Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dua Tahun Tahan Nyeri, Warga Lereng Lawu Akhirnya Bisa Konsultasi Dokter Spesialis Gratis
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Dua Tahun Tahan Nyeri, Warga Lereng Lawu Akhirnya Bisa Konsultasi Dokter Spesialis Gratis

T. Budianto
Last updated: Oktober 30, 2026 8:37 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
PERIKSA PASIEN: Salah satu dokter spesialis memeriksa balita warga saat pelayanan Dokter Spesialis Keliling (Speling) Pemprov Jateng di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Kamis (29/10/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, KARANGANYAR- Dua tahun menahan sakit bukan perkara sepele. Apalagi ketika lutut terasa panas dan kaku, tidur malam terganggu, sementara untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis perlu mempertimbangkan jarak dan biaya. Itulah yang dialami Sarman, warga Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar.

Kesempatan untuk mencari penanganan akhirnya datang saat program Dokter Spesialis Keliling (Speling) hadir di desanya, Kamis (29/10/2026). Program yang diinisiasi Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi itu membawa layanan dokter spesialis lebih dekat kepada warga, termasuk yang tinggal di lereng Gunung Lawu.

Sarman datang diantar anak perempuannya. Selama ini, ia hanya mengandalkan obat yang dibeli di apotek untuk meredakan keluhan lututnya. Hasilnya belum banyak membantu. Bahkan, rasa sakit membuatnya kesulitan beraktivitas dan tidur nyenyak.

Melalui layanan Speling, Sarman bisa menjalani pemeriksaan dan memperoleh obat untuk membantu menangani keluhannya. “Saya senang. Semoga bisa mencari obat dan nanti sakitnya sembuh. Terima kasih kepada Pak Gubernur, karena sudah ada pemeriksaan dan obat gratis,” ungkapnya.

Baca juga: Pemprov Siagakan Mobil Speling di Sirampog

Bagi Sarman, layanan tersebut terasa istimewa karena ia mengaku baru kali ini mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis langsung di desa, dengan kehadiran dokter spesialis. Ia berharap keluhannya segera membaik setelah sekitar dua tahun kesulitan bekerja dan beraktivitas normal.

Di Gondosuli, Speling menghadirkan empat dokter spesialis, yakni spesialis anak, jiwa, paru, dan penyakit dalam. Warga bisa berkonsultasi, menjalani pemeriksaan awal, serta memperoleh arahan apabila membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Manfaat layanan serupa dirasakan Warsini Atun Hasanah. Ia membawa putranya, Regar Mahardika untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak mengenai perkembangan motoriknya.

Warsini bercerita, ketika berusia delapan bulan, leher putranya belum cukup kuat untuk menopang kepala. Setelah menjalani terapi dan konsultasi, perkembangan Regar mulai terlihat, termasuk kemampuan duduk. Namun, kemampuan berjalan masih membutuhkan perhatian.

Selama ini, Warsini harus menempuh perjalanan sekitar satu jam menggunakan sepeda motor untuk mengakses layanan terapi. Biaya konsultasi dan terapi yang pernah dikeluarkan berkisar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu, belum termasuk kebutuhan lainnya.

Pertimbangan Biaya

Kondisi tersebut membuatnya harus mempertimbangkan biaya sebelum melanjutkan pemeriksaan. Kehadiran Speling pun membuka kesempatan bagi Warsini untuk berkonsultasi langsung dan memperoleh arahan mengenai langkah berikutnya.

“Alhamdulillah, terbantu. Intinya ada solusi saya harus ke mana,” katanya. Ia berharap perkembangan putranya terus membaik hingga kelak mampu berjalan seperti anak-anak seusianya.

“Bagi saya, program Speling sangat membantu warga. Ya, mempermudah mendapatkan pelayanan kesehatan dan gratis. Ditambah ada dokter spesialis,” imbuhnya.

