BACAAJA, SEMARANG – Perbaikan standar keselamatan menjadi sorotan dalam konferensi pers PB Porprov Jawa Tengah 2026, Kamis (29/10/2026).
Hal ini menyusul meninggalnya dua atlet dalam rangkaian pertandingan, penyelenggara menyatakan akan mengevaluasi prosedur operasional standar (SOP) dan memperkuat dukungan medis di arena.
Sekretaris Umum PB Porprov Jateng, Budi Santoso, mengatakan evaluasi telah dilakukan melalui rapat harian dan pertemuan bersama para technical delegate serta pengurus provinsi cabang olahraga.
Pembahasan itu diarahkan untuk memastikan keselamatan atlet mendapat perhatian lebih besar dalam setiap pertandingan.
“Keselamatan atlet ini adalah tanggung jawab bersama,” kata Budi dalam konferensi pers di Co Work Space, Kamis (29/10/2026).
Ia menjelaskan, penguatan tidak hanya menyangkut aturan pertandingan, tetapi juga kesiapan sarana dan tenaga pendukung. Penyelenggara berencana meningkatkan jumlah ambulans, dokter, serta tenaga paramedis sesuai kebutuhan masing-masing cabang olahraga.
“Penambahan supporting system-nya, termasuk ambulans, jumlahnya ditingkatkan kemudian tenaga medis, dokter dan tenaga paramedisnya ditingkatkan,” ujarnya saat diwawancarai seusai konferensi pers.
Budi menambahkan, hasil evaluasi akan dibawa kepada pengurus besar cabang olahraga untuk dikaji lebih lanjut. Penyelenggara juga akan menyusun rekomendasi apabila ditemukan SOP yang berpotensi membahayakan keselamatan atlet.
“Kami ada catatan yang nanti akan kita rekomendasikan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jawa Tengah, Aria Chandra Destianto, menyampaikan duka cita atas meninggalnya dua atlet tersebut.
Ia mengatakan pihaknya telah meminta PB Porprov memberikan klarifikasi dan mendorong evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.
“Harapan kami adalah kegiatan ataupun kejadian ini tidak terulang,” ujar Aria.
Menurut dia, evaluasi yang dibahas bersama para technical delegate dan unsur penyelenggara turut menyoroti SOP pertandingan serta kebutuhan khusus pada cabang olahraga berisiko tinggi.
Aria menyebut penambahan tenaga medis dan ambulans juga menjadi bagian dari langkah yang perlu dipenuhi.
“Beberapa cabang olahraga yang berisiko tinggi ini juga perlu mendapatkan perhatian khusus,” katanya.
Terkait penanganan dua kasus atlet yang meninggal, Budi menyatakan pihaknya menghormati proses pemeriksaan kepolisian. Ia mengatakan perangkat pertandingan dari cabang olahraga terkait telah dimintai keterangan dan proses tersebut perlu dihormati.
Di tengah pelaksanaan Porprov yang hampir rampung, evaluasi keselamatan menjadi catatan penting bagi penyelenggara. Budi menegaskan, penguatan SOP dan dukungan medis diperlukan agar upaya meraih prestasi tetap berjalan seiring dengan perlindungan terhadap atlet. (*)

