BACAAJA, SOLO – Kerja dari mana saja alias work from anywhere (WFA) mulai diuji coba di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Tapi tenang, ini bukan kebijakan lepas tangan.
Wali Kota Solo Respati Ardi menegaskan, uji coba WFA bakal diawasi ketat dari awal sampai akhir.
Trial WFA ini rencananya berlangsung selama satu bulan, dan cuma diterapkan setiap hari Rabu.
Bacaaja: Rabu Nggak Harus ke Kantor, Pemkot Surakarta Jajal WFA
Bacaaja: Cek Langsung Talud Longsor di Nusukan Solo, Respati: Tangani Menyeluruh, Jangan Setengah-setengah
Nggak semua pegawai ikut, karena kebijakan ini hanya berlaku untuk pegawai yang tidak bersentuhan langsung dengan pelayanan publik.
“Tentu kita punya sistem monitoring yang kuat. Ada 9 OPD yang kita trial dan tetap kita jalankan. Yang penting, OPD pelayanan tidak ada WFA,” kata Respati saat ditemui di kantornya, Selasa (13/1/2026).
Respati menjelaskan, uji coba ini bukan cuma soal fleksibilitas kerja. Pemkot ingin melihat dampak plus-minusnya secara nyata, terutama soal efisiensi anggaran.
Semua akan diukur, dievaluasi, dan dijadikan bahan pertimbangan sebelum kebijakan ini dilanjutkan.
“Pasti akan kita cek perkembangannya seperti apa, plus-minusnya apa, dan akan kita ukur efisiensinya supaya benar-benar berdampak ke penghematan anggaran,” jelasnya.
Soal target, Respati berharap kebijakan ini bisa memangkas anggaran operasional hingga 29 persen.
Angka tersebut bukan sekadar hitungan di atas kertas, tapi akan dialihkan langsung untuk kebutuhan pembangunan kota.
“Harapannya bisa efisiensi sampai 29 persen. Supaya operasional bisa ditekan dan pelayanan serta pembangunan Kota Surakarta tetap jalan,” ujarnya.
Dana hasil efisiensi itu, lanjut Respati, bakal difokuskan ke sektor yang paling mendesak. Salah satunya adalah perbaikan drainase lingkungan, yang selama ini jadi biang genangan dan banjir di sejumlah titik kota.
“Yang paling urgent tentu drainase lingkungan, supaya tidak ada genangan-genangan. Pembangunan tetap harus optimal,” tambahnya.
Meski memberi ruang WFA, Respati menegaskan pelayanan publik tetap jadi prioritas utama. Karena itu, kebijakan ini tidak berlaku untuk pegawai layanan, dan hanya diterapkan pada pegawai administrasi.
Ia juga mengingatkan para ASN Pemkot Solo untuk tetap adaptif selama masa uji coba. Jika hasilnya dinilai efektif dan efisien tanpa mengurangi kualitas layanan, bukan tidak mungkin WFA akan diperluas.
“Kalau efektif, efisien, dan pelayanan masyarakat tidak berkurang, tentu akan kita lanjutkan. Bahkan bisa saja nanti hari WFA-nya ditambah,” imbuhnya.
Untuk sementara, Pemkot Solo memilih jalan aman: uji coba dulu, pantau ketat, baru ambil keputusan. (*)


