Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Green Jobs Bukan Cuma Urusan Anak Teknik, Gen Z Harus Jadi Talenta Serbabisa!
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Sirkular

Green Jobs Bukan Cuma Urusan Anak Teknik, Gen Z Harus Jadi Talenta Serbabisa!

T. Budianto
Last updated: November 8, 2026 4:13 pm
By T. Budianto
5 Min Read
Share
DISKUSI PANEL: Suasana diskusi panel dalam acara Youth Economic Summit 2026 yang diselenggarakan oleh CORE Indonesia bersama Suara.com di Gedung Perfilman Usmar Ismail, Jakarta, Sabtu (7/11/2026). (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA– Dunia kerja sedang bergeser. Pekerjaan yang dulu mengandalkan satu keahlian kini mulai menuntut kemampuan lintas disiplin. Apalagi ketika ekonomi hijau atau green economy makin berkembang. Punya satu gelar dan satu keterampilan saja bisa jadi belum cukup untuk memenangkan persaingan.

Pesan itulah yang disampaikan Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Sahaya Aulia Azzahra, dalam Youth Economic Summit 2026 yang digelar CORE Indonesia bersama Suara.com di Gedung Perfilman Usmar Ismail, Jakarta, Sabtu (7/11/2026).

Menurut Sahaya, Indonesia membutuhkan tenaga kerja yang bukan sekadar spesialis atau generalis, melainkan versatilist. Istilah ini merujuk pada talenta yang mampu menggabungkan keahlian utama dengan berbagai keterampilan lintas bidang.

Kemampuan tersebut dinilai penting untuk menjawab kesenjangan keterampilan atau skill mismatch yang masih menjadi persoalan di pasar kerja, terutama ketika kebutuhan industri hijau terus berkembang.

Sahaya mengingatkan, pemahaman mengenai green jobs masih sering keliru. Pekerjaan hijau bukan sekadar profesi yang berhubungan dengan lingkungan. Mengacu pada definisi Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), ada dua syarat utama agar suatu pekerjaan masuk kategori green jobs.

Baca juga: BPS: Kerja 1 Jam per Minggu Bukan Kategori Pengangguran

Pertama, pekerjaan tersebut harus memenuhi prinsip pekerjaan layak. Kedua, menghasilkan barang atau jasa ramah lingkungan atau menerapkan praktik operasional yang ramah lingkungan.

Artinya, bekerja di bidang pengolahan limbah atau pemasangan panel surya belum otomatis menjadikan seseorang pekerja hijau. Jika upah, jam kerja, dan standar keselamatan serta kesehatan kerja (K3) tidak terpenuhi, pekerjaan tersebut belum bisa disebut green jobs.

Ke depan, pertumbuhan lapangan kerja global diperkirakan terkonsentrasi pada lima sektor, yakni transformasi digital dan AI, sistem pangan dan pertanian, transisi hijau di bidang energi dan air, penguatan manufaktur domestik, serta pembangunan infrastruktur.

Dari sektor-sektor tersebut, kebutuhan tenaga kerja diprediksi semakin mengarah pada teknisi dengan keterampilan menengah hingga tinggi. Mulai dari teknisi pendingin, pemasang panel surya, sampai desainer kendaraan listrik bakal memiliki peluang yang semakin terbuka.

Sahaya mencontohkan transisi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Thailand. Perubahan industri tersebut memicu penurunan tajam kebutuhan pekerja berketerampilan rendah, sementara permintaan tenaga kerja berketerampilan menengah meningkat hingga 2,5 kali lipat.

Daya Saing

Sayangnya, peluang besar tersebut belum sepenuhnya didukung daya saing tenaga kerja Indonesia. Berdasarkan Global Talent Competitiveness Index (GTCI), Indonesia berada di peringkat 80 dari 135 negara. Posisi ini masih tertinggal dari Malaysia, Vietnam, dan Filipina, serta hanya berada di atas India yang menempati peringkat 100.

Menurut Sahaya, minat masyarakat terhadap pendidikan vokasi sebenarnya cukup tinggi. Namun, persoalan muncul karena pelatihan yang diberikan belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan nyata perusahaan.

