Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Guru PAUD Jateng Belajar AI, Nawal Yasin: Jangan Cuma Jadi Penonton Teknologi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Guru PAUD Jateng Belajar AI, Nawal Yasin: Jangan Cuma Jadi Penonton Teknologi

T. Budianto
Last updated: Oktober 6, 2026 9:45 am
By T. Budianto
5 Min Read
Share
BERI ARAHAN: Bunda PAUD Jateng, Nawal Arafah Yasin memberikan arahan kepada ratusan guru PAUD peserta Pelatihan Robotik dan Coding bagi Tenaga Pendidik PAUD Berbasis STEAM di Kota Salatiga, Senin (5/10/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SALATIGA– Ratusan guru PAUD di Jawa Tengah mulai diajak berkenalan lebih dekat dengan artificial intelligence (AI). Bukan untuk menggantikan guru, apalagi membuat anak sibuk menatap layar seharian, tetapi supaya teknologi bisa menjadi alat bantu untuk membuat proses belajar lebih kritis, etis, dan kreatif.

Bunda PAUD Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menyebut ada tiga hal yang tidak boleh ditinggalkan ketika AI mulai masuk ke dunia pendidikan. Pertama, daya kritis. Kedua, etika. Ketiga, kreativitas.

Pesan itu disampaikan Nawal saat memberikan arahan kepada ratusan guru PAUD peserta Pelatihan Robotik dan Coding bagi Tenaga Pendidik PAUD Berbasis STEAM di Kota Salatiga, Senin (5/10/2026).

Dalam pelatihan tersebut, para peserta diperkenalkan dengan dasar-dasar penggunaan AI sekaligus bagaimana teknologi tersebut bisa dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran.

Menurut Nawal, perkembangan teknologi yang ngebut harus diimbangi dengan pendampingan yang juga serius. Anak-anak jangan sampai hanya menjadi pengguna teknologi yang tahu cara menekan tombol, tetapi tidak tahu apa yang sedang mereka gunakan.

Baca juga: Dari Coding ke Solusi Nyata, Anak Muda Jateng Adu Inovasi AI

“Di tengah disrupsi teknologi yang luar biasa saat ini, kami mengajak pendidik untuk mendampingi anak-anak, bagaimana teknologi ini sebagai perantara untuk bisa meningkatkan daya kritisnya,” ujar Nawal.

Bagi Nawal, kemampuan berpikir kritis justru perlu dikenalkan sejak usia dini. Anak perlu dibiasakan membedakan mana informasi yang penting dan mana yang sekadar lewat. Termasuk mengenali informasi yang benar, hoaks, hingga mengetahui apakah sebuah sumber layak dipercaya atau tidak.

Sebab, di era ketika informasi bisa muncul dalam hitungan detik, kemampuan mencari informasi saja tidak cukup. Yang lebih penting adalah kemampuan bertanya: “Ini benar nggak?”

Selain daya kritis, persoalan etika juga tidak boleh ditinggalkan. Anak perlu belajar menghargai karya orang lain dan memahami bahwa informasi yang ditemukan di internet bukan berarti bebas diambil begitu saja tanpa menyebut sumber. Jadi, teknologi boleh canggih. Tetapi tata krama digital tetap harus jalan.

Hal ketiga yang ditekankan Nawal adalah kreativitas. AI, menurut dia, seharusnya dimanfaatkan sebagai alat untuk memunculkan ide dan menghasilkan karya, bukan sekadar membuat anak menjadi konsumen konten.

“Dunia pendidikan ini dituntut untuk mampu beradaptasi dan berinovasi. Adaptasi dan integrasi teknologi dalam pendidikan bukan lagi bersifat pilihan Bapak Ibu, tetapi ini sudah menjadi kebutuhan kita bersama,” katanya.

Manfaat Positif

Nawal menilai adaptasi teknologi tidak bisa baru dimulai ketika anak sudah besar. Pasalnya, teknologi sekarang sudah menjadi bagian dari hampir semua aktivitas manusia, termasuk pendidikan.

Karena itu, pengenalan coding dan AI sejak dini dinilai penting agar anak tidak hanya tumbuh sebagai pengguna teknologi, tetapi juga memahami cara memanfaatkannya secara positif.

