Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Timnas Garuda Tak Lagi Spesialis Runner-up
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Sepak Bola

Timnas Garuda Tak Lagi Spesialis Runner-up

T. Budianto
Last updated: Oktober 6, 2026 9:56 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
ANGKAT TROFI: Para pemain Timnas Indonesia mengangkat trofi juara usai mengalahkan Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026). (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA– Ada yang namanya kutukan. Ada juga yang namanya terlalu sering kalah sampai akhirnya dianggap takdir. Timnas Indonesia sepertinya sudah lama berada di wilayah abu-abu itu ketika berhadapan dengan Thailand.

Namun, Senin (5/10/2026) malam, kutukan tersebut akhirnya resmi rontok. Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Garuda akhirnya mengalahkan Gajah Perang lewat drama adu penalti dan memastikan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026. Laga berlangsung seperti roller coaster tanpa tombol berhenti.

Indonesia dan Thailand bermain imbang 1-1 selama waktu normal. Drama kemudian berlanjut ke babak tambahan dan kembali menghasilkan skor 2-2. Adu penalti pun menjadi penentu.

Kali ini, para penendang Indonesia tampil tanpa ampun. Semua eksekutor Garuda sukses menjalankan tugasnya. Thailand justru kehilangan kendali di dua kesempatan terakhir. Sarach Yooyen dan Nattapong Sayriya gagal menaklukkan gawang Indonesia. Skor adu penalti 4-2. Garuda juara dan yang lebih penting, satu kutukan panjang akhirnya pecah.

Baca juga: Drama 120 Menit! Indonesia Angkat Trofi FIFA ASEAN Cup

Kemenangan atas Thailand terasa spesial karena Indonesia akhirnya memutus penantian panjang. Dalam satu dekade terakhir, Thailand seolah menjadi lawan yang selalu punya cara membuat Indonesia gagal tersenyum.

Catatan pertemuan kedua tim menunjukkan dominasi Gajah Perang. Dalam rentang tersebut, Thailand mencatat empat kemenangan dan tujuh hasil imbang. Indonesia? Tidak pernah menang.

Kemenangan terakhir sebelum final FIFA ASEAN Cup 2026 terjadi pada leg pertama final Piala AFF 2016. Saat itu Indonesia menang 1-0 atas Thailand di Stadion Pakansari.

Setelahnya? Ya, begitulah. Thailand kembali menjadi tembok yang susah ditembus. Sampai akhirnya malam yang dinanti-nanti tiba, dan tembok itu roboh.

Masalah Indonesia ternyata bukan cuma Thailand. Partai final juga seperti tempat yang sering membuat Garuda lupa bagaimana caranya pulang membawa piala.

Catatan Ironis

Di Piala AFF saja, Indonesia tercatat enam kali mencapai final. Tetapi enam kali pula trofi lepas dari genggaman. Lebih ironis lagi, empat final di antaranya mempertemukan Indonesia dengan Thailand. Final 2000, 2002, 2016 dan 2020.

Empat kali bertemu. Empat kali pula Thailand menjadi bagian dari cerita pahit Indonesia. Namun, edisi 2026 akhirnya berbeda. Kali ini bukan Indonesia yang pulang dengan medali perak.

Ada satu catatan lain yang membuat kemenangan ini terasa semakin spesial. SUGBK. Stadion yang selama ini identik dengan pertandingan besar Timnas Indonesia akhirnya kembali menjadi tempat Garuda mengangkat trofi.

Terakhir kali Indonesia mengangkat piala di stadion tersebut terjadi pada SEA Games 1987 ketika mengalahkan Malaysia di partai final. Setelah itu, SUGBK seolah lebih sering menjadi saksi kekecewaan.

Baca juga: Herdman: Indonesia Sekarang Raja ASEAN

Pada SEA Games 1997, Indonesia kalah dari Thailand lewat adu penalti. Final Piala Tiger 2002 juga berakhir lewat adu penalti. Lagi-lagi Thailand yang menjadi lawan.

