Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Dana Desa Dipakai Bayar Pinjol, Bendahara Bundesma Kini Tersangka
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Dana Desa Dipakai Bayar Pinjol, Bendahara Bundesma Kini Tersangka

Menurut pihak Kejaksaan Negeri Banjarnegara, nilai kerugian yang ditimbulkan mencapai sekitar Rp444 juta. Angka ini muncul dari selisih keuangan yang ditemukan dalam pembukuan.

Nugroho P.
Last updated: April 1, 2026 9:01 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
ilustrasi penggunaan dana untuk pinjol.
SHARE

BACAAJA, BANJARNEGARA – Kasus dugaan korupsi kembali mencuat dari daerah, kali ini datang dari sektor keuangan desa. Seorang bendahara BUMDesma harus berurusan dengan hukum setelah diduga menyalahgunakan dana ratusan juta rupiah.

Kejaksaan Negeri Banjarnegara resmi menetapkan FYD (28) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi di lingkungan BUMDesma UPK Batur. Penetapan ini dilakukan setelah hasil audit mengungkap adanya kerugian negara yang tidak kecil.

Menurut pihak Kejaksaan Negeri Banjarnegara, nilai kerugian yang ditimbulkan mencapai sekitar Rp444 juta. Angka ini muncul dari selisih keuangan yang ditemukan dalam pembukuan.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Eka Ilham Ferdiady, menyebut penetapan tersangka dilakukan berdasarkan bukti yang cukup.

Proses penyelidikan melibatkan audit dari Inspektorat daerah yang menemukan adanya kejanggalan dalam laporan keuangan.

Meski sudah berstatus tersangka, FYD tidak langsung ditahan di dalam rutan. Ia justru menjalani penahanan kota selama 20 hari ke depan.

Keputusan ini diambil dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya karena tersangka dinilai kooperatif selama proses pemeriksaan.

Selain itu, kondisi pribadi juga jadi alasan. Tersangka diketahui masih menyusui anak balitanya.

Permohonan dari kuasa hukum juga ikut dipertimbangkan dalam keputusan penahanan tersebut.

Untuk memastikan tersangka tetap dalam pengawasan, kejaksaan memasang alat pemantau khusus.

Dengan alat ini, pergerakan tersangka bisa tetap dipantau meskipun tidak berada di dalam tahanan.

Dari hasil penyelidikan, modus yang digunakan cukup mencengangkan.

Dana angsuran dari nasabah BUMDesma diduga dipakai untuk kepentingan pribadi.

Salah satu penggunaan dana tersebut adalah untuk membayar cicilan pinjaman online atau pinjol.

Aksi ini disebut berlangsung sepanjang tahun 2024 tanpa terdeteksi.

Kasus mulai terungkap saat tersangka mengambil cuti melahirkan.

Posisi bendahara kemudian diisi oleh petugas lain untuk sementara waktu.

Saat dilakukan pembukuan ulang, ditemukan selisih antara laporan keuangan dan saldo rekening.

Temuan ini langsung memicu pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak terkait.

Audit resmi kemudian dilakukan oleh inspektorat daerah untuk memastikan adanya pelanggaran.

Hasilnya menguatkan dugaan adanya tindak pidana korupsi.

Kasus ini kemudian dilimpahkan ke kejaksaan untuk proses hukum lebih lanjut.

Penanganan pun berlanjut hingga akhirnya tersangka resmi ditetapkan.

Kini, FYD harus menghadapi konsekuensi hukum atas perbuatannya.

Ia dijerat dengan pasal-pasal terkait tindak pidana korupsi.

Ancaman hukumannya tidak main-main, bisa mencapai hingga 20 tahun penjara.

Kasus ini jadi pengingat bahwa pengelolaan dana desa harus dilakukan dengan transparan dan bertanggung jawab.

Karena begitu ada celah, potensi penyalahgunaan bisa terjadi kapan saja.

Apalagi jika pengawasan internal tidak berjalan maksimal.

Publik pun berharap kasus ini bisa diusut tuntas tanpa tebang pilih.

Selain itu, langkah pencegahan ke depan juga dinilai penting agar kasus serupa tidak terulang.

Untuk saat ini, proses hukum masih berjalan dan akan terus dikembangkan.

Dan satu hal yang pasti, kasus ini kembali membuka mata soal pentingnya pengawasan keuangan di tingkat desa. (*)

You Might Also Like

Lemparan Batu dan Botol saat Aksi May Day, Berbuah Tuntutan Tiga Bulan Penjara

Kompak, Dua Sekda Klaten Beda Era Dituntut Lima Tahun Bui

Bima Arya Sentil Bupati Pekalongan: Ngaku Tak Paham Hukum Kok Mau Jadi Kepala Daerah?

Guru SMA di Banyumas Dinyatakan Lakukan Pelecehan, Sekolah Minta Maaf dan Nonaktifkan Pelaku

Pelaku Teror Andrie Yunus Tertangkap: 4 Oknum Intelijen TNI, Mayoritas Perwira dari AL dan AU

TAGGED:BaturbundesmaPINJOL
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi BPJS Kesehatan. Mulai April Ada Daftar Baru, BPJS Nggak Tanggung Semua Lagi
Next Article Ilustrasi aksi penganiayaan. Cemburu Meledak di Kalibening, Pelajar Dihajar Sampai Parah

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kemarau Panjang Ngintip Jateng, Ada Yang Sampai Sembilan Bulan

Owabong Diserbu Libur Lebaran, Pengunjung Membludak Hampir Tiga Puluh Ribu

Ilustrasi aksi penganiayaan.

Cemburu Meledak di Kalibening, Pelajar Dihajar Sampai Parah

Dana Desa Dipakai Bayar Pinjol, Bendahara Bundesma Kini Tersangka

Ilustrasi BPJS Kesehatan.

Mulai April Ada Daftar Baru, BPJS Nggak Tanggung Semua Lagi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Dua Putri Gus Dur Ikut Desak Bebaskan Aktivis Semarang

Desember 5, 2025
Hukum

Vonis Mati Menghantui Awak Sea Dragon Kasus Sabu 2 Ton, Jaksa: Sesuai UU

Februari 22, 2026
Ilustrasi oknum polisi nakal. (grafis/wahyu)
Hukum

Begini Kasus Penganiayaan oleh Anggota Polairud Sikka, kini Masuk Proses Etik

Desember 3, 2025
Bripda Rio bersama tentara bayaran Rusia lainnya.
Hukum

Nasib Bripda Rio Eks Brimob Aceh setelah Gabung Tentara Bayaran Rusia, Menkum Buka Suara

Januari 19, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dana Desa Dipakai Bayar Pinjol, Bendahara Bundesma Kini Tersangka
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?