Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Herdman: Indonesia Sekarang Raja ASEAN
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Sepak Bola

Herdman: Indonesia Sekarang Raja ASEAN

T. Budianto
Last updated: Oktober 6, 2026 9:08 am
By T. Budianto
5 Min Read
Share
BERI INSTRUKSI: Pelatin Timnas Indonesia, John Herdman berteriak memberikan instruksi kepada para pemainnya dalam laga final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin, (5/10/2026). (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA- Setelah sekian lama cuma jadi penonton pesta juara negara lain, akhirnya Timnas Indonesia punya alasan untuk benar-benar berpesta. Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 akhirnya mendarat di tangan Garuda. John Herdman pun tak mau menyembunyikan rasa bangganya.

Indonesia memastikan gelar juara setelah menaklukkan Thailand lewat drama yang bikin jantung kerja lembur. Bermain imbang 2-2 selama 120 menit, skuad Garuda akhirnya menang 4-2 melalui adu penalti pada partai final di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin, (5/10/2026).

Buat Herdman, kemenangan tersebut bukan sekadar tambahan koleksi piala. Ini adalah sejarah baru sepak bola Indonesia. “Ini merupakan momen yang membanggakan bagi Indonesia. Trofi pertama dalam sejarah,” kata Herdman dalam konferensi pers seusai pertandingan.

Pelatih asal Inggris itu mengakui laga final berjalan tidak mudah. Namanya juga final, katanya, selalu punya cara sendiri untuk menguji mental pemain. Apalagi lawan yang dihadapi adalah Thailand. Tapi kali ini Garuda tidak tumbang.

Baca juga: Drama 120 Menit! Indonesia Angkat Trofi FIFA ASEAN Cup

Herdman justru memberikan apresiasi besar kepada seluruh pemain yang menurutnya sudah bekerja habis-habisan untuk membawa pulang trofi. Menurut dia, para pemain bukan cuma mencetak gol, tetapi juga berhasil membangun sebuah tim yang solid. Bukan lagi sekadar kumpulan pemain yang memakai jersey merah-putih, tetapi satu kelompok yang punya tujuan sama.

“Itu misi kami. Tidak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan, satu-satunya hal yang penting adalah mengangkat trofi untuk kalian semua, untuk negara ini, dan membuat kalian bangga,” ujarnya.

Dan kalau bicara soal kebanggaan, tentu suporter tidak bisa dikeluarkan dari daftar. Herdman mengaku terkesan dengan dukungan suporter yang terus mengawal perjalanan Timnas Indonesia sejak fase awal turnamen hingga pertandingan terakhir. “Terima kasih kepada semua orang yang datang malam ini dan memberikan dukungan kepada kami,” katanya.

Drama final juga meninggalkan cerita tersendiri bagi Elkan Baggott. Bek Timnas Indonesia itu menjadi salah satu pemain penting dalam comeback Garuda. Ketika waktu normal hampir habis dan Indonesia berada dalam posisi tertekan, Baggott muncul pada menit ke-116 dan mencetak gol krusial untuk mengubah skor menjadi 2-2.

Sangat Bangga

Lalu ketika pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti, Baggott kembali menjalankan tugasnya dengan tenang. Indonesia akhirnya menang 4-2. “Hal pertama yang ingin saya sampaikan adalah terima kasih atas seluruh dukungan dari para suporter. Saya sangat bangga menjadi orang Indonesia hari ini,” kata Baggott.

Namun, Baggott tidak mau menjadikan kemenangan tersebut sebagai cerita tentang dirinya atau para pemain saja. Menurutnya, ada pekerjaan besar yang dilakukan di balik layar. Herdman, seluruh staf kepelatihan, hingga orang-orang yang selama ini bekerja tanpa banyak sorotan ikut punya bagian dalam sejarah tersebut.

“Mereka mencurahkan begitu banyak waktu dan tenaga untuk memastikan kami bisa tampil sebaik mungkin,” ujarnya. Baggott juga mengakui perjalanan menuju podium juara tidak bisa disebut santai. Pertandingan datang silih berganti dalam waktu berdekatan, sehingga pemain dituntut menjaga fisik, mental, sekaligus konsentrasi.

