Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dari Jualan Koran di Lampu Merah hingga Raih Gelar Doktor, Kisah Perjuangan Arif Raih Impian
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Dari Jualan Koran di Lampu Merah hingga Raih Gelar Doktor, Kisah Perjuangan Arif Raih Impian

R. Izra
Last updated: Oktober 2, 2026 4:28 pm
By R. Izra
2 Min Read
Share
JADI DOKTOR: Moh. Miftahul Arief punya foto dengan buket bunga usai dinyatakan lulus dalam ujian terbuka promosi doktor di UIN Walisomgo Semarang. (ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Mohammad Miftahul Arief punya perjalanan panjang sebelum menyandang gelar doktor. Semasa kuliah, ia pernah berjualan koran di lampu merah Kalibanteng.

Kini, Arief resmi menjadi Doktor Studi Islam UIN Walisongo Semarang. Guru MI Miftahul Akhlaqiyah Ngaliyan, Semarang itu meraih nilai 3,98 atau nyaris sempurna.

Bagi Arief, gelar tersebut sebenarnya bukan sesuatu yang pernah ia bayangkan. Bahkan delapan tahun lalu, datang ke ujian terbuka doktor milik orang lain saja sudah membuatnya senang.

“Saya tak pernah bermimpi jadi doktor. Dulu, mengantar famili yang ujian terbuka sudah senang sekali bisa foto di photobooth-nya,” ujarnya, Jumat (2/10/2026).

Bacaaja: Ya Ampun, Ini Doktor Hukum yang Bikin Kaget!
Bacaaja: Membanggakan! Ketua Golkar Jateng M Saleh Raih Gelar Doktor Hukum, IPK Sempurna

Teliti Strategi MI di Tengah Persaingan Sekolah

Dalam ujian promosi doktor, Rabu (30/9/2026), Arief mempertahankan disertasi berjudul Urban Marketing: Strategi Pemasaran Madrasah Ibtidaiyah (MI) pada Masyarakat Perkotaan.

Penelitian itu berangkat dari fenomena menurunnya jumlah siswa MI di sejumlah kota besar di Jawa. Namun, beberapa MI di Kota Semarang justru menunjukkan pertumbuhan positif.

Arief kemudian meneliti empat madrasah, yakni MI Nurul Islam Ngaliyan, MI Tarbiyatul Khairat Pedurungan, MI Taufiqiyah Tembalang, dan MI Nashrul Fajar Tembalang.

Hasil penelitiannya menunjukkan masyarakat perkotaan kini punya banyak pertimbangan saat memilih madrasah. Bukan hanya soal agama atau jarak sekolah dari rumah.

Mutu pendidikan, pelayanan, keamanan, komunikasi, hingga reputasi lembaga ikut menjadi pertimbangan.

“Saya menemukan bahwa masyarakat perkotaan tidak lagi memilih madrasah hanya karena faktor agama atau kedekatan lokasi. Mereka juga mempertimbangkan mutu, pelayanan, keamanan, komunikasi, dan reputasi lembaga,” jelasnya.

Temuan itu kemudian ia hubungkan dengan strategi Segmenting, Targeting, Positioning (STP) dan bauran pemasaran 7P.

Dari penelitian tersebut, Arief merumuskan Urban-Spiritual Resonance Model. Model ini memadukan strategi pemasaran modern dengan nilai spiritual yang menjadi identitas madrasah.

Model itu kemudian menghasilkan empat tipologi pemasaran madrasah, yakni Professional-Premium, Balanced-Moderate, Achievement-Inclusive, dan Grassroots-Authentic.

Menurut Arief, setiap madrasah tak harus menggunakan pola yang sama. Strateginya bisa disesuaikan dengan karakter masyarakat dan kekuatan masing-masing. (bae)

You Might Also Like

Dari NIB Sampai QRIS, Mahasiswa KKN Undip Kini Tak Hanya Bawa Proposal

Unwahas Buka Prodi Teknik Pertambangan Pertama di Jateng, Siap Cetak Bos Tambang!

Pria Begitar di Balik Dugaan Pelecehan Mahasiswi UIN Walisongo, Kampus Bentuk Tim Gabungan

Punya Prestasi Internasional, Eh Gak Lolos SPMB Bikin Tanda Tanya Besar

Ngomongin Khitbah, Lamaran ala Islam yang Bukan Sekadar Formalitas

TAGGED:doktorlampu merahmiftahul ariefuin walisongo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article KAMAR MAYAT - Korban tewas diantar ke ruang jenazah. (grafis/wahyu) Tragis! Siswa SD di Pemalang Meninggal, Diduga Korban Bullying Kakak Kelas
Next Article POLISI - Ilustrasi anggota Polri (polisi). Kapolri Suyudi Punya Banyak PR di Internal Polri

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

KONSULTASI PUBLIK: Wakil Wali Kota Semarang dan sejumlah pihak foto bersama usai acara Konsultasi Publik AMDAL Pembangunan Tanggul Laut Teluk Semarang Tahap 1, di Aula Balai Kota Semarang, Jumat (2/10/2026). (ist)

Pemkot Harap Tanggul Laut di Teluk Semarang Jadi Solusi Masalah Pesisir

PELANTIKAN WANTIMPRES - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik 24 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (2/10/2026). (Sekretariat Presiden)

Rocky Gerung Satu ‘Kolam’ dengan Pratikno, Kini Masuk Wantimpres Prabowo

Sudah Tobat, Jangan Bongkar Lagi Masa Lalunya

Dukun di Banyumas Ditahan, Diduga Setubuhi Anak

DPR Minta Pembenahan Lapas Cibinong Jangan Mandek

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Final Cerdas Cermat Kalbar Makin Riuh, Sambas Ikut Buka Suara

Mei 18, 2026
Pendidikan

Data KK Diduga Dimanipulasi, Bansos Lansia Ikut Terhenti, Bengkulu Geger

Juni 21, 2026
Ilustrasi korban pelecehan atau kekerasan seksual.
Pendidikan

Kasus UI Jadi Alarm Keras! UIN Walisongo Gas Penyadaran Kolektif Cegah Kekerasan Seksual

April 16, 2026
DIKEKANG - Ilustrasi pola asuh yang telalu mengekan anak. (ist)
Pendidikan

Jangan Overprotective! Psikolog: Anak Butuh Belajar Gagal, Jatuh, dan Bangkit

Juli 13, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dari Jualan Koran di Lampu Merah hingga Raih Gelar Doktor, Kisah Perjuangan Arif Raih Impian
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?