang.
Sitrat dapat mengurangi kecenderungan kristal tertentu untuk terbentuk dan berkembang. Meski begitu, tambahan lemon bukan jaminan bahwa risiko batu ginjal akan hilang, terutama jika konsumsi teh tetap berlebihan dan asupan cairan kurang.
Selain es teh, jus grapefruit atau jeruk bali juga pernah dikaitkan dalam sejumlah penelitian dengan peningkatan risiko batu ginjal. Namun, hubungan tersebut tidak berarti semua orang harus menghindari minuman tersebut tanpa mempertimbangkan kondisi masing-masing.
Kenali Gejala Batu Ginjal Sejak Awal
Batu ginjal terkadang tidak menimbulkan keluhan ketika masih berada di dalam ginjal. Sebagian kasus bahkan baru diketahui saat seseorang menjalani pemeriksaan pencitraan untuk keperluan lain.
Gejala dapat muncul ketika batu bergerak ke saluran kemih. Keluhannya antara lain nyeri hebat yang datang bergelombang dari punggung atau sisi tubuh dan bisa menjalar ke selangkangan.
Penderita juga bisa mengalami mual, muntah, atau lebih sering ingin buang air kecil. Jika nyeri disertai demam atau menggigil, segera cari pertolongan medis karena kondisi tersebut dapat menandakan infeksi yang membutuhkan penanganan cepat.
Kesimpulannya, menikmati es teh sesekali bukan sesuatu yang perlu ditakuti. Namun, batasi konsumsi berlebihan, cukupi kebutuhan air putih, dan konsultasikan pola makan dengan dokter jika memiliki riwayat batu ginjal. (*)

