Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: APBD 2027 Bukan Uang Pribadi, Sekda Jateng Ingatkan Pejabat Jangan Nekat
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

APBD 2027 Bukan Uang Pribadi, Sekda Jateng Ingatkan Pejabat Jangan Nekat

T. Budianto
Last updated: Oktober 31, 2026 11:36 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
ARAHAN SEKDA: Sekda Jateng, Sumarno memberikan pengarahan kepada peserta Rapat Koordinasi Forsesdasi Komisariat Wilayah Jawa Tengah di Wahid Bandungan Hotel & Resort, Kabupaten Semarang, belum lama ini. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Menyusun anggaran daerah bukan sekadar urusan memindahkan angka dari satu kolom ke kolom lain. Ada uang publik yang harus dijaga, aturan yang wajib dipatuhi, dan keputusan yang jejaknya bisa diperiksa bahkan bertahun-tahun kemudian. Karena itu, urusan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027 tak boleh dikerjakan dengan modal yakin saja.

Sekda Jateng, Sumarno mengingatkan pentingnya integritas, kehati-hatian, dan kepatuhan regulasi dalam setiap tahapan penyusunan APBD. Pesan itu disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (Forsesdasi) Komisariat Wilayah Jawa Tengah di Wahid Bandungan Hotel dan Resort, kemarin.

Menurut Sumarno, pemerintah daerah perlu mencermati perkembangan kebijakan, termasuk berbagai masukan terkait penganggaran hibah dan insentif digital. Forum tersebut menjadi kesempatan bagi sekda kabupaten/kota untuk berdiskusi langsung dengan jajaran Kementerian Dalam Negeri agar memperoleh pemahaman lebih jelas mengenai aturan yang berlaku.

Baca juga: Agustina Optimistis DPRD Setujui Raperda APBD

Ia menilai, dinamika kebijakan harus menjadi pelajaran agar pejabat semakin cermat sebelum mengambil keputusan. Setiap pilihan dalam pengelolaan anggaran memiliki konsekuensi sehingga perlu dikaji dari sisi hukum, administrasi, dan integritas.

Sumarno mengingatkan, integritas tak cukup dinilai dari alasan yang disampaikan ketika keputusan dibuat. Jejak data dan dokumen juga harus tertata sehingga keputusan dapat ditelusuri dan diperiksa pada kemudian hari.

Pejabat pengelola keuangan daerah, lanjutnya, tidak cukup hanya memastikan sebuah keputusan bisa dijalankan. Mereka juga harus memastikan keputusan tersebut sesuai aturan dan dapat dipertanggungjawabkan. “Yang menjadi patokan utama adalah kita memiliki amanah. Ini bukan hak, melainkan amanah yang harus kita tunaikan,” tegasnya.

Manfaat Nyata

Pesan itu menjadi pengingat bagi sekda dan organisasi perangkat daerah (OPD) bahwa anggaran yang dikelola berasal dari uang publik. Penentuan prioritas, alokasi belanja, hingga pelaksanaan program harus mempertimbangkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sumarno pun mengajak pemerintah kabupaten/kota di Jateng menjadikan integritas sebagai pegangan dalam perencanaan dan penganggaran. Regulasi yang tertata diharapkan membantu proses APBD berlangsung transparan, tertib, dan sesuai kewenangan, sekaligus menekan risiko persoalan hukum maupun administrasi.

Sementara itu, Ketua Forsesdasi Komisariat Wilayah Jateng, Anang Armunanto mengatakan, rapat koordinasi tersebut menjadi ruang untuk memperdalam pemahaman mengenai penyusunan APBD 2027.

Baca juga: APBD 2026 Sudah Ketok Palu, Pemprov Siap Ngebut

Beberapa persoalan yang perlu dibahas lebih lanjut meliputi mekanisme hibah, insentif, dan penganggaran yang berkaitan dengan pendapatan asli daerah (PAD). Melalui forum ini, para peserta dapat menyampaikan kendala yang dihadapi di daerah masing-masing dan memperoleh penjelasan dari narasumber yang berkompeten.

Kegiatan tersebut juga melibatkan unsur Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), inspektorat, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Keterlibatan lintas perangkat daerah diharapkan membuat pemahaman regulasi lebih selaras.

Target akhirnya bukan sekadar APBD 2027 selesai disusun tepat waktu, melainkan anggaran yang taat aturan, transparan, dan berpihak pada kebutuhan warga. Sebab, dalam urusan uang rakyat, tanda tangan bisa dibubuhkan dalam hitungan detik, tetapi pertanggungjawabannya bisa jauh lebih panjang. (tebe)

You Might Also Like

Nonongan Bakal Disulap Jadi Spot Wisata Baru Solo, Respati Serap Aspirasi Warga

Dapur MBG Kebanyakan, Anggaran Bakal Dikurangi

Korban Keracunan MBG di Batang Terus Meningkat Capai 498 Orang, Masih Bisa Tambah Lagi

Diterjang Angin, Rumah Warga Siap Diperbaiki Lewat RTLH

Tanah Dipinjamkan ke Polres Kebumen Sejak 1950, Eh Mau Disertifikatkan! Ahli Waris Protes

TAGGED:apbdheadlinepemprov jatengsekda jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jumlah Penerima Insentif Guru Sekolah Minggu Naik 300 Persen!
Next Article Penerima Bisyaroh Semarang Melonjak 52 Persen, Siapa Saja yang Kebagian?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Catat! Ini Syarat Pekerja yang Terima BSU 2026, Gaji Maksimal Rp 3,5 Juta

Dua Atlet Meninggal Saat Porprov, Pengamat Soroti Persiapan dan Manajemen Risiko

Penerima Bisyaroh Semarang Melonjak 52 Persen, Siapa Saja yang Kebagian?

APBD 2027 Bukan Uang Pribadi, Sekda Jateng Ingatkan Pejabat Jangan Nekat

Jumlah Penerima Insentif Guru Sekolah Minggu Naik 300 Persen!

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

RAWAT TANAMAN - Petani tembakau di Temanggung merawat tanaman yang menjadi komoditas andalan kabupaten tersebut.
Info

Kades Kota Tembakau Kompak Tolak Aturan Pembatasan Tar dan Nikotin: Lumpuhkan Ekonomi Petani

Juli 20, 2026
Daerah

Driver Ojol & Mahasiswa Bersatu, Demo di Polda Jateng Berujung Gas Air Mata

Agustus 29, 2025
Hukum

Korupsi BUMD Cilacap: Main Paling Dalam, Hukuman Paling Lama

Januari 6, 2026
Ilustrasi dari AI sejumlah anak jadi korban keracunan makanan.
Info

Siswa SMPN 1 Wedi Klaten Panik setelah Santap MBG, Banyak yang Tumbang Diduga Keracunan

Oktober 8, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: APBD 2027 Bukan Uang Pribadi, Sekda Jateng Ingatkan Pejabat Jangan Nekat
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?