Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Tragis! Siswa SD di Pemalang Meninggal, Diduga Korban Bullying Kakak Kelas
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Tragis! Siswa SD di Pemalang Meninggal, Diduga Korban Bullying Kakak Kelas

R. Izra
Last updated: Oktober 2, 2026 12:45 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
KAMAR MAYAT - Korban tewas diantar ke ruang jenazah. (grafis/wahyu)
KAMAR MAYAT - Korban tewas diantar ke ruang jenazah. (grafis/wahyu)
SHARE

BACAAJA, PEMALANG – Tragis. Bocah kelas 2 sekolah dasar (SD) di Pemalang, Jawa Tengah, meninggal dunia setelah diduga jadi korban bullying kakak kelas. Adalah Aqib (7) siswa tak beruntung itu.

Korban yang merupakan warga Kebondalem, Pemalang, sempat menjalani perawatan di RSUD M Azhari selama sembilan hari. Ia kemudian diperbolehkan pulang dan berada di rumah selama tiga hari.

Namun, kondisi korban kembali memburuk. Saat hendak dibawa ke rumah sakit pada Rabu (30/9/2026), Aqib meninggal dunia dalam perjalanan.

Kasat Reskrim Polres Pemalang AKP M Wildan Umar mengatakan, polisi telah menerima laporan terkait dugaan kekerasan yang dialami korban.

Bacaaja: Pemprov Jateng Luncurkan PAUD Emas, Cegah Bullying Sejak Usia Dini
Bacaaja: Bullying Grobogan, Polisi Resmi Tetapkan 2 Siswa SMP Jadi Tersangka

“Kami Sat Reskrim bersama Polsek Pemalang Kota menerima laporan dari masyarakat atau adanya informasi bahwa ada seorang anak meninggal dunia yang diduga akibat adanya tindakan kekerasan,” kata Wildan saat ditemui di RSUD M Azhari, Kamis (1/10/2026).

Polisi kemudian meminta keterangan awal dari sejumlah saksi, termasuk keluarga korban. Untuk memastikan penyebab kematian, polisi melakukan autopsi dengan melibatkan tim forensik Biddokkes Polda Jawa Tengah.

“Hari ini, kami sedang melaksanakan autopsi kepada korban untuk mengetahui penyebab kematian dari korban,” ujar Wildan.

Menurutnya, hasil pemeriksaan forensik akan menjadi bagian penting dalam penyelidikan kasus tersebut.

Kesaksikan Ibu Korban, Sikap Anaknya Berubah

Ibu korban, Diah Indriyanti (36), mengaku melihat perubahan besar pada anaknya setelah dugaan perundungan terjadi. Aqib yang sebelumnya dikenal ceria dan memiliki nafsu makan baik berubah menjadi lebih pendiam.

Diah mengatakan, anaknya juga sempat menceritakan dugaan kekerasan yang dialaminya kepada dokter ketika menjalani pemeriksaan.

“Saya merasa sudah beda, dari pola makan sama pola setiap hari. Anak itu biasanya ceria tapi berubah pendiam,” kata Diah.

Menurut Diah, korban mengaku mengalami kekerasan saat jam istirahat di sekolah. Ia menyebut anaknya bercerita bahwa dirinya dipukul pada bagian perut dan ditendang menggunakan sepatu.

Diah juga melihat adanya memar pada bagian perut dan kaki korban.

“Memar di perut dan kaki, warna biru-biru lebam,” ujarnya.

Setelah berada di rumah selama tiga hari pascaperawatan, Aqib kembali mengeluhkan sakit pada bagian perut. Kondisinya juga membuat korban kesulitan berjalan.

Keluarga: Korban Sebut Identitas Tiga Anak

Ayah korban, Nurwandi (43), mengaku sempat mendatangi sekolah untuk meminta penjelasan mengenai dugaan perundungan yang dialami anaknya.

Menurut Nurwandi, sebelum meninggal dunia, Aqib sempat menunjukkan identitas anak-anak yang diduga melakukan kekerasan terhadap dirinya. Ia menyebut ada tiga anak yang ditunjuk korban, masing-masing disebut berasal dari kelas 5 dan kelas 6.

