BACAAJA, KUPANG – Pulau Flores Nusa Tenggara Timur (NTT) diguncang gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026 lalu. Gempa Flores, NTT, menelan korban jiwa lebih dari 100 orang.
Berdasarkan data termutakhir Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terdapat 127 korban jiwa. Sementara, 166.829 orang lainnya terpaksan tinggal di tempat pengungsian.
Selepas gempa Magnitudo 7,7 silam, belasan ribu gempa susulan terjadi. Tercatat sudah 13.156 kali gempa susulan hingga Senin (7/9/2026) pukul 06.00 Wita.
Bacaaja: Flores NTT Diguncang 2.403 Gempa Susulan
Bacaaja: BREAKING NEWS: Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Cilacap, Getarannya Terasa Sampai Solo
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, mengatakan magnitudo gempa susulan bervariasi. Gempa susulan terbesar mencapai M 6,2, sedangkan yang terkecil tercatat M 0,9.
“Total gempa bumi susulan sebanyak 13.156 kali, dengan magnitudo terbesar 6,2 dan terkecil 0,9,” kata Arief, Senin pagi.
36 gempa di atas Magnitudo 5
Dari ribuan gempa tersebut, 36 gempa susulan memiliki magnitudo di atas 5. Sementara itu, sebanyak 177 gempa dirasakan langsung oleh masyarakat.
Meski jumlahnya masih tinggi, ada sedikit kabar baik. Berdasarkan grafik peluruhan gempa, aktivitas susulan mulai menunjukkan pola penurunan.
“Dari grafik peluruhan mulai nampak pola penurunan,” ujar Arief.
Namun, bukan berarti warga bisa langsung lengah. Aktivitas gempa susulan masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
BMKG memperkirakan rangkaian gempa susulan ini masih dapat berlangsung sekitar tiga sampai empat minggu setelah gempa utama.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, tetapi tetap waspada, terutama mereka yang berada di wilayah terdampak gempa utama.
Warga juga diminta tidak gampang percaya informasi yang beredar jika sumbernya tidak jelas. Untuk perkembangan terbaru soal aktivitas gempa, masyarakat diminta mengacu pada informasi resmi BMKG.
Jadi, meski grafik aktivitas mulai menurun, gempa susulan di Flores belum sepenuhnya selesai. Warga tetap perlu waspada sampai aktivitas benar-benar semakin mereda. (*)

