Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: IPDA Dorong Pangan Lokal Jadi Mesin Ekonomi Desa melalui Lumbung Karya Indonesia
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

IPDA Dorong Pangan Lokal Jadi Mesin Ekonomi Desa melalui Lumbung Karya Indonesia

R. Izra
Last updated: Oktober 2, 2026 10:18 am
By R. Izra
5 Min Read
Share
MESIN EKONOMI DESA - Pangan lokal menyimpan potensi ekonomi besar. Melalui Lumbung Karya Indonesia, IPDA ingin pangan lokal jadi mesin ekonomi desa.
MESIN EKONOMI DESA - Pangan lokal menyimpan potensi ekonomi besar. Melalui Lumbung Karya Indonesia, IPDA ingin pangan lokal jadi mesin ekonomi desa.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Pangan lokal bukan sekadar soal untuk bertahan hidup, tapi juga menyimpan potensi besar untuk menjadi mesin ekonomi desa.

Ikatan Pemuda Penggerak Desa Indonesia (IPDA) mendorong pangan lokal tidak sekadar diproduksi, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah, dikembangkan menjadi usaha, hingga mampu menggerakkan ekonomi desa.

Gagasan tersebut mengemuka dalam Final Showcase Lumbung Karya Indonesia bertema “Inovasi Karya Pangan Lokal” yang digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Kamis (1/10/2026).

Kegiatan kolaborasi IPDA, STAPA, dan Impala tersebut mempertemukan sekitar 250 pelaku ekonomi pangan lokal.

Bacaaja: Telaga Dringo Jadi Panggung Aksi Hijau, Ribuan Bibit Pohon Tumbuhkan Harapan Baru Serayu
Bacaaja: Pemuda Desa Ciptakan Wayang Raksasa di Kuwondogiri, Jadi Ikon Budaya Tahun Baru Hijriyah

Setelah melewati berbagai tahapan seleksi dan pengembangan, 25 peserta berhasil menjadi finalis. Dari jumlah tersebut, kemudian lahir lima pemenang dalam lima kategori.

Namun, bagi IPDA, Lumbung Karya Indonesia bukan sekadar ajang mencari siapa yang paling unggul. Lebih dari itu, program tersebut dirancang sebagai ruang untuk menemukan potensi pangan lokal, mempertemukannya dengan kreativitas anak muda, lalu mendorongnya masuk ke tahap pengembangan produk dan usaha.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya mengubah bahan lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Menurutnya, setiap kabupaten dan kota perlu memiliki produk unggulan yang lahir dari potensi daerah dan dikembangkan bersama pelaku UMKM.

“Bahan lokal ini tidak hanya sekadar dibuat menjadi produk, tetapi harus mempunyai nilai tambah,” ujar Luthfi.

Tantangan pangan lokal hari ini bukan hanya bagaimana menghasilkan lebih banyak. Bukan cuma soal produksi, tetapi juga pembinaan teknis, akses permodalan, pemasaran, pengemasan, hingga penjualan.

Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Pangan, Dr. Ir. Sugeng Santoso, M.T., QRGP., CGRE, menempatkan pangan lokal sebagai salah satu kekuatan ekonomi daerah.

Menurutnya, pengembangan pangan membutuhkan kolaborasi banyak pihak. Mulai dari pemerintah, dunia usaha, UMKM, inovator, lembaga pendidikan, teknologi, pendanaan, hingga pasar.

Inovasi juga harus mampu mempertemukan antara apa yang bisa diproduksi dengan apa yang benar-benar dibutuhkan pasar.

Pemerintah daerah, kata dia, juga memiliki ruang untuk memperkuat keterhubungan tersebut. Salah satunya melalui fasilitasi agar produk lokal bisa masuk ke pasar yang lebih luas.

Wakil Sekretaris Jenderal IPDA Muhammad Sakur, M.Sc., mengatakan persoalan utamanya adalah bagaimana potensi desa bisa masuk ke rantai nilai yang lebih panjang.

“Yang perlu kita dorong bukan hanya bagaimana desa menghasilkan pangan, tetapi bagaimana pangan itu memiliki nilai tambah. Dari bahan baku menjadi produk, dari produk menjadi usaha, dan dari usaha menjadi bagian dari rantai ekonomi daerah,” ujar Sakur.

Menurutnya, hilirisasi juga harus berjalan bersama diversifikasi. Desa tidak bisa terus bergantung pada satu komoditas atau hanya menjual hasil produksi dalam bentuk mentah.

Di titik inilah peran generasi muda dinilai penting. Anak muda tidak hanya dituntut menghasilkan ide, tetapi juga mampu membawa teknologi, membaca tren pasar, membangun merek, hingga menghubungkan produk desa dengan konsumen.

