Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Rabu Nggak Harus ke Kantor, Pemkot Surakarta Jajal WFA
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Rabu Nggak Harus ke Kantor, Pemkot Surakarta Jajal WFA

Kerja nggak selalu harus duduk manis di balik meja kantor. Pemkot Surakarta mulai melirik pola kerja yang lebih fleksibel. Mulai awal 2026, pegawai bakal nyobain skema work from anywhere (WFA). Tapi catatannya satu: layanan publik tetap jalan, dan yang kebablasan malah nongkrong siap-siap kena semprit.

T. Budianto
Last updated: Januari 12, 2026 9:26 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SURAKARTA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta bakal segera menjalankan simulasi work from home (WFH) atau work from anywhere (WFA) untuk para pegawai. Kebijakan ini jadi salah satu jurus efisiensi anggaran setelah dana transfer ke daerah (TKD) ikut dipangkas.

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi bilang, uji coba bakal dimulai dalam waktu dekat. Hari Rabu dipilih sebagai hari percobaan, dengan skema dan posisi tertentu.

“Dari bagian organisasi menyampaikan nanti akan kita trial di Rabu. Akan ada pos-pos tertentu, dan ini masih masa uji coba,” kata Respati di Balai Kota Surakarta, Senin (12/1/2026).

Baca juga: Buruan Daftar! Siapa Tahu Kamu-lah Sebenarnya CEO yang Dicari Pemkot Solo

Meski terdengar santai, Respati menegaskan WFA ini nggak bakal ganggu layanan publik. Pegawai yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap wajib masuk seperti biasa.

“Puskesmas jelas tidak WFH. Yang bisa WFH itu pekerjaan yang memang bisa diselesaikan di luar kantor. Jadi bukan soal persentase pegawai, tapi fungsinya,” jelasnya.

Tetap Dipantau

Pengawasan juga nggak main-main. BKPSDM bakal turun tangan memastikan pegawai tetap kerja, bukan sekadar ganti lokasi nongkrong. Mulai dari jam kerja sampai bukti aktivitas bakal dipantau.

“Pengawasan termasuk waktu kerja dan foto bekerja di wilayah domisili Surakarta. Kalau nongkrong nggak jelas, akan kita sanksi. Sistemnya ada, kelihatan mana yang bolos,” tegas Respati.

Selain efisiensi, Respati juga menyinggung dampak ekonomi lokal. Skema ini diharapkan ikut menggerakkan UMKM warga, bukan malah bikin kota makin sepi.

Baca juga: Penerbangan Solo-Bandung dan Solo-Surabaya Comeback

“Teknisnya nanti dari bagian organisasi. Yang jelas ini soal efektif, efisien, dan keberpihakan ke UMKM. Insyaallah awal 2026 sudah jalan,” tambahnya. Dari sisi anggaran, Pemkot Solo berharap bisa memangkas biaya operasional, mulai dari listrik kantor sampai penggunaan kendaraan dinas.

“Semoga banyak penghematan, AC dikunci di level 25, penggunaan kertas, BBM, mobil dinas, semuanya kita detailkan,” pungkasnya. Jadi, WFA versi Pemkot Surakarta bukan berarti bebas rebahan. Boleh kerja dari mana saja, asal bukan dari warung kopi sambil lupa laporan. (tebe)

You Might Also Like

Soal Kriminalisasi Dokter, Dimas Pasang Badan dari Purbalingga

Ojol Perempuan di Jateng Bakal Punya “Tameng Digital”

iPhone 17 Pro & Pro Max Resmi Meluncur: Desain Baru, Kamera 48MP, dan Storage Super Jumbo 2TB

Sudah Diperingatin Tetap Nekat, Pemotor Tewas Ketabrak KA Harina di Kokrosono Semarang

Kapolri Nekat Tabrak Putusan MK, Polisi Aktif Bisa Ngantor di 17 Lembaga

TAGGED:headlinepemkot surakartarespati ardiwali kota surakartaWFA
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Yos Sudarso Mau Jadi Song Wat Road-nya Solo, Arus Lalin Lagi Dirembuk
Next Article New Zealand Ninggal Janji: Korban TPPO Akhirnya Bicara

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Panitia PSMTI Funwalk & Run Jaring Peserta ke Sejumlah Kota

ANTISIPASI VIRUS--Selebaran berisi edukasi pencegahan Hantavirus yang dibuat Polda Jateng. (ist)

Hantavirus Lagi Rame, Semarang Masih Aman tapi . . . .

Kalapas Purwodadi Ajak WBP Hidup Sehat

Souvenir Wanginya Kebangetan, Nikahan Anak Soimah Malah Makin Ramai Dibahas

Jakarta Mulai Waspada, Hantavirus Diam-Diam Bikin Geger Warga

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Menteri Supratman Andi Agtas didampingi Dirjen AHU berfoto bersama Pengurus DPP PDI Perjuangan periode 2025-2030 usai menyerahkan SK pengurus DPP PDI Perjuangan, Kamis (11/9/2025) Foto: dok.
Nasional

SK Pengesahan Kepengurusan DPP PDIP 2025-2030 Resmi Diserahkan Kemenkum

September 11, 2025
Politik

FX Rudy Janji Nggak Akan “Gusur-Gusuran” Kader

Agustus 22, 2025
Info

Dapur Ngebul, Perut Aman: Relawan Pekalongan Masak Ribuan Porsi

Januari 19, 2026
Daerah

Bukan Sekadar Nama Jalan, Ini Pesan Agustina Wilujeng Saat Resmikan Jalan YB Mangunwijaya

September 8, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Rabu Nggak Harus ke Kantor, Pemkot Surakarta Jajal WFA
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?