Kemudian ada final Piala AFF 2010. Indonesia harus mengakui keunggulan Malaysia dengan agregat 2-4. Empat tahun kemudian, tepatnya final SEA Games 2011, cerita pahit kembali terulang. Indonesia yang berstatus tuan rumah harus menyerah kepada Malaysia lewat adu penalti.

Terlalu banyak drama untuk satu stadion. Terlalu banyak kenangan yang tidak semuanya ingin diingat. Tetapi pada 5 Oktober 2026, cerita itu akhirnya berganti.

SUGBK bukan lagi sekadar tempat pertandingan besar. Malam itu, stadion tersebut menjadi tempat lahirnya sejarah baru. Indonesia mengalahkan Thailand. Indonesia mengangkat trofi. Dan kutukan yang bertahun-tahun menghantui akhirnya ambyar juga.

Mungkin selama ini masalahnya bukan Indonesia tidak bisa juara. Hanya saja Garuda terlalu rajin mengoleksi pengalaman pahit. Final demi final dilewati, runner-up berkali-kali dikumpulkan, sampai-sampai kalau medali perak bisa ditukar poin, Indonesia mungkin sudah jadi sultan. Untung kali ini tidak perlu tukar apa-apa. Trofinya langsung dibawa pulang. (tebe)

You Might Also Like

Bukit Mongkrang Ditutup Selama Ramadan

Banyak Negara Ramai-ramai Tolak Data Center, AI di Persimpangan Jalan?

Beda Nasib Ormawa Fakultas UIN Semarang dan UIN Jogja

Zulhas Minta Waktu Sebulan Benahi MBG

Dari Dadan ke Nanik S Deyang, Ini Struktur Baru Kepemimpinan BGN

TAGGED:FIFA Asean Cup 2026headlinePSSItimna indonesia
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Menanti Nasib Gibran, Hari Ini MK Bacakan Putusan Perkara Syarat Pencalonan Wakil Presiden
Next Article PSIS Menang WO 3-0, Persiku Gagal Gelar Laga

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Mantan Kalapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto dipecat dari ASN.

Kalapas Cibinong Dipecat dari PNS, Buntut Sel Mewah Napi

PSIS Menang WO 3-0, Persiku Gagal Gelar Laga

Timnas Garuda Tak Lagi Spesialis Runner-up

Menanti Nasib Gibran, Hari Ini MK Bacakan Putusan Perkara Syarat Pencalonan Wakil Presiden

Guru PAUD Jateng Belajar AI, Nawal Yasin: Jangan Cuma Jadi Penonton Teknologi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

KAMAR MAYAT - Korban tewas diantar ke ruang jenazah. (grafis/wahyu)
Info

Darurat Kesehatan Mental! Bocah SD di Demak Akhiri Hidup, Sempat Unggah Chat Dimarahi Ibu

Februari 14, 2026
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Wahyudin Moridu saat mabuk bersama pasangan selingkuhan dan tidak sadar mengaku akan pergi menghabiskan uang negara, merampok uang negara untuk jalan-jalan.
PolitikViral

Viral Lagi Mabuk dan Ngaku Mau Rampok Uang Negara, Anggota F-PDIP DPRD Gorontalo Langsung Dipecat

September 20, 2025
Ilustrasi pembayaran tunai menggunakan mata uang rupiah.
Ekonomi

Menolak Pembayaran Tunai Itu Melanggar Hukum Lho! DPR Soroti Praktik Cashless

Desember 25, 2025
Foto ilustrasi seorang warga mengangkat sekarung beras di gudang Bulog. Awas! Beras yang anda konsumsi beras oplosan yang dikata preimum ternyata kwalitasnya tidak sama. Jangan heran jika dimasak mudah basi dan tidak tahan lama.
Ekonomi

Awas! Beras Yang Anda Konsumsi, Premium ‘Oplosan’

Juli 15, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Timnas Garuda Tak Lagi Spesialis Runner-up
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?