Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Menu MBG Banyak Dikeluhkan, Wali Kota Solo Respati Minta Pemda Dikasih Kewenangan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Menu MBG Banyak Dikeluhkan, Wali Kota Solo Respati Minta Pemda Dikasih Kewenangan

R. Izra
Last updated: Maret 4, 2026 4:32 am
By R. Izra
2 Min Read
Share
Wali Kota Solo, Respati Ardi, angkat suara dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan MBG se-Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (3/3/2026).
Wali Kota Solo, Respati Ardi, angkat suara dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan MBG se-Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (3/3/2026).
SHARE

BACAAJA, SEMARANG — Aduan soal menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari warga Solo akhirnya dibawa langsung ke forum resmi tingkat provinsi.

Wali Kota Solo, Respati Ardi, angkat suara dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan MBG se-Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (3/3/2026).

Rakor ini dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, serta seluruh kepala daerah se-Jateng.

Bacaaja: Puluhan Dapur MBG Disetop, Standar Jadi Sorotan
Bacaaja: Menu Ramadan di Bawah Standar, Jawa Tengah Tertinggi Kasus MBG Bermasalah

Respati blak-blakan menyampaikan kalau dalam beberapa waktu terakhir, Pemkot Solo menerima banyak aduan soal menu MBG yang dinilai nggak sesuai harapan penerima manfaat.

Padahal, program ini tujuannya mulia: ningkatin kualitas SDM lewat asupan gizi yang proper.

“Kami sangat prihatin. Harapannya pemerintah daerah punya kewenangan supaya bisa cepat merespons aduan dan menindaklanjuti SPPG yang ada,” tegas Respati.

Minta Pemda dikasih ruang kontrol

Menurut Respati, kalau Pemda cuma jadi penonton tanpa kewenangan langsung, respon ke lapangan jadi nggak maksimal.

Ia mendorong supaya pemerintah daerah diberi ruang untuk:

  • Validasi data penerima manfaat
  • Mengawasi dapur SPPG
  • Memastikan supplier aman
  • Memberi fleksibilitas belanja di pasar
  • Mengawal penyerapan tenaga kerja lokal

Semua itu demi satu target: zero accident dalam pelaksanaan MBG.

“Kami ingin lebih responsif menindaklanjuti aduan masyarakat,” ujarnya.

Respati juga berharap BGN makin solid koordinasinya dengan Pemda. Karena yang paling cepat menerima keluhan warga ya pemerintah daerah.

Kalau komunikasi lancar dan kewenangan jelas, aduan nggak bakal numpuk dan program tetap jalan sesuai tujuan awalnya.

Intinya: MBG harus tetap jadi solusi peningkatan gizi, bukan malah jadi bahan keluhan. Dan menurut Respati, kuncinya ada di penguatan peran Pemda biar bisa gercep, bukan cuma nunggu instruksi. (*)

You Might Also Like

Saleh Minta Koperasi Merah Putih Jadi “Warung Besar” Produk Desa

Kiromal Katibin Pecahkan Batas: Panjat Tebing Indonesia Duduki Ranking #1 Dunia

Rakernas Ismapeti Desak Hilirisasi hingga Harga Unggas Dibikin Stabil

Tanah Labil dan Kubangan Air Ganggu Operasi SAR Pandanarum

Nama Perusahaan Dipasang Kurban, Eh Hukumnya Malah Bikin Bingung Banyak Orang

TAGGED:keluhanMBGmenu mbgrespati ardiwali kota solo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Chief Operating Officer (COO) BacaAja, Puji Utami (kanan) dan Ketua Peradi SAI Kota Semarang, Luhut Sagala (tengah) foto bersama usai menandatangani MoU, Selasa (3/3/2026). (bae) Peradi SAI Kota Semarang Jalin Kerja Sama dengan BacaAja
Next Article Ilustrasi warga binaan dalam penjara. Tukang Cukur Cabul ‘Pemangsa’ Anak SD di Semarang Dituntut 6 Tahun Penjara

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Megawati: “Kudatuli Bukan Debu Sejarah, Itu Luka Demokrasi yang Belum Selesai”

PB Ismapeti Pilih Turun ke Panti Demi Gizi Tepat Sasaran

Ribuan Atlet Muda Siap Adu Gengsi di POPDA

BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK Pasang Alarm buat Proyek Kipas Kopdes

Ilustrasi desa tertinggal di Jateng, tak mempunyai akses jalan yang layak dilintasi.

Tak Ada Lagi Desa Sangat Tertinggal di Jateng, Tapi Rob dan Akses Masih Jadi PR

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Hormuz Memanas, Trump Santai Sebut Amerika Kini Mirip Bajak Laut

Mei 15, 2026
Politik

PDIP Santai, Basarah: Ganti Kepala LKPP Itu Haknya Presiden

September 19, 2025
Info

Permainkan Harga Kedelai, Mentan Ancam Cabut Izin Usaha

April 17, 2026
Hukum

“Gorilla” Masuk Kampung: Dijual Sejuta, Untung Setengahnya, Ujungnya Masuk Bui

April 22, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Menu MBG Banyak Dikeluhkan, Wali Kota Solo Respati Minta Pemda Dikasih Kewenangan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?