BACAAJA, SEMARANG– Mempertahankan gelar juara itu sulit, apalagi kalau pesaing juga datang dengan ambisi membara. Namun, Kota Semarang kembali membuktikan dominasinya.
Kontingen Ibu Kota Jawa Tengah sukses mengunci gelar juara umum Porprov XVII Jawa Tengah 2026 dengan koleksi 410 medali. Hingga penutupan kompetisi, Jumat (30/10/2026), ibukota Provinsi Jateng ini bertengger di posisi teratas klasemen dengan raihan 177 emas, 121 perak, dan 112 perunggu. Totalnya bukan angka kecil: 410 medali berhasil dibawa pulang.
Baca juga: Kedu Raya Tuan Rumah Porprov 2030
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari atlet, pelatih, pengurus cabang olahraga hingga KONI Kota Semarang. Menurutnya, keberhasilan mempertahankan gelar juara umum merupakan hasil kerja bersama, bukan perjuangan satu-dua orang saja.
“Mempertahankan gelar juara umum tentu bukan hal yang mudah. Kami mengapresiasi perjuangan seluruh atlet, pelatih, dan pengurus cabang olahraga yang telah membawa nama Kota Semarang. Capaian ini merupakan hasil kerja bersama dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat,” ujar Agustina.
Hasil Sinergi
Kebanggaan serupa disampaikan Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin saat menghadiri penutupan Porprov di Kompleks Stadion Kebondalem, Kabupaten Kendal. Ia menilai capaian tersebut lahir dari sinergi pemerintah, pengurus cabang olahraga, dan atlet yang berjuang di lapangan.
“Keberhasilan ini merupakan usaha dari semua pihak dan tentunya tidak lepas dari kerja keras KONI dalam melakukan pembinaan terhadap para atlet,” kata Iswar.
Meski pesta kemenangan masih terasa, Agustina mengingatkan seluruh jajaran agar tidak buru-buru puas. Gelar juara umum bukan garis finis, melainkan modal untuk membangun prestasi yang lebih tinggi.
Baca juga: Porprov 2026, Kota Semarang Bidik Dwi Sukses
Pembinaan atlet, regenerasi, peningkatan kualitas latihan, hingga kemampuan bertanding harus terus diperkuat. Apalagi, Kota Semarang mulai menyiapkan atlet-atlet daerah untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
“Prestasi ini harus menjadi pemicu untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan. Fokus kita sekarang adalah menyiapkan atlet-atlet daerah agar semakin matang dan siap mengharumkan nama Kota Semarang di kancah nasional melalui PON 2028,” tutur Agustina.
Dengan 177 emas di tangan, Semarang memang boleh merayakan kemenangan. Namun, tantangan berikutnya sudah menunggu. Sebab, mempertahankan juara umum bukan perkara memasang piala di lemari, mengunggah foto kemenangan, lalu selesai. Medali berikutnya tidak akan datang hanya karena status juara bertahan masih melekat. (tebe)

