BACAAJA, SEMARANG- Stadion Jatidiri Semarang lagi biru-birunya. PSIS Semarang sukses ngegas tanpa rem dan menggulung Persipal Palu dengan skor sadis 6-1 di pekan 22 Championship 2025/2026, Minggu (29/3/2026) malam.
Bukan cuma menang, ini statement: Laskar Mahesa Jenar belum habis, bro. Tiga poin ini bukan sekadar angka. PSIS langsung cabut dari zona merah, naik ke posisi 8 dengan 19 poin, nyalip Persiba Balikpapan.
Baca juga: PSIS vs Persipal, Laga Hidup Mati di Jatidiri
Sementara itu, Persipal makin tenggelam di dasar klasemen, ibarat kapal bocor yang belum nemu pelampung.
Dari awal laga, PSIS udah keliatan lapar. Main agresif, neken terus, gak kasih napas. Gol pembuka akhirnya datang di menit 22 lewat sentuhan dingin Beto Goncalves. Satu gol itu kayak pembuka keran, abis itu? Ya banjir.
Pesta Gol
Masuk babak kedua, bukan malah santai, PSIS makin brutal. Satu per satu gol lahir: sundulan, sontekan, sampai penalti. Nama-nama kayak Esteban Vizcarra, Dani Ibrohim, sampai Otavio Dutra ikut nimbrung di pesta gol.
Tapi spotlight jelas jatuh ke Beto. Striker senior ini kayak lagi main FIFA mode easy, nyetak hattrick tanpa ampun. Tiga gol, satu pesan: usia boleh nambah, tapi insting predator tetap tajam.
Persipal? Sempat nyoba ngelawan lewat counter attack, tapi ya gitu… serangan mereka lebih sering mentok. Gol hiburan baru datang di ujung laga lewat penalti Afandi, itu pun setelah drama kartu merah kiper PSIS, Rizky Darmawan, yang bikin gelandang Denilson jadi kiper dadakan.
Baca juga: Jelang Kontra Persipal, PSIS Gelar Latihan di Boyolali
Plot twist dikit lah biar gak terlalu sempurna. Peluit panjang bunyi, skor 6-1 gak berubah. Jatidiri malam itu bukan cuma saksi kemenangan, tapi juga bukti kalau PSIS lagi on fire dan serius mau bangkit.
Kalau sepak bola itu soal “fair play”, malam ini PSIS kayaknya lupa remnya di rumah, soalnya yang dibagi ke tamu bukan poin, tapi paket gol all-you-can-eat. (tb)


