Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Mengenal Kanker Ginjal Lebih Dekat Usai Kepergian Vidi Aldiano
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Mengenal Kanker Ginjal Lebih Dekat Usai Kepergian Vidi Aldiano

Kanker ginjal termasuk jenis kanker yang kerap terlambat terdeteksi. Banyak penderita baru mengetahui penyakit ini setelah kondisinya berkembang atau saat menjalani pemeriksaan kesehatan untuk hal lain.

Nugroho P.
Last updated: Maret 7, 2026 9:06 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Vidi Aldiano
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Dunia musik Indonesia sedang berduka. Kabar meninggalnya Vidi Aldiano pada Sabtu (7/3/2026) di usia 35 tahun membuat banyak orang terkejut sekaligus sedih. Selama beberapa tahun terakhir, penyanyi sekaligus penulis lagu itu diketahui berjuang melawan kanker ginjal.

Perjalanan panjang melawan penyakit tersebut sempat beberapa kali diceritakan Vidi kepada publik. Kisahnya membuat banyak orang mulai mencari tahu lebih jauh tentang kanker ginjal, penyakit yang sering kali datang tanpa tanda jelas di awal.

Kanker ginjal termasuk jenis kanker yang kerap terlambat terdeteksi. Banyak penderita baru mengetahui penyakit ini setelah kondisinya berkembang atau saat menjalani pemeriksaan kesehatan untuk hal lain.

Secara sederhana, kanker ginjal adalah kondisi ketika sel-sel abnormal tumbuh di dalam ginjal dan membentuk tumor. Pertumbuhan sel ini terjadi karena adanya perubahan atau mutasi pada DNA sel.

Perubahan tersebut membuat sel terus berkembang tanpa kendali. Sel yang seharusnya mati justru menumpuk dan akhirnya membentuk massa atau tumor di dalam ginjal.

Jika tumor terus berkembang, sel kanker bisa menyebar ke bagian tubuh lain. Ketika penyebaran itu terjadi, kondisi tersebut dikenal sebagai kanker metastasis.

Menurut penjelasan dari Mayo Clinic, perubahan DNA dalam sel ginjal menjadi salah satu pemicu utama terbentuknya kanker. Mutasi ini mengganggu cara sel bekerja dan berkembang secara normal.

Sementara itu, Cleveland Clinic menyebutkan bahwa jenis kanker ginjal yang paling sering ditemukan pada orang dewasa adalah renal cell carcinoma.

Jenis kanker ini berasal dari sel-sel yang melapisi saluran kecil di dalam ginjal. Dari sanalah tumor biasanya mulai berkembang sebelum akhirnya menyebar.

Salah satu hal yang membuat kanker ginjal sulit dideteksi adalah gejalanya yang sering tidak muncul pada tahap awal. Banyak orang merasa sehat tanpa keluhan apa pun.

Karena itu, tidak sedikit kasus kanker ginjal yang baru ditemukan ketika seseorang menjalani pemeriksaan medis seperti CT scan atau pemeriksaan pencitraan lainnya.

Meski begitu, seiring waktu beberapa tanda bisa mulai muncul. Salah satu gejala yang cukup sering dilaporkan adalah adanya darah dalam urine.

Warna urine bisa terlihat merah muda, merah, atau bahkan kecokelatan. Kondisi ini biasanya menjadi tanda yang membuat seseorang akhirnya memeriksakan diri ke dokter.

Gejala lain yang juga sering muncul adalah nyeri di bagian samping tubuh atau punggung yang tidak kunjung hilang.

Selain itu, penderita kanker ginjal juga bisa mengalami penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Rasa lelah berkepanjangan juga kerap dirasakan. Energi tubuh terasa cepat habis meski tidak melakukan aktivitas berat.

Sebagian orang juga mengalami hilangnya nafsu makan, yang kemudian ikut memicu penurunan berat badan.

Dalam beberapa kasus, penderita bahkan dapat merasakan benjolan di sisi tubuh atau area pinggang.

Demam yang datang dan pergi tanpa penyebab jelas juga kadang muncul pada penderita kanker ginjal.

Meski begitu, gejala-gejala ini tidak selalu langsung mengarah pada kanker ginjal. Karena itu pemeriksaan medis sangat penting jika keluhan berlangsung cukup lama.

Hingga sekarang, penyebab pasti kanker ginjal belum sepenuhnya diketahui. Namun para ahli menemukan sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risikonya.

Beberapa faktor tersebut antara lain usia yang semakin bertambah, kebiasaan merokok, obesitas, serta tekanan darah tinggi.

Riwayat keluarga dengan kanker ginjal juga bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit yang sama.

Selain itu, orang yang menjalani dialisis jangka panjang akibat penyakit ginjal juga memiliki risiko lebih tinggi.

Meski memiliki faktor risiko tersebut tidak berarti seseorang pasti terkena kanker ginjal. Namun kondisi itu dapat meningkatkan peluang terjadinya penyakit.

Kabar duka kepergian Vidi Aldiano menjadi pengingat bahwa kanker bisa menyerang siapa saja, bahkan mereka yang masih berada di usia produktif.

Karena itu, mengenali gejala sejak dini dan rutin memeriksakan kesehatan menjadi langkah penting agar penyakit seperti kanker ginjal bisa dideteksi lebih cepat. (*)

You Might Also Like

Cerita Bahagia Perantau Balik Gratis Naik Kereta

Wisata Petik Melon di Pagak Lagi Viral Banget, Pas Buat Isi Weekend

Raih Indeks Integritas Tertinggi, KPK Ingatkan Jateng Perkuat Pencegahan Korupsi

Pengacara Senior OC Kaligis Ngamuk soal Plaza Klaten, Laporkan Tiga Hakim Tipikor Semarang

Pemkot Fokus Benahi BUMD Biar Setoran ke PAD Makin Nendang

TAGGED:ginjalkanker ginjalpenyakit ginjalvidi aldiano
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Hindari Lubang Jalan, Mobil Tahanan Terguling Bikin Heboh Dumai
Next Article Jalur Dieng Dibilang Putus Total? BPBD Banjarnegara Buka Fakta

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Fadia Arafiq Didakwa Atur Proyek hingga Terima Gratifikasi Rp2,8 M

LPSE Diminta Naik Level, Jangan Cuma Jago Lelang

Heboh PPPK Paruh Waktu Ditaruh di Ormas? BKD Jateng: “Itu Hoaks”

EMAS HIJAU - Petani tembakau di Temanggung merawat tanaman yang sering disebut sebagai 'emas hijau', karena tingginya nilai ekonomisnya.

APTI Kawal Ketat Janji Pemerintah Kaji Ulang Aturan Pembatasan Tar dan Nikotin

APPSI Yakin Sudaryono Mampu Benahi Program MBG

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Pesangon Sritex: Kurator Jalan Pelan, Buruh Jalan Terus

Januari 12, 2026
Sirkular

Agustina Ajak Investor Bangun PSEL Jatibarang, Target Rampung 2027

Juli 29, 2025
Bos Sritex, Iwan Setiawan bacain eksepsi kasus korupsinya di pengadilan, Senin (5/1/2026). (bae)
Hukum

Gak Terima Dituding Korupsi, Bekas Bos Sritex Salahkan Pandemi Covid-19 saat Sidang

Januari 5, 2026
Nasional

BMKG Prediksi Masih Hujan di Aceh Sumut Sumbar Hari Ini

Desember 2, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Mengenal Kanker Ginjal Lebih Dekat Usai Kepergian Vidi Aldiano
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?