BACAAJA, SEMARANG – Ada ratusan kasus medis yang terjadi selama pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Dari ratusan kasus medis, 22 di antaranya tercatat harus dirujuk ke rumah sakit.
Cedera tulang hingga pendarahan di bagian wajah menjadi beberapa keluhan yang ditangani tim kesehatan.
Ketua Seksi Kesehatan PB Porprov Jateng, Elhamangto Zuhdan, mengatakan hingga Kamis (29/10/2026), pihaknya mencatat total 157 kasus medis.
Dari jumlah tersebut, 121 kasus atau sekitar 77 persen ditangani sebagai rawat jalan di pos kesehatan, 22 kasus dirujuk ke rumah sakit, sedangkan 14 kasus atau sekitar 8,9 persen menjalani pemeriksaan dan observasi di pos kesehatan.
“Untuk kondisi terakhir ada 157 kasus. Untuk rawat jalan yang ada di pos kesehatan ada 121 kasus atau sekitar 77 persen, yang dirujuk tercatat 22 kasus, dan pemeriksaan serta observasi di pos kesehatan ada 14 kasus atau 8,9 persen,” kata Elhamangto, Kamis (29/10/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah kasus yang dirujuk di antaranya patah tulang hidung di Salatiga dan pendarahan di bagian wajah.
Tim kesehatan juga mencatat kejadian di luar arena pertandingan, yakni atlet cabang olahraga catur yang mengalami luka robek di kepala setelah terjatuh saat beraktivitas di toilet.
“Ada salah satu yang tidak bisa diduga, yaitu pada cabang olahraga catur. Ternyata terjadi luka robek di kepala karena terjatuh saat melakukan aktivitas di toilet,” ujarnya.
Elhamangto mengatakan pelayanan kesehatan disiapkan di enam wilayah penyelenggaraan. Setiap tim standar dilengkapi ambulans serta tiga personel, yakni dokter, perawat, dan pengemudi.
Untuk cabang olahraga yang membutuhkan penanganan bergerak, tim medis juga mengikuti aktivitas atlet di lapangan.
Penanganan medis tersebut disiapkan untuk mendukung pelaksanaan pertandingan sekaligus mengantisipasi kejadian yang membutuhkan pertolongan selama Porprov berlangsung. (dul)

