Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Di Ujung Lereng Merapi, Anak-Anak Ini Cuma Punya Satu Pilihan Sekolah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Di Ujung Lereng Merapi, Anak-Anak Ini Cuma Punya Satu Pilihan Sekolah

Masalah muncul ketika sejumlah siswa dari desa-desa paling ujung justru tidak masuk dalam zonasi sekolah yang berada paling dekat dengan tempat tinggal mereka sendiri.

Nugroho P.
Last updated: Juni 29, 2026 12:33 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
ilustrasi anak SMP.
SHARE

BACAAJA, KLATEN – Harapan anak-anak di lereng Merapi, tepatnya di Kecamatan Kemalang, Klaten, kini bertumpu pada satu sekolah negeri. Bagi sebagian warga, SMAN Kemalang bukan sekadar tempat belajar, melainkan satu-satunya jalan agar anak mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan.

Masalah muncul ketika sejumlah siswa dari desa-desa paling ujung justru tidak masuk dalam zonasi sekolah yang berada paling dekat dengan tempat tinggal mereka sendiri.

Kondisi itu membuat banyak orang tua kebingungan. Mereka merasa pilihan sekolah untuk anak-anaknya semakin sempit, sementara alternatif lain berada cukup jauh dari kampung halaman.

Subur, salah seorang warga, mengatakan SMAN Kemalang selama ini menjadi harapan utama bagi anak-anak di wilayahnya, termasuk dari Desa Sidorejo dan Balerante.

Menurutnya, di Kecamatan Kemalang tidak ada lagi SMA maupun SMK negeri lain yang bisa menjadi pilihan masyarakat setempat.

Dulu, sebagian warga masih bisa mendaftarkan anak ke sekolah negeri di wilayah Yogyakarta. Namun, situasi berubah setelah SMAN Kemalang berdiri dan aturan zonasi ikut menyesuaikan.

“Sekarang sudah tidak bisa sebab setelah SMAN Kemalang dibuka, zonasinya juga berubah. Satu-satunya SMA ya hanya SMAN Kemalang itu,” kata Subur.

Ia mengaku awalnya masyarakat memahami bahwa cakupan zonasi sekolah tersebut meliputi seluruh wilayah Kecamatan Kemalang.

Namun, kenyataan di lapangan disebut berbeda. Beberapa desa yang berada di kawasan paling atas justru tidak termasuk dalam zona penerimaan siswa.

“Nyatanya tidak. Justru desa paling jauh, desa terakhir dan tertinggi malah tidak masuk zonasi. Padahal sekolah swasta harus ke sekitar kota Klaten, jaraknya jauh,” ujarnya.

Persoalan jarak menjadi tantangan tersendiri bagi warga lereng Merapi. Untuk menuju sekolah swasta di pusat kota, mereka harus menempuh perjalanan yang tidak sebentar.

Belum lagi soal biaya yang harus dikeluarkan. Mayoritas warga di kawasan tersebut bekerja sebagai petani dan buruh, sehingga kemampuan ekonomi menjadi pertimbangan utama.

“Warga juga cuma petani dan buruh, untuk sekolah swasta di kota tidak mampu. Jalur lain padahal tidak bisa,” ucap Subur.

Kekhawatiran orang tua makin besar karena mereka merasa anak-anak berpotensi kehilangan kesempatan mendapatkan pendidikan yang layak hanya karena persoalan administrasi zonasi.

Subur mengatakan warga sudah mendatangi Kantor Cabang Dinas Pendidikan Jawa Tengah Wilayah V untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Namun, hingga kini persoalan tersebut masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan pimpinan di tingkat yang lebih tinggi.

“Tadi sudah ke Kantor Cabang Dinas Pendidikan Jateng wilayah V tapi baru mau dikoordinasikan ke pimpinan. Harapan kami ya warga di desa tertinggi tetap masuk zonasi, karena kami desa terakhir,” katanya.

Suara serupa juga datang dari para wali murid yang berharap ada kebijakan khusus untuk wilayah mereka.

Widasih, warga Dukuh Gir Tengah, Desa Tegalmulyo, secara langsung meminta perhatian Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, agar membantu persoalan yang sedang mereka hadapi.

“Kepada bapak Gubernur Jawa Tengah, saya selaku orang tua mohon bantuannya karena anak saya ingin masuk SMAN Kemalang tidak bisa,” ujar Widasih.

Ia mengaku anaknya gagal diterima karena jarak rumah dinilai tidak memenuhi ketentuan zonasi yang berlaku.

Padahal menurutnya, SMAN Kemalang adalah sekolah negeri terdekat dan paling realistis untuk dijangkau setiap hari.

“Sedangkan satu-satunya sekolah yang dekat ya hanya SMAN Kemalang. Untuk itu kami mohon kebijaksanaan bapak,” lanjutnya.

Widasih menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan hanya dialami keluarganya saja, melainkan juga sejumlah siswa lain di kawasan lereng Merapi.