Dokter Spesialis Anak RSUD Dr Moewardi Solo, Diah Lintang Kawuryan menjelaskan, Speling dapat membantu mendeteksi lebih awal kondisi kesehatan yang membutuhkan perhatian khusus, termasuk gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lanjutan, pasien dapat diarahkan untuk mendapatkan rujukan ke fasilitas kesehatan sesuai kebutuhan.

Baca juga: Pemprov Terjunkan Dokter Speling ke Lokasi Bencana

Menurut Diah, keluhan umum seperti batuk, pilek, dan demam biasanya dapat ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas.

Sementara itu, gangguan perkembangan tertentu membutuhkan pemeriksaan lebih mendalam agar penanganannya tepat. Ia berharap layanan tersebut membantu warga yang terkendala biaya maupun transportasi untuk mengakses fasilitas kesehatan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jateng, program Speling telah menjangkau sekitar 1.857 titik dengan sasaran 133.132 orang. Program ini direncanakan terus diperluas ke desa-desa di Jawa Tengah.

Kehadiran dokter spesialis di desa memang belum otomatis menyelesaikan seluruh persoalan kesehatan. Pemeriksaan lanjutan, terapi, dan rujukan tetap bisa diperlukan. Namun, bagi warga seperti Sarman dan Warsini, langkah awal untuk mencari pertolongan kini terasa lebih dekat.

Sebab, sakit seharusnya tidak membuat orang harus memilih antara berobat dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dokter boleh jadi datang hanya sehari ke desa, tetapi harapannya, jalan menuju layanan kesehatan yang layak tidak ikut pergi setelah rombongan selesai bertugas. (tebe)

You Might Also Like

Gara-Gara Salah Hitung, Dua Bocah Ini Malah Dapat Hadiah dari Taj Yasin

Dua Investasi Senilai Rp 730 Miliar Masuk Jateng

Bukti MBG Dikelola Serampangan? Anak SD Kalbar Keracunan setelah Santap Menu Hiu Goreng

SD Negeri Sepi Peminat? Pengamat: Terus Berinovasi, Prestasi Bisa Jadi Magnet

Bandara Ahmad Yani Uji Kesiapan Petugas Hadapi Ancaman Bom

TAGGED:ahmad luthfiheadlinepemprov jatengspeling
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Timsel Pilih 15 Terbaik Calon Komisioner Informasi Jateng
Next Article Ketua Seksi Kesehatan PB Porprov Jateng, Elhamangto Zuhdan, saat memberi keterangan kepada awak media, Kamis (29/10/2026). (dul) Ada Ratusan Kasus Medis selama Penyelenggaraan Porprov Jateng 2026

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

RAIH PRESTASI - Veri Saputra dan Muhamad Raffi Dimas Wahyudi, dua mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang menorehkan prestasi di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026.

Mahasiswa FISIP Untag Semarang Sabet Emas dan Perak Voli Pantai Porprov Jateng 2026

Penjelasan UAH Soal Malaikat dan Setan Bikin Ngakak..

BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kronologi Dugaan Korupsi Pita Cukai Djarum: Berawal dari OTT DJBC hingga Penggeledahan di Kudus

UAH Jelaskan Ziarah Kubur, Bukan Sekadar Tradisi Jumat

Ilustrasi petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT).

7 Jam Geledah Kantor DLH Klaten, Penyidik KPK Sita 2 Koper Dokumen

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Pertamina Guyur Sembilan Juta Tabung Elpiji di Jateng dan DIY

Maret 16, 2026
Info

Investor Asing Masuk Deras, Pemprov Pasang “Radar”

Mei 7, 2026
Daerah

436,9 Ribu Pekerja di Jateng Sudah Kantongi BSU

Juli 18, 2025
Warga Aceh kibarkan bendera putih, mereka nyerah bantuan seret.
Info

Pemerintah Keras Kepala Tak Mau Tetapin Status Bencana Nasional, Muhammadiyah Menggugat!

Desember 26, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dua Tahun Tahan Nyeri, Warga Lereng Lawu Akhirnya Bisa Konsultasi Dokter Spesialis Gratis
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?