BACAAJA, SEMARANG – Penyebab meninggalnya atlet Ayudiah Rivana Tridiandinita (19) dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026 Cabang Pencak silat masih belum diketahui.
Tim kesehatan PB Porprov menyebut catatan penanganan medis di rumah sakit belum menunjukkan tanda-tanda yang dapat memastikan penyebab kematian.
Ketua Seksi Kesehatan PB Porprov Jateng, Elhamangto Zuhdan, menjelaskan atlet tersebut sebelumnya dirujuk ke Primaya Hospital semarang setelah mengalami dislokasi jari tangan.
Tim medis juga mengkhawatirkan kemungkinan adanya patah tulang terbuka sehingga atlet perlu mendapat penanganan lebih lanjut.
“Setelah operasi, dari hasil laporan memang tidak tercatat tanda-tanda yang mencurigakan,” ujarnya saat di wawancarai, Kamis (29/10/2026).
Ia mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima tim kesehatan, kondisi atlet pada rentang pukul 01.00 hingga 03.00 masih dinilai tidak mengkhawatirkan. Meski demikian, catatan tersebut belum cukup untuk menyimpulkan penyebab kematian.
“Masih belum diketahui karena dari catatan pasien belum bisa mengarahkan penyebabnya ke mana,” katanya.
Elhamangto menegaskan, penyelidikan terkait kematian atlet diserahkan kepada pihak berwajib. Menurut dia, penanganan kasus yang berujung kematian berbeda dengan penanganan atlet yang mengalami cedera.
Sekretaris Umum PB Porprov Jateng, Budi Santoso, mengatakan pihaknya menghormati proses pemeriksaan yang dilakukan kepolisian.
Ia menyebut perangkat pertandingan dari cabang olahraga terkait telah dimintai keterangan, meski pihaknya belum mengetahui jumlah orang yang diperiksa.
“Kami menghormati proses yang berjalan,” kata Budi. (dul)