“Ini kebutuhan yang kemudian kita harusnya siapkan sejak dini, karena teknologi telah menjadi teman yang selalu membantu semua aktivitas manusia, termasuk dalam pendidikan,” jelas Nawal.

Namun, urusan teknologi bukan satu-satunya target. Pelatihan tersebut juga diarahkan untuk mendukung program PAUD Emas, yakni PAUD berbasis masyarakat.

Program ini menjadi penting karena angka partisipasi kasar (APK) anak usia 0-6 tahun yang mengikuti pendidikan PAUD di Jawa Tengah masih berada di angka 48,61 persen. Artinya, masih ada banyak anak usia dini yang perlu dijangkau.

Baca juga: Ratusan Guru PAUD Belajar Coding

Untuk itu, TP Posyandu Jateng juga tengah menyiapkan modul pendukung PAUD Emas. Nantinya, sebanyak 49.149 lembaga Posyandu di Jawa Tengah didorong ikut membuka layanan pendidikan bagi anak usia dini.

“Kami baru proses untuk membuat modul, dan insyaallah tahun ini kami akan melakukan kegiatan PAUD Emas di posyandu-posyandu di Jateng,” pungkas Nawal.

Jadi, guru PAUD sekarang bukan cuma dituntut bisa mengajari anak mengenal huruf dan angka. Mereka juga mulai harus akrab dengan robotik, coding, AI, sekaligus memastikan anak tidak gampang termakan informasi palsu.

Sebab kalau AI sudah bisa berpikir cepat sementara manusianya malas berpikir, yang terjadi bukan pendidikan makin maju. Bisa-bisa yang pintar cuma teknologinya, sementara penggunanya tetap hobi percaya semua yang muncul di layar. (tebe)

You Might Also Like

Wagub Pastikan Perbaikan Jalan di Jateng Rampung H-10 Lebaran

Tanah Bergerak, Relokasi Warga Jangli Disiapkan

Jateng Gaspol Bikin Dokter Spesialis Baru

Entaskan Kemiskinan, TP PKK-Baznas Jateng Berikan Pelatihan Usaha

Investasi Brunei Masuk Jateng

TAGGED:bunda paud jatengcodingnawal yasinpemprov jatengrobotik
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Posyandu 6 SPM Jangan Cuma Buka Meja, Catat Data, Lalu Pulang
Next Article Menanti Nasib Gibran, Hari Ini MK Bacakan Putusan Perkara Syarat Pencalonan Wakil Presiden

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SALAMI PENDUKUNG: Terdakwa korupsi, Sudewo Bupati Pati (baju batik) menyalami pendukung di sela-sela istirahat sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (5/10/2026). (bae)

Butuh 13 Jam Baca Pleidoi Sudewo, Pendukung Bertahan hingga Tengah Malam

Mantan Kalapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto dipecat dari ASN.

Kalapas Cibinong Dipecat dari PNS, Buntut Sel Mewah Napi

PSIS Menang WO 3-0, Persiku Gagal Gelar Laga

Timnas Garuda Tak Lagi Spesialis Runner-up

Menanti Nasib Gibran, Hari Ini MK Bacakan Putusan Perkara Syarat Pencalonan Wakil Presiden

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Jelang Kemarau, Produksi Padi Jateng Sudah Tembus 6,69 Juta Ton

Juni 25, 2026
Tim Sar Sidoarjo sedang mengevakuasi reruntuhan bangunan Ponpes Al Khoziny Buduran Sidoarjo Jawa Timur yang ambruk. dari 42 ribu pesantren se_indonesia, hanya 51 pesantren yang bangunannya memiliki ijin atau legal. Foto: dok/PemkabSidoarjo
Pendidikan

42 Ribu Pesantren, Cuma 51 yang Legal. Serius Nih?

Oktober 8, 2025
Ekonomi

Jelang Iduladha, Pertamina Tambah Pasokan Elpiji 3 Kg

Mei 26, 2026
Info

Bunda Literasi Jateng: Nggak Cuma Bikin Pintar, Baca Buku Juga Biar Nggak Mudah Ketipu

April 9, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Guru PAUD Jateng Belajar AI, Nawal Yasin: Jangan Cuma Jadi Penonton Teknologi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?