Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Wali Kota Semarang Dorong Koperasi Merah Putih Jadi “Gudang Kulakan” Kios Warga
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Wali Kota Semarang Dorong Koperasi Merah Putih Jadi “Gudang Kulakan” Kios Warga

Di tengah padatnya gang-gang perumahan di Semarang, kios-kios kecil masih jadi andalan warga buat belanja kebutuhan sehari-hari. Tapi sering kali, mereka kesulitan cari tempat kulakan yang stabil dan dekat.

T. Budianto
Last updated: September 8, 2025 11:38 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
KUNJUNGI KKMP: Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mendampingi bersama Staf Khusus Menteri Koperasi RI Ambar Pertiwiningrum meninjau aktivitas Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Gedawang yang menjual kebutuhan pokok bagi warga, Minggu (7/9). (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Kios-kios kecil di gang pemukiman bakal makin hidup kalau punya “partner” baru buat kulakan. Hal itu disampaikan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, yang mendorong Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Gedawang jadi pusat distribusi kebutuhan sehari-hari bagi kios-kios warga.

Pesan itu disampaikan Agustina saat mendampingi kunjungan Staf Khusus Menteri Koperasi RI, Ambar Pertiwiningrum, di Kelurahan Gedawang, Banyumanik, Minggu (7/9). “Satu hal yang saya pesankan ke teman-teman di Koperasi Merah Putih ini, supaya jadi agen, pusat kulakan dari kios-kios yang ada di gang-gang. Supaya semuanya hidup,” ujarnya.

Agustina menegaskan, koperasi bukanlah pesaing kios kecil, tapi justru mitra agar usaha warga tetap jalan. “Supaya pemilik kios di gang-gang itu juga enggak resah. Koperasi hadir sebagai partner, bukan lawan,” tambahnya.

Menurutnya, aktivitas di KKMP Gedawang sudah oke, tinggal butuh promosi biar makin kencang. “Ini cuma kurang promosi aja. Kalau udah, wah barangnya bisa ludes terus,” canda Agustina yang disambut tawa warga.

Kreatifitas Pengurus

Sementara itu, Ambar Pertiwiningrum memberi apresiasi pada KKMP Gedawang yang baru berdiri 1,5 bulan tapi sudah kreatif dan mandiri tanpa modal bank. “Artinya, enggak ada yang mustahil. Koperasi kelurahan bisa jalan asal pengurusnya kreatif,” ujarnya.

Ambar juga menilai koperasi penting untuk memperkuat masyarakat kelurahan, apalagi tidak ada dana desa di level ini. Ia bahkan kagum dengan layanan delivery yang disediakan pengurus. “Kalau ada pengantaran, otomatis masyarakat lebih tertarik jadi anggota. Apalagi banyak perumahan di sekitar sini,” katanya.

Saat ini, KKMP Gedawang sudah mengelola usaha beragam: mulai dari gerai sembako, gas LPG, frozen food, es teh jumbo, sampai layanan Laku Pandai bareng Bank Jateng. Targetnya, 500 anggota biar modal makin kuat.

Dengan terobosan itu, KKMP Gedawang diharapkan jadi model koperasi kelurahan yang enggak cuma menggerakkan ekonomi anggotanya, tapi juga bikin kios-kios kecil di lingkungan sekitar tetap survive. (*)

You Might Also Like

71 Kopdes Merah Putih di Boyolali Dapat “Senjata Baru”: Pikap 4×4 Buat Gas Ekonomi Desa

Sempat Nonaktif, Data PBI Tiga Ribu Warga Semarang “Nyala” Lagi

Vilantika Vida Rahayu,  Dari Gadis Ndeso ke Pengusaha Feminin Care Nasional Mengikis Stigma Wong Ndeso

Dari Pena ke Layar, Kaligrafi MTQ Makin Ngegas

Semarang Disebut “Rumah Besar”, Agustina Janji Nggak Ada yang “Ditinggal” di Usia 479

TAGGED:agustina wilujengkopdes merah putihpemkot semarangwali kota semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ketua IDI Jateng, Dr. Telogo Wismo Agung Durmanto (tengah) saat berada di kantornya bersama pengurus IDI. (bae) IDI Jateng Pasang Badan, Gak Terima Dokter RSI Sultan Agung Jadi Korban Kekerasan Keluarga Pasien ‘Sultan’
Next Article Bukan Sekadar Nama Jalan, Ini Pesan Agustina Wilujeng Saat Resmikan Jalan YB Mangunwijaya

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

BARONGSAI - Sejumlah pemain barongsai mengenakan baju hijau, tengah memegang kepala barongsai dan memegang dupa, Jumat (25/9/2026). Mereka baru saja mengikuti atraksi untuk meramaikan gelaran Mooncake Festival di Kawasan Pecinan Semarang. (dul)

Barongsai Turun ke Jalan, Rangkaian Mooncake Festival Bikin Warga Berkerumun

Begini Bentuk Hisab Amal di Hari Kiamat

Kemenkum Jateng Dorong Pelaku Usaha Tak Asal Pilih Merek

Mooncake Festival 2026 Hidupkan Kawasan Pecinan Semarang

Sekda Banyumas Mundur Usai Diperiksa KPK

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Agustusan di Semarang: Ada Layanan Gratis, Diskon Pajak hingga Pesta Rakyat Sepanjang Bulan

Agustus 2, 2026
Ilustrasi pembayaran tunai menggunakan mata uang rupiah.
Ekonomi

Menolak Pembayaran Tunai Itu Melanggar Hukum Lho! DPR Soroti Praktik Cashless

Desember 25, 2025
Fokus

Banjir Ngaliyan-Tugu, Peneliti Amerta: Kota Salah Ditata

Mei 22, 2026
Daerah

Buruh Semarang Ngudoroso UMR, Wali Kota: Tenang, Tak Kawal…

November 25, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Wali Kota Semarang Dorong Koperasi Merah Putih Jadi “Gudang Kulakan” Kios Warga
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?