“Di sinilah peran pemuda menjadi penting. Anak muda tidak hanya dibutuhkan untuk memproduksi gagasan, tetapi juga untuk membawa teknologi, membaca pasar, membangun merek, dan menghubungkan potensi lokal dengan konsumen,” katanya.

Ketua Umum IPDA Arifin Kusuma Wardhani menilai masih banyak potensi desa yang belum berkembang menjadi kekuatan ekonomi. Karena itu, pemuda harus hadir untuk menghubungkan potensi tersebut dengan inovasi dan jejaring yang lebih luas.

“Desa jangan hanya menjadi tempat produksi bahan mentah. Desa harus menjadi tempat lahirnya karya, produk, dan usaha. Pemuda harus mengambil bagian dalam proses itu,” ujar Arifin.

Dari Bahan Mentah Jadi Mesin Ekonomi

Desain Lumbung Karya Indonesia pun diarahkan untuk membangun rantai yang lebih panjang. Mulai dari potensi pangan lokal, inovasi, peran generasi muda, pengembangan UMKM, dukungan pemerintah, hingga dampak ekonomi.

Dari 250 pelaku yang mengikuti proses, 25 finalis akhirnya mendapat ruang untuk menunjukkan karya dan inovasi mereka. Lima pemenang dalam lima kategori kemudian menjadi bagian dari hasil akhir program tersebut.

Bagi IPDA, angka tersebut bukan sekadar jumlah peserta. Ada potensi desa yang sedang dicari, ada ide yang sedang dikembangkan, dan ada peluang usaha yang bisa diperbesar. (*)

You Might Also Like

Lawan Stunting Lewat Peran Ayah, Wonosobo Gas Program Keluarga Hangat Bersama

Kemarau Belum Puncak, Semarang Sudah Pasang Mode Siaga

Dua Pekan Jelang Lebaran, 400 Ribu Orang Sudah Amankan Tiket Kereta

Anglomerasi, Cara Jateng Hapus Sistem Open Dumping Sampah

Istimewa! Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK Tanpa Pakai Rompi Tahanan

TAGGED:ikatan pemuda desaikatan pemuda penggerak desaipdamesin ekomomi desapangan lokal
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi gelombang PHK massal. (wahyu/grafis) 7.315 Pekerja Jateng Kena PHK, DPRD: Jangan Cuma Dicatat, Harus Dicarikan Solusi!
Next Article Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah Ahmad Aziz. (Ist) Disnakertrans Jateng Siapkan Skema Serap Kembali Pekerja Korban PHK

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SEKOLAH SEPI: SDN Ngaliyan 4 Semarang sepi karena mayoritas siswanya belajar daring atau tidak ke sekolah pada Jumat (2/10/2026). (bae)

Terdampak Asap TPA Jatibarang, SDN Ngaliyan 4 Masih Belajar Daring

TUNTUT KENAIKAN UPAH - Massa aksi buruh membentangkan spanduk bertuliskan sejumlah tuntutan saat menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Jateng (Gubernuran) di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Kamis (1/10/2026).

Buruh Tuntut Kenaikan Upah 10 Persen, Begini Respons Disnakertrans dan DPRD Jateng

KEBAKARAN TPA: Petugas masih terus menyiram area kebakaran TPA Jatibarang Semarang, Jumat (2/10/2026). (bae)

Hari Ketiga Kebakaran TPA Jatibarang: Asap Masih Mengepul

RILIS LAGU PANCASILA - Olivia Zalianty bersama KGPH Ndaru Kusumo merilis karya musik berjudul 'Pancasila'.

Olivia Zalianty dan Ndaru Kusumo Rilis Lagu ‘Pancasila’ pada Hari Kesaktian Pancasila

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah Ahmad Aziz. (Ist)

Disnakertrans Jateng Siapkan Skema Serap Kembali Pekerja Korban PHK

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ketua Dewan Pertimbangan Apindo Jateng, Frans Kongi, memberi pemaparan dalam diskusi publik “Titik Kumpul 2 SKS” bersama perwakilan organisasi buruh dan Peradi SAI Semarang, yang di selenggarakan bacaaja.co, Rabu (29/4/2026). (dul)
Info

Pengusaha Jateng Tertekan Kenaikan BBM dan Bahan Baku, Produksi Terancam Turun

April 30, 2026
Hukum

Modus Donasi Di Stasiun Tugu Berujung Penangkapan Massal Pelaku

Maret 29, 2026
Olahraga

Catur Cina Nggak Main-main: Kudus Jadi Arena, Anak-anak Jadi Jagoan

Januari 27, 2026
Daerah

Agro Expo 2025: Pertanian di Semarang Nggak Cuma Soal Sawah, tapi Juga Inovasi Kekinian

September 13, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: IPDA Dorong Pangan Lokal Jadi Mesin Ekonomi Desa melalui Lumbung Karya Indonesia
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?