Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: AKBP Basuki Akui Salah tapi Tak Pernah Minta Maaf Atas Kematian Levi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

AKBP Basuki Akui Salah tapi Tak Pernah Minta Maaf Atas Kematian Levi

Ngaku salah itu satu hal. Tapi kalau kata “maaf” nggak pernah keluar, rasanya tetap ada yang ganjil. Itulah yang bikin sidang kasus kematian Levi di Semarang makin panas dan penuh tanda tanya.

T. Budianto
Last updated: Maret 17, 2026 5:45 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
JALANI SIDANG: AKBP Basuki menjalani sidang di Pengadilan Negeri Semarang. (Foto: bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- AKBP Basuki mengaku salah atas kematian dosen muda Semarang, Levi. Tapi ternyata ia belum pernah menyampaikan maaf ke keluarga teman wanitanya itu.

Untung saja majelis hakim tidak langsung mengabulkan permintaan Basuki yang ingin sidangnya dipercepat dan nantinya dihukum ringan.

Hakim ingin mendengar keterangan keluarga Levi dulu. Lalu jaksa menghadirkan kakak kandung Levi, Perdhana Cahya Devin di pengadilan Senin (16/3/2026). Dalam sidang, kakak Levi blak-blakan soal sikap Basuki. Ia menyebut Basuki belum pernah minta maaf ke keluarga sejak kejadian itu.

Baca juga: AKBP Basuki Minta Dihukum Ringan, Manfaatkan Celah di KUHP Baru

“Selama ini terdakwa belum pernah berjumpa maupun meminta maaf kepada keluarga korban,” kata jaksa Ardhika Wisnu saat dikonfirmasi, Selasa (17/3/2026). Basuki pun mengakui. Ia belum pernah bertemu keluarga Levi untuk menyampaikan permohonan maaf.

Keluarga Levi juga mengaku masih syok dengan kejadian ini. Mereka bilang banyak informasi simpang siur karena tak ada komunikasi dari pihak Basuki. Setelah mendengar keterangan itu, hakim memutuskan sidang tetap lanjut. Agenda berikutnya adalah pemeriksaan saksi-saksi.

Satu Kamar

Kasus ini sendiri bermula dari peristiwa dini hari 17 November 2025 di kamar Kostel Mimpi Inn, kawasan Gajahmungkur, Semarang. Saat itu Basuki berada satu kamar dengan Levi. Menurut jaksa, Basuki sempat melihat Levi dalam kondisi kritis dengan napas tersengal.

Tapi ia tidak mencari pertolongan. Basuki malah kembali tidur. Beberapa jam kemudian saat bangun lagi, Levi sudah tidak bernapas dan tubuhnya mulai dingin.

Baca juga: Mahasiswa Untag Kenang Dosen Levi Ceria dan Friendly, Desak Polisi Usut Tuntas

Di ruang sidang, pengakuan bisa terdengar lantang. Tapi tanpa empati, semua itu cuma jadi kalimat kosong, karena kadang, yang paling ditunggu bukan pembelaan, tapi satu kata sederhana yang tak kunjung datang: maaf. (bae)

 

You Might Also Like

Anggaran Jumbo MBG Disorot, KPK Bilang Rawan, Ah Berani?

Aduh! Cuma Gara-Gara Senggolan, Sopir Taksi Online Ditodong Oknum Tentara

Desak Transparansi Kasus Eks-Jampidsus Febrie Adriansyah, Mahasiswa Geruduk Kejati Jateng

Setahun Ini Imigrasi Jateng Usir Hampir 100 WNA

Heboh di Banjarnegara, Pengasuh Ponpes Diduga Lakukan Pencabulan Kepada 4 Santriwati

TAGGED:akbp basukileviuntag semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Mohammad Saleh Imbau Pemudik Utamakan Keselamatan
Next Article Pemprov Berangkatkan Ratusan Pemudik Gratis dari Pasar Senen

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Pikap KDMP Nongol di Mal, Faktanya Bikin Kaget

Drama Jesslyn Terkuak, Bukan Korban Penculikan

PEMELIHARAAN JARINGAN - PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah melaksanakan kegiatan Improvement All-Dielectric Self-Supporting (ADSS) pada jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Medari–Sanggrahan Tower 39 hingga Tower 42 Line A yang berlokasi di Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

PLN Icon Plus Jaga Keandalan Layanan melalui Improvement Infrastruktur Jaringan di Magelang

Ilustrasi tawuran. (grafis/tera)

Tawuran Viral, 20 Siswa Langsung Dipulangkan

Viral Duel Cewek di Bali, Jagung Bakar Bukan Biang Keroknya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

HukumInfo

Siber Polda Jateng – FBI Bongkar Penipuan Pig Butchering di Solo: Targetkan Korban Warga Amerika Serikat, Kerugian Puluhan Miliar

Juni 1, 2026
Hukum

Polda Jateng Tegaskan Anggota Tetap Wajib Kooperatif saat Dipanggil Kejaksaan, Namun….

Juli 11, 2026
KIAI CABUL - Kiai Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, mengaku wali untuk memanipulasi psikologi korban. Kiai Ashari mencabuli 50 santriwati, mayoritas korban berasal dari keluarga rentan.
Hukum

The Power of Kiai Ashari: Cabuli 50 Santriwati, Bebas Berkeliaran Gak Ditahan, Polisi Kalah Sakti?

Mei 5, 2026
Ilustrasi warga binaan dalam penjara.
Hukum

Tiga Kreak Ditangkap setelah Keroyok Pesilat Pagar Nusa hingga Tewas di Demak

Desember 27, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: AKBP Basuki Akui Salah tapi Tak Pernah Minta Maaf Atas Kematian Levi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?