Perhatian warganet tertuju pada sejumlah lokasi wisata yang masuk dalam agenda perjalanan, mulai dari Pintu Langit hingga Kawah Sikidang. Unggahan kegiatan tersebut bahkan sempat muncul di akun resmi organisasi sebelum akhirnya dihapus.
Di tengah ramainya kritik, Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung memberikan penjelasan. Pihaknya menegaskan, perjalanan pada 19-21 Oktober 2026 itu bukan sekadar piknik, melainkan kegiatan studi referensi tahunan bersama DWP Kabupaten Wonosobo.
Kesra Sebut Bukan Sekadar Piknik
Makrus Manan dari Bagian Kesra Setda Tulungagung mengakui pihaknya memfasilitasi kegiatan tersebut. Namun, ia membantah anggapan bahwa rombongan hanya melakukan perjalanan wisata.
“Itu kegiatan studi referensi yang dilaksanakan pada 19-21 Oktober 2026 lalu,” katanya.
Menurut Makrus, kegiatan tersebut merupakan program tahunan yang telah masuk dalam perencanaan anggaran resmi. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas organisasi, memperkuat tata kelola internal, serta membuka peluang kerja sama antarpengurus DWP.
Ia menambahkan, studi referensi juga menjadi sarana untuk berbagi pengalaman dan mengembangkan organisasi melalui kolaborasi dengan DWP Kabupaten Wonosobo.
Meski begitu, munculnya sejumlah destinasi wisata dalam susunan acara membuat penggunaan anggaran Rp50 juta tersebut menjadi perhatian publik. Sorotan terutama mengarah pada kesesuaian antara tujuan kegiatan dan rangkaian perjalanan yang dijalankan.
Tiga Hari Perjalanan, Wisata Masuk Agenda
Berdasarkan susunan acara, rombongan DWP Tulungagung berangkat pada Senin, 19 Oktober 2026, sekitar pukul 20.30 WIB. Perjalanan dilanjutkan menuju Jawa Tengah hingga rombongan berhenti untuk salat subuh di Kabupaten Temanggung pada Selasa pagi.
Setelah beristirahat dan sarapan, rombongan melanjutkan perjalanan ke kawasan Wonosobo. Sejumlah tempat wisata kemudian masuk dalam agenda hari kedua.
Destinasi yang dikunjungi antara lain Pintu Langit, yang menawarkan pemandangan alam dan wahana jembatan kaca, serta Kawah Sikidang di kawasan Dieng. Rombongan juga makan siang di sekitar Telaga Menjer.
Pada malam harinya, agenda berlanjut dengan gala dinner di Dipayana Cafe. Rombongan kemudian menginap di Horizon Resort, Dieng.
Sementara itu, agenda utama studi referensi baru berlangsung pada Rabu, 21 Oktober 2026, di Pendapa Kabupaten Wonosobo.
Dalam pertemuan tersebut, rombongan diterima oleh penasihat DWP Kabupaten Wonosobo, Diah Afif Nur Hidayat, yang juga merupakan istri Bupati Wonosobo.
Setelah kegiatan selesai, rombongan bertolak kembali ke Jawa Timur. Dalam perjalanan pulang, mereka juga singgah di Kota Solo untuk menikmati kuliner sate kambing Pak Manto.
Anggaran Publik Jadi Perhatian
Rangkaian kegiatan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai penggunaan anggaran daerah, terutama karena perjalanan dinas yang disebut sebagai studi referensi juga diisi kunjungan ke sejumlah destinasi wisata.
Di sisi lain, Kesra Tulungagung menyatakan kegiatan itu telah direncanakan sebagai program tahunan untuk pengembangan organisasi. Penjelasan tersebut menjadi bagian dari klarifikasi atas polemik yang berkembang di media sosial.
Dharma Wanita Persatuan sendiri merupakan organisasi yang beranggotakan istri aparatur sipil negara (ASN). Organisasi ini memiliki fokus pada peningkatan kualitas anggota, kesejahteraan keluarga, serta dukungan terhadap program pembangunan masyarakat.
Perdebatan mengenai perjalanan DWP Tulungagung pun menyoroti pentingnya keterbukaan dalam penggunaan anggaran daerah. Publik ingin memastikan bahwa setiap kegiatan yang dibiayai uang negara memiliki tujuan yang jelas dan pelaksanaannya sejalan dengan peruntukan anggaran. (*)

