BACAAJA, SEMARANG – Musim mangga jadi momen yang ditunggu para pencinta buah. Buah berwarna kuning hingga hijau ini mudah ditemukan di pasar, lapak pinggir jalan, bahkan dipetik langsung dari pohon di halaman rumah.
Harganya pun cenderung ramah di kantong saat pasokan melimpah. Tak heran kalau banyak orang jadi lebih sering makan mangga, mulai dari dinikmati langsung hingga diolah menjadi jus, rujak, atau campuran makanan lainnya.
Meski kaya vitamin dan serat, makan mangga tanpa memperhatikan porsinya juga bukan kebiasaan yang ideal. Apalagi jika dikonsumsi terus-menerus dalam jumlah banyak, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kenikmatan buah musiman ini tidak berujung pada masalah kesehatan.
1. Asupan Kalori Bisa Bertambah
Mangga mengandung kalori yang ikut menyumbang kebutuhan energi harian. Sebagai gambaran, satu buah mangga berukuran sedang bisa mengandung sekitar 135 kalori, meski jumlahnya bergantung pada ukuran dan varietas buah.
Kalau dikonsumsi dalam jumlah banyak di luar kebutuhan energi harian, asupan kalori bisa meningkat. Dalam jangka panjang, kelebihan kalori yang terjadi terus-menerus dapat berkontribusi pada kenaikan berat badan.
Bagi yang sedang menjaga berat badan, bukan berarti harus menghindari mangga. Kuncinya adalah mengatur porsi dan tetap menyeimbangkan konsumsi buah dengan makanan lain.
Mangga juga bisa dinikmati sebelum berolahraga sebagai sumber energi. Namun, waktu konsumsinya tidak harus terpaku pada 30 menit sebelum latihan karena kebutuhan setiap orang berbeda.
2. Perut Bisa Terasa Tidak Nyaman
Makan mangga terlalu banyak dapat membuat sebagian orang mengalami gangguan pencernaan. Kandungan serat dan gula alami di dalam buah bisa memicu kembung atau rasa tidak nyaman, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar sekaligus.
Mangga yang masih mentah juga memiliki rasa lebih asam dibandingkan buah matang. Pada orang yang sensitif, konsumsi mangga mentah dalam jumlah banyak dapat memperburuk keluhan lambung atau menimbulkan rasa tidak nyaman di perut.
Karena itu, perhatikan respons tubuh saat menikmati mangga. Jika perut mulai terasa begah atau tidak nyaman, sebaiknya kurangi porsinya dan hindari memaksakan diri untuk terus makan.
3. Kadar Gula Darah Perlu Diperhatikan
Rasa manis mangga berasal dari gula alami, termasuk fruktosa. Kandungan ini tetap perlu diperhitungkan, terutama bagi orang yang sedang mengontrol kadar gula darah.
Mengonsumsi mangga dalam porsi besar sekaligus bisa menambah asupan karbohidrat dan memengaruhi kadar gula darah. Dampaknya dapat berbeda pada setiap orang, bergantung pada porsi, tingkat kematangan buah, serta kondisi kesehatan.
Bagi penderita diabetes, mangga masih bisa menjadi bagian dari pola makan seimbang. Namun, porsinya perlu disesuaikan dengan kebutuhan karbohidrat dan anjuran tenaga kesehatan.
Sebisa mungkin, nikmati mangga dalam porsi wajar dan utamakan buah utuh dibandingkan jus yang ditambahkan gula. Dengan begitu, asupan tetap lebih mudah dikontrol.
4. Getah Mangga Bisa Memicu Iritasi
Hal lain yang tak boleh diabaikan adalah getah mangga, terutama pada bagian kulit dan tangkainya. Getah tersebut mengandung senyawa yang dapat memicu iritasi pada sebagian orang, khususnya mereka yang sensitif terhadap zat tertentu dalam tanaman mangga.
Keluhannya bisa berupa gatal, kemerahan, atau iritasi di sekitar bibir dan kulit. Pada orang yang rentan, reaksi juga dapat muncul setelah bersentuhan dengan kulit mangga atau bagian buah yang terkena getah.
Untuk mengurangi risiko, cuci mangga sebelum dikupas, bersihkan getah yang menempel, dan hindari mengonsumsi bagian yang terkena getah secara langsung. Jika muncul reaksi alergi berat, seperti sesak napas atau pembengkakan pada lidah dan tenggorokan, segera cari pertolongan medis.
Tidak ada keharusan menghindari air dingin setelah makan mangga. Yang lebih penting adalah memperhatikan kebersihan buah dan mengenali kemungkinan reaksi tubuh terhadap getahnya.
Nikmati Mangga, Tetap Perhatikan Porsinya
Mangga tetap menjadi pilihan buah yang kaya nutrisi, termasuk vitamin C, vitamin A, dan serat. Manfaatnya bisa diperoleh dengan menjadikan mangga sebagai bagian dari pola makan yang beragam dan seimbang.
Saat musim mangga sedang melimpah, jangan sampai harga murah membuat kamu makan tanpa batas. Atur porsinya, perhatikan kondisi tubuh, dan sesuaikan konsumsinya jika memiliki masalah kesehatan tertentu.
Dengan cara ini, kamu tetap bisa menikmati manisnya musim mangga tanpa mengabaikan kesehatan. (*)

