BACAAJA, JAKARTA – Pernyataan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Qodari, soal sejumlah homeless media yang dirangkul pemerintah malah bikin gaduh. Bukannya bangga disebut mitra dan bestie pemerintah, sejumlah media digital justru buru-buru klarifikasi dan kompak bilang: “kita bukan bestie pemerintah”.
Salah satu yang langsung buka suara adalah Bapak2ID. Founder-nya, James Jan Markus, tegas membantah pihaknya pernah hadir atau terlibat dalam forum yang disebut Bakom.
“Beritanya tidak benar, dan kami tidak pernah menghadiri acara yang disebutkan,” katanya.
Bacaaja: Prabowo Reshuffle Kabinet: Dudung Jadi Kepala KSP, Hasan dan Karding Masuk Lagi
Bacaaja: Bukti MBG Dikelola Serampangan? Anak SD Kalbar Keracunan setelah Santap Menu Hiu Goreng
James juga menegaskan kalau Bapak2ID tidak punya afiliasi politik ataupun hubungan resmi dengan pemerintah. Bahkan, menurut dia, Bakom juga tidak pernah menghubungi mereka secara langsung.
Karena merasa namanya dicatut, pihak Bapak2ID sampai meminta media yang memberitakan untuk menghapus nama mereka dari daftar mitra Bakom.
Bukan cuma Bapak2ID. Narasi juga ikut bikin pernyataan resmi lewat Instagram. Intinya sama: tidak ikut, tidak hadir, tidak tahu-menahu.
Narasi menegaskan mereka bukan bagian dari Indonesia New Media Forum (INMF), tidak hadir dalam agenda Bakom, dan tetap berjalan sebagai media resmi yang terverifikasi Dewan Pers.
Nada serupa datang dari akun finansial Ngomongin Uang. Mereka mengaku tidak pernah menerima undangan, tidak pernah komunikasi dengan Bakom, apalagi jadi mitra pemerintah.
“Klaim bahwa Ngomongin Uang digandeng pemerintah itu tidak benar,” tulis mereka.
Lalu muncul juga klarifikasi dari Indomusikgram. Mereka mengaku memang sempat masuk grup WhatsApp Indonesia New Media Forum, tapi hanya sebatas grup obrolan biasa.
“Bukan asosiasi, bukan anggota resmi, apalagi kemitraan,” tegas mereka.
Indomusikgram juga menekankan kalau mereka tetap independen dan tidak terafiliasi dengan kepentingan politik tertentu.
Drama ini bermula setelah Qodari menyebut pemerintah kini menggandeng homeless media atau media digital nonkonvensional lewat forum bernama New Media Forum.
Dalam daftar yang disebut, ada banyak akun besar seperti Folkative, Narasi, USS Feed, Dagelan, sampai Bapak2ID.
Tapi bukannya terlihat solid, narasi kolaborasi itu malah berubah jadi aksi klarifikasi massal.
Publik pun ramai mempertanyakan: sebenarnya siapa yang merasa menggandeng, dan siapa yang merasa digandeng?
Di tengah era media digital yang makin sensitif soal independensi, dicap terlalu dekat dengan pemerintah memang bisa jadi bumerang. Apalagi buat akun-akun yang audiensnya didominasi anak muda dan tumbuh dari citra independen.
Alih-alih jadi “bestie pemerintah”, beberapa media justru buru-buru pasang jarak. Takut dicap masuk lingkar kekuasaan, gak kritis, serta gak independen. (*)

