Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Belum Dimulai Sudah Dibatalkan! Pemerintah Gak Jadi Berlakukan Sekolah Daring
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Belum Dimulai Sudah Dibatalkan! Pemerintah Gak Jadi Berlakukan Sekolah Daring

R. Izra
Last updated: Maret 26, 2026 5:15 pm
By R. Izra
2 Min Read
Share
ilustrasi sekolah daring di rumah.
ilustrasi sekolah daring di rumah.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Wacana sekolah online lagi mulai April 2026 yang sempat bikin heboh, akhirnya resmi dibatalkan. Jadi, fix siswa tetap belajar tatap muka seperti biasa.

Keputusan ini disampaikan Menteri Koordinator PMK, Pratikno, setelah rapat lintas kementerian.

Kata Pratikno, setidaknya ada tiga alasan utama mengapa rencana sekolah daring dibatalkan.

Bacaaja: MBG Mau Dipangkas Satu Hari, Hematnya Bisa Tembus Puluhan Triliun
Bacaaja: Pemerintah Wacanakan Belajar Di Rumah Untuk Anak Sekolah, Nasib MBG Nih?

1. Biar Nggak “Learning Loss”

Alasan paling utama: pemerintah nggak mau kualitas belajar siswa turun.

Kalau terlalu lama belajar online, dikhawatirkan muncul learning loss alias penurunan pemahaman siswa.

Makanya, sekolah tatap muka dianggap lebih aman buat jaga kualitas pendidikan.

2. Belajar Harus Lebih Optimal

Menurut Pratikno, proses belajar sekarang justru harus makin maksimal, bukan malah dikurangi kualitasnya.

Pembelajaran harus optimal dan tidak menurun.

Artinya, sekolah langsung (luring) masih jadi opsi terbaik dibanding daring.

3. Daring Belum Jadi Kebutuhan Mendesak

Walaupun sempat dibahas sebagai bagian dari efisiensi energi, pemerintah menilai sekolah online belum urgent.

Hasil rapat lintas kementerian menyimpulkan: daring bukan prioritas saat ini, sehingga sekolah tatap muka tetap jadi pilihan utama.

Keputusan ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang lagi ngejar peningkatan kualitas SDM, khususnya di bidang pendidikan.

Senada disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menjelaskan keputusan ini diambil berdasarkan hasil rapat lintas kementerian.

“Pembelajaran di sekolah dilaksanakan seperti biasa dengan pertimbangan akademik dan penguatan pendidikan karakter,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Menurut Mu’ti, alasan utama pembatalan sekolah online bukan cuma soal akademik, tapi juga pembentukan karakter siswa.

Sekolah tatap muka dinilai lebih efektif untuk:

  • membangun disiplin
  • meningkatkan interaksi sosial
  • membentuk kebiasaan positif

Jadi, belajar di kelas masih dianggap paling optimal dibanding dari rumah. (*)

You Might Also Like

“Pemilihan Ketua KONI Jateng: Drama Permenpora Jadi Plot Twist?”

Keris Bukan Cuma Mistis: Kemenbud Dorong Edukasi Biar Nggak Salah Kaprah

Ketika Warga Lebih Percaya Damkar daripada Polisi, Ada Apa? 

Pengacara Senior OC Kaligis Ngamuk soal Plaza Klaten, Laporkan Tiga Hakim Tipikor Semarang

Jelang Iduladha, Pertamina Tambah Pasokan Elpiji 3 Kg

TAGGED:batalkan sekolah daringheadlineMBGpemerintahsekolah daringsekolah luring
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Wisatawan memadati area Pancuran 13, Guci, Kabupaten Tegal. Tetap Ramai Meski Ada Larangan, Pancuran 13 Guci Diserbu Wisatawan di Libur Lebaran
Next Article Wakil Ketua DPRD Jateng, M Saleh (kanan), mendampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (tengah), berdiskusi dengan Bupati dan jajaran Forkopimda Sragen. Saleh Dampingi Bahlil ke Sragen, Serius Ngobrolin Potensi Energi dan Sinergi Pusat-Daerah

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Tengah, Dhoni Widianto. (dul)

Jateng Kekurangan Nakes, Pemprov Usulkan 2.076 Formasi CASN pada 2026

Ratusan Perusahaan di Semarang Nunggak BPJS, Utangnya Tembus Rp13,7 Miliar

Salatiga Bakal Jadi “Istana” Dadakan, 100 Lebih Raja dan Sultan Siap Kumpul

Perundungan di SMP Nasima Disorot, FPDI-P Minta Disdik Jangan Diam

Ilustrasi gempa bumi.

Gempa Kembar Guncang Venezuela, Perkiraan Korban Capai 100.000 Jiwa

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Dakwaan Ngaco, Mahasiswa Demo May Day Kompak Minta Dibebasin

Agustus 21, 2025
Kejaksaan Agung dalami kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek. Kasus ini menyeret mantan Mendikbud Nadiem dan pejabat lain, dengan kerugian negara mencapai Rp1,98 triliun. Foto: dok.
Hukum

Barisan Menteri Era Jokowi yang Terseret Korupsi, Siapa Lagi Menyusul?

September 6, 2025
KAWAL SIDANG--Aktivis Pati, Ahmad Husein (berjas hitam), memanjat pagar meneriakkan dukungan terhadap Bupati Sudewo yang disidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (22/6/2206). (bae)
Hukum

Husein Pati ‘Si Penjilat’ Teriak Lantang di Tipikor Semarang: Sudewo Korban Politik!

Juni 22, 2026
Sepak Bola

Balikan Sama Mantan, PSIS Gandeng Riors buat Musim Baru

Mei 27, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Belum Dimulai Sudah Dibatalkan! Pemerintah Gak Jadi Berlakukan Sekolah Daring
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?