BACAAJA, SEMARANG – Media tak cuma soal bikin berita. Ada tanggung jawab lebih besar, salah satunya ikut melindungi anak-anak dari paparan kekerasan, intoleransi, hingga terorisme.
Itu yang jadi alasan digelarnya Meet & Greet Densus di sekolah-sekolah. Acara ini digagas dengan konsep santai dan dekat dengan dunia pelajar. Media online bacaaja.co terlibat dapat pelaksanaan itu.
Chief Operating Officer (COO) bacaaja.co, Puji Utami, menyebut posisi media memang tak bisa lepas tangan. Apalagi melihat banyak kasus belakangan yang melibatkan anak SMA.
Bacaaja: Densus Masuk Sekolah Mau Cari Apa? Ternyata Bahas Ini, Bikin Heboh SMAN 6 Semarang
Bacaaja: Meet & Greet SMAN 6 Semarang, Densus: 22 Pelajar Jateng Terpapar Paham Radikal, Banyak dari Medsos
“Ini sebenarnya karena kita kan media ya. Jadi sebagai salah satu tanggung jawab kita agar anak-anak itu tidak tersangkut kekerasan atau intoleransi dan lain-lain,” kata Puji usai acara Meet & Greet Densus di Semarang, Selasa (10/2/2026).
Karena itu, pihaknya memilih menggandeng sekolah-sekolah. SMAN 6 Semarang dipilih sebagai titik awal sekaligus percontohan.
“Di SMA 6 ini adalah pilot project kami bersama Densus. Nanti rencananya akan berkeliling ke seluruh SMA, SMK di Jawa Tengah,” ujarnya.
Kolaborasi dengan Densus 88 juga bukan hal baru bagi bacaaja.co. Beberapa kegiatan serupa sebelumnya sudah pernah dilakukan bersama.
“Kenapa dengan Densus, karena memang kami sudah beberapa kali berkolaborasi untuk kegiatan seperti ini,” ucap Puji.
Sasaran utama dipilih anak-anak SMA. Alasannya sederhana, karena kasus-kasus yang muncul belakangan banyak menyentuh usia remaja.
“Beberapa waktu terakhir ini kita menemukan berbagai kasus yang menyangkut anak-anak SMA. Ini sudah jadi tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Soal konsep acara, Puji menegaskan pendekatannya dibuat ringan. Materi berat disampaikan dengan cara yang lebih akrab.
“Karena audience-nya adik-adik SMA, bagaimana kita menyampaikan itu secara enak, masuk ke dunia mereka, biar bisa diterima dengan baik,” tutupnya. (bae)