Di balik lapangan, tim pelatih dan staf bekerja menyiapkan segala kebutuhan agar para pemain bisa tampil maksimal sejak fase grup sampai final. Karena itu, Baggott menyebut trofi FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai kemenangan bersama.

“Ini bukan hanya kemenangan kami di lapangan. Ini adalah kemenangan seluruh tim dan semua staf. Saya pikir kami baru saja menunjukkan kalau kami adalah raja Asia Tenggara,” katanya.

Baca juga: Dua Kiper Timnas Menang, Sinyal Bagus Jelang ASEAN Cup

Dan malam itu, untuk pertama kalinya, Indonesia tidak perlu lagi sibuk menghitung peluang, berharap pada hasil pertandingan lain, atau sekadar berkata, “tahun depan mungkin.”

Trofinya sudah ada. Garuda akhirnya punya mahkota. Selama ini kita mungkin terlalu sering diminta bersabar melihat Timnas membangun masa depan. Tapi ternyata masa depan itu akhirnya datang juga, lengkap dengan trofi.

Jadi, kalau ada yang masih bilang Indonesia cuma jago bikin harapan, mungkin sekarang saatnya harapan tersebut diminta ikut angkat piala. Berat juga, soalnya. (tebe)

You Might Also Like

Korban Keracunan MBG di Batang Tembus 411 Orang, Menu Dimasak Sejak Pukul 19.30 WIB

Belum Mau Turun, Sudah Enam Bulan Harga Beras Terus Naik

Puan Maharani Ngobrol Bareng Tokoh Publik, Jawab Aspirasi Pasca Demo Besar-besaran!

Bos Google Bilang Investasi AI Sudah Lebay dan Irasional, tapi . . .

Dari Orasi ke Irama, Konser Perlawanan di Hari Kedua Aksi ‘Jateng Guyub’

TAGGED:FIFA Asean Cup 2026headlinejohn herdmantimnas indonesia
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Drama 120 Menit! Indonesia Angkat Trofi FIFA ASEAN Cup
Next Article Kebudayaan Bukanlah Teks yang Tersusun Rapi (Obituari James T. Siegel)

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi rapat paripurna DPR RI.

Dok! DPR Sahkan UU Perlindungan Ketenagakerjaan Baru, Terpisah dari UU Cipta Kerja

SALAMI PENDUKUNG: Terdakwa korupsi, Sudewo Bupati Pati (baju batik) menyalami pendukung di sela-sela istirahat sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (5/10/2026). (bae)

Butuh 13 Jam Baca Pleidoi Sudewo, Pendukung Bertahan hingga Tengah Malam

Mantan Kalapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto dipecat dari ASN.

Kalapas Cibinong Dipecat dari PNS, Buntut Sel Mewah Napi

PSIS Menang WO 3-0, Persiku Gagal Gelar Laga

Timnas Garuda Tak Lagi Spesialis Runner-up

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

KAMAR MAYAT - Korban tewas diantar ke ruang jenazah. (grafis/wahyu)
Hukum

Tragis! Siswa SD di Pemalang Meninggal, Diduga Korban Bullying Kakak Kelas

Oktober 2, 2026
SAKSI SIDANG--Eks Kowad, Dian Putri Permatasari (kemeja putih) dicecar soal pembelian mobil saat menjadi saksi sidang TPPU BUMD Cilacap di pengadilan, Senin (22/6/2026). (bae)
Hukum

Kowad Cantik Diduga Dapat Jatah Alphard dari Letjen Widi, TPPU Korupsi BUMD Cilacap

Juni 23, 2026
Hukum

Chiko Pengedit Konten AI Cabul Resmi Jadi Tersangka

November 11, 2025
Info

Stok Hewan Kurban di Jateng Aman

Mei 19, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Herdman: Indonesia Sekarang Raja ASEAN
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?