“Perlu saya sampaikan masih banyak siswa yang tidak bisa masuk SMAN Kemalang selain anak saya,” tambahnya.

Sekretaris Desa Balerante, Jainu, juga membenarkan adanya warga yang tidak lolos masuk ke sekolah tersebut.

Menurutnya, ada dua siswa dari desanya yang gagal diterima di SMAN Kemalang meski sudah mengikuti proses pendaftaran.

Sebagian siswa juga sempat mencoba mendaftar ke sekolah lain di wilayah Sleman, Yogyakarta, tetapi hasilnya juga belum sesuai harapan.

“Itu menurut informasi ada dua yang daftar ke SMAN Kemalang tidak diterima. Ada yang daftar ke SMAN Cangkringan, Sleman, tidak diterima karena nilai karena Balerante masuk zonasinya,” kata Jainu.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengaku masih menelusuri persoalan tersebut dan menunggu data final dari proses penerimaan siswa baru.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Sadimin, mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum mengambil langkah lanjutan.

“Nanti kami cek data yang riil dulu, sambil menunggu finalisasi SPMB,” ujarnya.

Bagi warga di kaki Merapi, harapan mereka sebenarnya sederhana. Mereka hanya ingin anak-anak di desa paling ujung tetap punya kesempatan sekolah di tempat yang paling dekat dengan rumah dan tidak kehilangan masa depan karena terbentur garis zonasi di atas peta.(*)

You Might Also Like

79.8 Ribu Pendaftar Gagal Masuk Undip Lewat UTBK SNBT 2025

Sastra Sulap Puitik Yoga Bagus, Cara Baru Bikin Bahasa Jadi Seru

Undip Kenalkan Kopi Tawangmangu ke Dunia

Sekolah Rakyat Dikritik, Mensos Bilang Siap Berbenah

Puan Buka Suara Soal Kasus FH UI: “No Excuse!”

TAGGED:anak smpsekolahzonasi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Langit Jateng Lagi Santai, Awan Tipis Temani Aktivitas Warga Hari Ini
Next Article MULAI MENGERING - Warga mencari ikan di aliran Sungai Jabungan, Kota Semarang, yang mulai mengering, Minggu (28/6/2026). (dul) Jaringan PDAM Semarang Mulai Masuk, Dua RW di Jabungan Masih Rawan Kekeringan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Mahasiswa Diminta Tak Cuma Jadi Komentator

Ilustrasi keracunan MBG. (wahyu/grafis)

Nah Lho! Kepala SPPG Karanganyar Muntah-muntah Cicipi Menu MBG untuk Ibu Hamil

Anggota Komisi VII DPR RI, Andhika Satya Wasistho. (ist)

Ojol Bakal Masuk UMKM, Mas Dewan RI Andhika Minta Pemerintah Perhatikan Jaminan Sosial Pengemudi

PERTAJAM STRATEGI - PLN Icon Plus menyiapkan strategi dengan memperkuat kemampuan tim dalam membaca pasar, memahami kebutuhan pelanggan, hingga mengubah peluang menjadi rencana bisnis.

Sambut Pasar PLTS Atap Makin Luas, PLN Icon Plus Pertajam Strategi lewat PV Academy

TAK BERJARAK - Bupati Temanggung, Agus Setyawan (Agus Gondrong) ngobrol akrab bersama warga pada Festival Lembutan Bansari ke-7 Tahun 2026 di Desa Gentingsari, Kecamatan Bansari, pada Sabtu (8/8/2026) pagi.

Cara Bupati Temanggung Jamin Kesehatan Warga: Balinkes Sediakan Bantuan Hingga Rp2,4 Juta per Orang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

PEMBEKALAN KKN--Ratusan mahasiswa Unwahas mengikuti pembelakan KKN, Sabtu (25/7/2026). (ist)
Pendidikan

671 Mahasiswa KKN Unwahas Diterjunkan ke Kendal, Siap Bantu Warga

Juli 26, 2026
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang. (ist)
Info

Sejumlah Sekolah di Jateng Ramai-ramai Tolak MBG, BGN Pasrah: Boleh Kok!

Maret 9, 2026
ILUSTRASI - Ilustrasi aksi kekerasan seksual.
Pendidikan

Marak Kekerasan Seksual di Institusi Pendidikan, SASV Gemas UIN Walisongo Respons Keras

Mei 22, 2026
Anggota Komisi X DPR RI Furtasan Ali Yusuf mengkritik banyaknya sekolah SD terutama swasta yang menarik iuran sekolah ugal-ugalan atau cukup tinggi melampuai kemampuan orang tua. Foto: dok/ist
Pendidikan

Biaya Sekolah SD Ugal-ugalan, Butuh Regulasi Batas Atas-Bawah

Juli 25, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Di Ujung Lereng Merapi, Anak-Anak Ini Cuma Punya Satu Pilihan Sekolah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?