Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jangan Bebani Pedagang Kecil dengan Biaya Sertifikat Halal
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Jangan Bebani Pedagang Kecil dengan Biaya Sertifikat Halal

T. Budianto
Last updated: Oktober 11, 2026 12:06 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid. (Foto: dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Biaya sertifikasi halal yang bisa mencapai Rp10 juta dinilai memberatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid mendorong pemerintah menggunakan APBN untuk menggratiskan sertifikasi halal bagi usaha kecil.

“Kalau memang terkait dengan usaha kecil menengah, mosok biayanya sertifikat halal Rp5 juta sampai Rp10 juta. Kan sangat tidak realistis,” kata Wachid saat kunjungan kerja reses Komisi VIII di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Jumat (9/10/2026).

Menurutnya, biaya tersebut menjadi beban bagi pedagang bermodal terbatas, seperti penjual ayam goreng yang harus menjaga harga jual tetap terjangkau. Wachid juga menyoroti masih rendahnya kepemilikan sertifikat halal.

Baca juga: 576 Ribu UMKM Ditarget Kantongi Sertifikat Halal

Berdasarkan data yang disampaikannya, baru sekitar 19 persen UMKM di Indonesia yang telah memiliki sertifikat halal. Ia mengingatkan, penerapan kewajiban sertifikasi halal perlu diiringi sosialisasi dan kemudahan bagi pelaku usaha. Tanpa kesiapan tersebut, UMKM berisiko menghadapi persoalan saat aturan diberlakukan secara ketat.

“Nah, coba bayangkan kalau mereka itu sudah jualan, sudah begitu didatangi oleh APH, tidak punya sertifikat halal, lalu suruh tutup. Kan ini masalah, masalah besar,” ujarnya.

Sertifikasi Gratis

Wachid berencana menyampaikan usulan sertifikasi halal gratis kepada pemerintah dan membahasnya dengan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan.

“Kalau bisa saya akan berusaha menyampaikan kepada pemerintah, kalau Pak Presiden ada enggak itu APBN untuk memberikan sertifikat halal secara gratis,” katanya.

Baca juga: Borong Penghargaan, Jateng Ngebut Bangun Kawasan Industri Halal

Sebab, pedagang kecil bukan sedang menghindari aturan. Mereka juga butuh kepastian dan perlindungan konsumen. Tetapi kalau niatnya membantu UMKM naik kelas, jangan sampai biaya administrasinya terasa seperti tiket masuk ke kelas yang bahkan belum tentu sanggup mereka bayar.

Jangan sampai ayamnya sudah halal, pembelinya sudah yakin, tetapi pedagangnya malah megap-megap menghitung modal. Sertifikasi seharusnya membuka jalan usaha, bukan menjadi ujian ketahanan dompet.  (dul)

You Might Also Like

Terungkap! Alasan Warga dan Petani Temanggung Ramai Tolak Pembangunan Batalion TNI

Santri Kuliah Sampai Luar Negeri, Kenapa Enggak?

Hakim Ungkap Kejamnya AKBP Basuki Biarkan Dosen Untag Mati, Singgung soal Selingkuhan

Pemprov Klaim 2.208 Desa di Jateng Sudah Mandiri

Kontraktor Ngaku Setor Duit Rp125 Juta ke “Orangnya” Sudewo untuk Garap Proyek Ini

TAGGED:headlinepemprov jatengsertifikasi halal
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article 52 Anak di Jateng Terpapar Kekerasan
Next Article Apakah Pelaku Bullying yang Masih Anak-Anak Bisa Dihukum?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Dituduh Ambil Sabun, Siswa Sekolah Rakyat Pati Alami Luka Serius

Video Dugaan Bullying di Tel-U Viral, Kampus Bergerak

Dilaporkan KPK, Imron Fattah Ingatkan NU Bukan Kendaraan Politik

Ribuan Penari Guncang Goa Terawang

36 Ribu Guru Madrasah Jateng Menanti Sertifikasi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

KIAI CABUL - Kiai Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, mengaku wali untuk memanipulasi psikologi korban. Kiai Ashari mencabuli 50 santriwati, mayoritas korban berasal dari keluarga rentan.
Hukum

Pengacara Tolak Suap Rp400 Juta, Pilih Kawal Terus Kasus Kiai Pati Cabuli 50 Santriwati

Mei 6, 2026
Rumah warga Deliksari, Gunungpati, Semarang, terlihat sudah miring dan beberapa mengalami tembok retak, Rabu (11/02/2026). (dul)
Info

Triastono Risau Tanah Terus Bergerak, Warga Deliksari Bertahan di Tengah Ancaman Longsor

Februari 11, 2026
Sepak Bola

Drama Politik Masuk Lapangan: Iran Mundur dari Piala Dunia 2026

Maret 12, 2026
Fokus

Di Tugurejo, Nyawa Dipertaruhkan di Palang Swadaya

Mei 5, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jangan Bebani Pedagang Kecil dengan Biaya Sertifikat Halal
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?