Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kemenkum Jateng Audit Notaris di Tegal dan Brebes
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Kemenkum Jateng Audit Notaris di Tegal dan Brebes

T. Budianto
Last updated: November 6, 2026 11:07 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
AUDIT KEPATUHAN: Tim Audit Kanwil Kementerian Hukum Jateng memverifikasi dokumen kepatuhan notaris saat kegiatan Audit Kepatuhan Notaris di Hotel Khas Tegal, Kamis (5/11/2026). (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, TEGAL– Menjadi notaris bukan sekadar mengurus akta dan dokumen hukum. Ada tanggung jawab lain yang tak kalah penting, yakni memastikan identitas pengguna jasa hingga mencermati transaksi keuangan yang mencurigakan. Jika kewajiban ini diabaikan, risikonya bisa berujung pada pemblokiran layanan.

Karena itu, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah turun tangan melakukan audit kepatuhan terhadap notaris di Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes, Kamis (5/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Khas Tegal tersebut menyasar penerapan Prinsip Mengenali Pengguna Jasa (PMPJ) serta kewajiban pelaporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (TKM).

Baca juga: Notaris Diawasi, Warga Dapat Kepastian Hukum

Audit ini merupakan tindak lanjut pengisian kuesioner standar PMPJ. Fokus pemeriksaan diarahkan kepada notaris yang berdasarkan pemetaan memiliki tingkat risiko tinggi dan sangat tinggi.

Ketua Tim Audit sekaligus Analis Hukum Ahli Muda, Widya Pratiwi Asmara, menegaskan bahwa kategori risiko tersebut bukan berarti notaris yang bersangkutan memiliki masalah pribadi atau kinerja buruk.

Menurutnya, penilaian lebih berkaitan dengan karakteristik layanan dan profil pengguna jasa yang ditangani. “Ini lebih kepada karakteristik pelayanan dan profil pengguna jasa yang dilayani,” jelas perempuan yang akrab disapa Tiwi tersebut.

Ia mencontohkan, notaris yang melayani banyak pengguna jasa, menangani transaksi bernilai besar, atau berhadapan dengan pengguna jasa berprofil ekonomi tinggi memiliki tingkat risiko lebih besar dibandingkan kondisi lainnya.

Instrumen Perlindungan

Karena itu, penerapan PMPJ justru menjadi instrumen perlindungan bagi notaris, bukan tambahan beban pekerjaan. Dengan mengenali identitas pengguna jasa, melakukan penilaian risiko, serta menyimpan dokumen pendukung secara lengkap, notaris memiliki bukti bahwa pelaksanaan tugasnya telah sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Penerapan PMPJ bukanlah untuk membebani tugas notaris, melainkan justru menjadi alat perlindungan,” tegas Widya.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua MPD Kota Tegal dan Kabupaten Brebes Sisriyoko serta Ketua MPD Kabupaten Tegal Untung Dwi Korianto turut mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap kewajiban pelaporan.

Baca juga: Tujuh Pejabat Kemenkum Jateng Resmi Dilantik

Sisriyoko meminta para notaris memanfaatkan kegiatan audit untuk memahami kembali kewajiban yang harus dipenuhi. “Silakan manfaatkan dengan baik kegiatan ini. Jangan sampai Bapak Ibu kena blokir karena lupa atau lalai melaporkan TKM atau mengisi kuesioner standar PMPJ,” tandasnya.

Sementara itu, Untung menyebut kegiatan serupa sebelumnya juga pernah dilaksanakan di Lapas Slawi. Ia berharap audit kali ini semakin memperkuat pemahaman dan kepatuhan notaris.

Melalui audit yang terarah dan berkelanjutan, Kanwil Kementerian Hukum Jawa Tengah berupaya meningkatkan profesionalisme dan integritas notaris. Sebab, dalam urusan hukum, ketelitian bukan cuma soal tanda tangan dan stempel. Mengenali siapa pengguna jasa dan mencermati transaksi juga menjadi bagian dari tanggung jawab profesi. Jangan sampai sibuk mengurus legalitas orang lain, tetapi justru lupa memastikan kepatuhan sendiri. (tebe)

You Might Also Like

Febrie Ardiansyah Dikabarkan Kabur ke Tanah Suci, Kejagung: Masih di Indonesia, Dipantau

Ombak Lagi Ganas, HNSI Jateng: Jangan Pertaruhkan Nyawa

Sederet Fakta Tragis di Balik Kasus Pembunuhan Kasir Minimarket Cantik di Karawang

Baru Dilantik, Langsung Dapat PR

Densus 88 Sikat 11 Terduga Teroris di 6 Provinsi

TAGGED:audit kepatuhan notarisINI jatengkanwil kemenkum jatengnotaris
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi pengangguran yang sedang mencari pekerjaan. BPS: Kerja 1 Jam per Minggu Bukan Kategori Pengangguran
Next Article Ilustrasi perbincangan sehari-hari dengan dialek khas Semarangan. Lima Umpatan Khas Wong Semarang, Mana Paling Populer?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PADAMKAN API: Petugas Damkar memadamkan dan melakukan pendinginan kebakaran di Pasar Pedurungan, Semarang, Jumat (6/11/2026). (ist)

Kebakaran Pasar Pedurungan Semarang, Sejumlah Hangus Dilalap Api

TKP PENGGELEDAHAN - Polisi memasang police line di Ponpes Putri Hamalatul Qur'an di Sukoharjo, yang menjadi lokasi penggeledahan.

12 Santriwati Hamalatul Quran Belum ke Pondok setelah Penggerebekan, Begini Respons Kemenag

Pemprov Siap Rem Izin Depo Peti Kemas yang Tak Seimbang

MENUNGGU KERETA: Sejumlah penumpang menunggu kereta di peron Stasiun Semarang Tawang. (ist)

Jadwal Kereta Berubah Mulai 1 Desember, KAI Semarang Tambah 16 Perjalanan

Ilustrasi perbincangan sehari-hari dengan dialek khas Semarangan.

Lima Umpatan Khas Wong Semarang, Mana Paling Populer?

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Mobil polisi keluar dari area PN Semarang sesaat setelah pengungkapan kasus sabu di pengadilan, Selasa (18/8/2026) sore. (bae)
Hukum

Polisi Sebut ‘Salam Tempel’ Sabu di PN Semarang Sudah Lama Direncanakan

Agustus 19, 2026
Politikus Gerindra sekaligus Bupati Pati, Sudewo, jadi tersangka dua kasus yang ditangani KPK.
Hukum

Daftar Perangkat Desa Kok Kayak “Bayar Tiket Masuk”?

April 4, 2026
SIDANG KORUPSI--Bupati Pati nonaktif, Sudewo, menjalani sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (27/7/2026). (bae)
Hukum

Sudewo Pati Ngaku Gak Percaya Mistis, Bantah Terima Gratifikasi Keris

Juli 27, 2026
Hukum

Anak Muda Makin Berani Gugat UU ke Mahkamah Konstitusi

Oktober 29, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kemenkum Jateng Audit Notaris di Tegal dan Brebes
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?