“Masalah utamanya ada pada skill mismatch karena minimnya pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan riil perusahaan,” ungkapnya. Indonesia juga masih kekurangan tenaga kerja berketerampilan tinggi, seperti peneliti, profesional, dan manajer senior. Di sisi lain, persoalan kesejahteraan karyawan yang menempatkan Indonesia pada peringkat 79 turut menjadi tantangan mempertahankan talenta terbaik.

Menariknya, peluang green jobs ternyata bukan monopoli lulusan teknik, sains, atau rumpun STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Lulusan sosial dan humaniora (Soshum) juga punya kesempatan masuk industri hijau asalkan bersedia memperluas kompetensi.

Sahaya mencontohkan lulusan Manajemen Sumber Daya Manusia yang bisa mengambil sertifikasi Health, Safety, and Environment (HSE). Sementara lulusan Ekonomi Syariah dapat mengembangkan riset pembiayaan transisi energi berbasis syariah.

Baca juga: Pemprov Siapkan Pekerja Migran Jateng Jadi Profesional

Ia mendorong mahasiswa, pencari kerja, dan lulusan baru meningkatkan daya saing melalui sertifikasi profesi, kursus intensif, hingga magang langsung di industri (on-the-job training).

Kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan juga diperlukan agar keterampilan tenaga kerja benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar.

Youth Economic Summit 2026 sendiri diselenggarakan CORE Indonesia bersama Suara.com dengan Uni Eropa sebagai peserta khusus.

Pesan Sahaya cukup jelas: masa depan pekerjaan tidak hanya milik mereka yang paling pintar di satu bidang, tetapi juga mereka yang mau terus belajar dan beradaptasi.

Sebab, di era green jobs, ijazah mungkin menjadi tiket masuk dunia kerja. Namun, kemampuan lintas disiplin dan kemauan belajar adalah bekal untuk bertahan. Jangan sampai gelar sudah panjang, tetapi daftar keterampilan masih pendek. Industri sudah berlari menuju masa depan hijau, sementara pencari kerjanya masih sibuk mencari tahu harus mulai dari mana. (tebe)

You Might Also Like

Investor Australia Siapkan Investasi 350 Juta Dollar AS di Batang

Hari Ke-6 Kebakaran, Bara TPA Jatibarang Belum Juga Padam

Kades Curhat ke Luthfi: Dari Bankeu Sampai Puskesmas Dibahas

Masih Ingat Dias, Dosen Unissula Ribut dengan Dokter? PN Semarang Jatuhkan Denda Rp8 Juta

Naikin Gaji ASN, Prabowo Main Aman atau Efisien?

TAGGED:coregreen jobheadline
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Tren Buruk Patah di Jakabaring
Next Article TERIMA PENGHARGAAN: Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang mewakili perusahaan, menerima penghargaan CNN Indonesia Awards 2026. (ist) Dipimpin Ady Setiawan, PDAM Tirta Moedal Raih Penghargaan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Turis Jerman Kepincut Pesona Candirejo

Lapas Purwodadi Tanam 3.000 Meter Persegi Okra

Ilustrasi persiapan personel menghadapi tanggap darurat bencana banjir.

Semarang Siaga Bencana, Warga Bisa Lapor Lewat Call Center 112

Pengangguran Gen Z Tembus 17 Persen

TERIMA PENGHARGAAN: Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang mewakili perusahaan, menerima penghargaan CNN Indonesia Awards 2026. (ist)

Dipimpin Ady Setiawan, PDAM Tirta Moedal Raih Penghargaan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Kontainer “Siluman” di Tanjung Emas Dibongkar KPK

Mei 15, 2026
Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom.
Unik

OPM Pertanyakan Kapasitas Gibran Selesaikan Masalah Papua: Apa Kualifikasinya? Percuma!

Juli 9, 2025
Opini

Benarkah Negara Kita di Ambang Keruntuhan?

Oktober 22, 2026
Anak di bawah umur yang tertangkap dalam demo ricuh, meminta maaf ke orang tua di Mapolda Jateng, sesaat sebelum dipulangkan, Minggu (31/8/2025). (bae)
Daerah

Dipulangin, 327 Pelaku Demo Rusuh Semarang Merengek dalam Pelukan Orangtua

Agustus 31, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Green Jobs Bukan Cuma Urusan Anak Teknik, Gen Z Harus Jadi Talenta Serbabisa!
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?