BACAAJA, WONOSOBO – Bupati Afif Nurhidayat mendorong pelaku ekonomi kreatif dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk melek teknologi digital.
Menurut dia, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif harus bisa beradaptasi dengan media sosial (medsos) dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI)
“Kemampuan memahami teknologi digital semakin penting untuk mengembangkan usaha, memperluas promosi, dan meningkatkan daya saing produk lokal,” ucap Afif, kemarin.
Ia menilai potensi ekonomi kreatif Wonosobo sangat besar. Namun, potensi tersebut perlu didukung edukasi, inovasi, dan pemanfaatan teknologi agar bisa berkembang menjadi industri kreatif yang memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah.
“Potensi yang ada terus kita edukasi agar bisa dikembangkan. Seiring berjalannya waktu, hari ini semua harus beradaptasi dengan media sosial dan harus dekat serta memahami AI,” ujarnya.
“Harapannya, potensi itu akan menjadi industri kreatif di Wonosobo dan pada gilirannya mengangkat ekonomi di Wonosobo tercinta,” kata politikus PDIP itu.
Dorongan tersebut disampaikan Afif di tengah pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya di Desa Kadipaten, Wonosobo.
Desa ini memiliki potensi kerajinan topeng, perlengkapan kuda lumping, hingga berbagai aksesori kesenian tradisional.
Produk-produk tersebut dinilai bisa dikembangkan menjadi unggulan daerah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Dengan pemanfaatan teknologi digital, termasuk AI, itu dapat membantu kita untuk mengembangkan strategi promosi dan memperluas jangkauan konsumen,” ucapnya.
Dengan kemampuan digital yang semakin baik, produk lokal diharapkan tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi juga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Potensi Lokal Bisa Jadi Industri Kreatif
Selain kerajinan dan kesenian tradisional, Wonosobo juga memiliki potensi di sektor pariwisata, pertanian, dan kuliner.
Produk olahan seperti carica dan purwaceng juga berpeluang memperkuat identitas daerah sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk lokal.
Sebelumnya, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya juga mendorong Desa Kadipaten dikembangkan menjadi pusat ekonomi kreatif berbasis budaya.
Ia menilai kekayaan budaya dan sejarah perlu dipadukan dengan inovasi, kreativitas, serta teknologi agar menghasilkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
“Tujuannya agar akar budaya ini memiliki nilai ekonomi,” ujar Teuku Riefky saat mengunjungi Desa Kadipaten, Minggu (1/11/2026).
Melalui pengembangan potensi lokal dan adaptasi teknologi, Afif berharap ekonomi kreatif Wonosobo bisa tumbuh menjadi industri yang lebih kuat dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)

