BACAAJA, SEMARANG– Musim hujan mulai mengetuk pintu Jateng. Namun, yang datang bukan cuma udara sejuk dan aroma tanah basah. Ancaman banjir, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem juga ikut membayangi.
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi pun meminta jajarannya tidak menunggu bencana datang baru bergerak. Dirinya menegaskan, penguatan mitigasi harus dilakukan sejak dini. Mulai dari pembenahan infrastruktur hingga koordinasi dengan pemerintah pusat perlu diperkuat untuk mengantisipasi berbagai potensi bencana selama musim hujan.
“Tentu kita harus melakukan mitigasi,” kata Luthfi seusai menghadiri Parade Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) di Lapangan Tarubudoyo, Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa (3/11/2026).
Baca juga: Tiga Orang Meninggal karena Banjir Semarang
Menurutnya, penguatan infrastruktur menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko bencana. Apalagi, penanganan persoalan sumber daya air tidak seluruhnya berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.
Karena itu, koordinasi lintas instansi, termasuk dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), perlu dilakukan. Pemerintah ingin memastikan langkah antisipasi berjalan lebih awal sehingga kejadian bencana yang pernah terjadi tidak kembali terulang.
Memicu Bencana
Luthfi berharap, sinergi antarpemerintah dan kesiapan infrastruktur bisa menekan dampak curah hujan tinggi di berbagai daerah Jateng. Kewaspadaan ini bukan tanpa alasan. Hujan lebat pada Sabtu (31/10/2026) telah memicu sejumlah bencana di Kabupaten Banyumas. BPBD setempat mencatat 21 kejadian, terdiri atas 14 tanah longsor, lima banjir, dan dua kejadian cuaca ekstrem.
Dampaknya cukup beragam, mulai dari kerusakan talud, luapan sungai, hingga tanggul jebol. Rentetan kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa ancaman bencana hidrometeorologi sudah mulai nyata.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan di Jawa Tengah mulai berlangsung pada pekan pertama November 2026. Meski begitu, kedatangannya tidak serentak di seluruh wilayah.
Baca juga: Semarang Jangan Terbiasa dengan Banjir dan Longsor
Daerah sekitar Pegunungan Slamet dan Pegunungan Dieng diperkirakan lebih dulu memasuki musim hujan. Wilayah tersebut meliputi bagian utara Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, hingga Wonosobo.
Sebaliknya, sejumlah kawasan pantura dan Jawa Tengah bagian timur diperkirakan baru memasuki musim hujan sekitar awal Desember. Dengan kondisi tersebut, kesiapsiagaan pemerintah daerah menjadi pekerjaan penting. Sebab, bencana tidak pernah mengirim undangan sebelum datang.
Jangan sampai pemerintah baru sibuk mencari ekskavator, pompa, dan bantuan ketika air sudah masuk rumah warga. Mitigasi mestinya bekerja sebelum bencana mengetuk pintu, bukan setelah warga keburu mengangkat barang ke tempat yang lebih tinggi. (tebe)