“Anak saya itu sebelum meninggal sudah ngomong siapa-siapa yang mukul dia, dilihatin foto terus dia nunjuk,” kata Nurwandi.

Namun, menurutnya, pihak keluarga belum memperoleh penjelasan yang mereka harapkan dari sekolah.

Kini, keluarga menyerahkan proses penyelidikan kepada kepolisian.

Mereka berharap dugaan kekerasan yang dialami Aqib dapat diungkap secara terang, termasuk memastikan penyebab kematiannya berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan polisi.

Polres Pemalang menyatakan penyelidikan masih berlangsung. Hasil autopsi dan keterangan saksi akan menjadi bagian dari proses untuk memastikan apakah kematian Aqib berkaitan dengan dugaan kekerasan yang dilaporkan keluarga. (*)

You Might Also Like

Luthfi: Jangan Cuma Jadi Tukang Kritik, Mahasiswa Juga Harus Ikut Bangun Daerah

Isu Sudewo Dipukul Bikin Pendukung Marah, Pengawal KPK Minta Maaf: Bukan Maksud Saya Sengaja

Pulang Malam Bawa Lelah, Berangkat Sore Bawa Doa: Marlan Terus Ngantor Meski 8 Bulan Tak Digaji

Ngobrol Core Value, Bukan Cuma Ngabuburit: “1+1 Bisa Jadi 11” Ala Bos PTPN

Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Korupsi MBG, 32 Nama Terduga Viral di Media Sosial

TAGGED:headlinekorban bullyingpemalangsdsiswa sd pemalangtewas
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article SEKOLAH SEPI: SDN Ngaliyan 4 Semarang sepi karena mayoritas siswanya belajar daring atau tidak ke sekolah pada Jumat (2/10/2026). (bae) Terdampak Asap TPA Jatibarang, SDN Ngaliyan 4 Masih Belajar Daring

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

KAMAR MAYAT - Korban tewas diantar ke ruang jenazah. (grafis/wahyu)

Tragis! Siswa SD di Pemalang Meninggal, Diduga Korban Bullying Kakak Kelas

SEKOLAH SEPI: SDN Ngaliyan 4 Semarang sepi karena mayoritas siswanya belajar daring atau tidak ke sekolah pada Jumat (2/10/2026). (bae)

Terdampak Asap TPA Jatibarang, SDN Ngaliyan 4 Masih Belajar Daring

TUNTUT KENAIKAN UPAH - Massa aksi buruh membentangkan spanduk bertuliskan sejumlah tuntutan saat menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Jateng (Gubernuran) di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Kamis (1/10/2026).

Buruh Tuntut Kenaikan Upah 10 Persen, Begini Respons Disnakertrans dan DPRD Jateng

KEBAKARAN TPA: Petugas masih terus menyiram area kebakaran TPA Jatibarang Semarang, Jumat (2/10/2026). (bae)

Hari Ketiga Kebakaran TPA Jatibarang: Asap Masih Mengepul

RILIS LAGU PANCASILA - Olivia Zalianty bersama KGPH Ndaru Kusumo merilis karya musik berjudul 'Pancasila'.

Olivia Zalianty dan Ndaru Kusumo Rilis Lagu ‘Pancasila’ pada Hari Kesaktian Pancasila

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Zebra Candi Jalan Terus, Pelanggar Tetap Gaspol

November 20, 2025
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Hilman Mufidi dalam Rapat Kerja dengan Kementerian Pendidikan Dasar Menengah, Selasa (26/8/2025). DPR sepakat menambah anggaran untuk kesejahteraan guru dalam anggaran di Kemendikdasmen. Foto: dok.
Pendidikan

DPR Dukung Tambahan Tunjangan Guru Non-ASN, Dorong Pemerataan Revitalisasi Sekolah

Agustus 26, 2025
Ilustrasi pajak.
Hukum

Sandera Pajak di Semarang Akhirnya Bebas, Tunggakan Rp25 Miliar Dilunasi

Januari 16, 2026
Ekonomi

Rawit Lagi “Pedas”, Pemprov Gelontor Tiga Ton ke 15 Daerah

Februari 25, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tragis! Siswa SD di Pemalang Meninggal, Diduga Korban Bullying Kakak Kelas
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?