BACAAJA, SEMARANG – Perjalanan jalan kaki dari kawasan Gedong Songo, Kabupaten Semarang, berujung di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah (Gubernuran), Kamis (24/92/2026).
Setibanya di Gubernuran, warga yang menolak rencana proyek geotermal Gunung Ungaran-Telomoyo bergabung dengan Aliansi Jateng Guyub untuk menyampaikan aspirasi.
Aksi tersebut digelar dengan sejumlah kegiatan, mulai dari orasi, membentangkan spanduk penolakan, hingga audiensi dengan pihak pemerintah.
Bacaaja: Tolak Geotermal Ungaran-Telomoyo, Warga Aksi Jalan Kaki 37 KM ke Kantor Gubernur
Bacaaja: Fakta Demo ‘Menuju Indonesia Bangkrut’, Bus Diadang Aparat TNI-Polri hingga soal CCTV
Sebelumnya, warga telah menempuh perjalanan sekitar 37 kilometer dari Candi Gedong Songo menuju Kota Semarang.
Aksi jalan kaki itu menjadi bagian dari solidaritas warga yang menolak rencana pengembangan geotermal di kawasan Gunung Ungaran-Telomoyo.
Seorang warga, Rengga Jumadi mengatakan perjalanan tersebut bukan sekadar aksi simbolis. Menurutnya, jalan kaki menjadi bentuk kesungguhan warga dalam menyuarakan kepedulian terhadap kondisi alam.
“Itu adalah bentuk kepedulian kita terhadap alam. Bentuk keprihatinan kita terhadap alam. Alam mau dirusak direwangi mlaku,” kata Rengga.
Rengga menjelaskan, dari rombongan asal Ungaran, ada satu orang yang menjadi peserta inti yang berjalan kaki. Sementara dirinya bersama warga lain ikut menemani selama perjalanan.
Perlu diketahui, rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) Gunung Ungaran saat ini masih berada pada tahap eksplorasi dan studi kelayakan. Pemerintah menyebut proyek tersebut diproyeksikan memiliki kapasitas sekitar 55 megawatt (MW).
Wilayah kerja panas bumi Gunung Ungaran mencakup sekitar 29.800 hektare, dengan mayoritas berada di Kabupaten Semarang dan sebagian di wilayah perbatasan Kabupaten Kendal. Namun, luas tersebut bukan berarti seluruhnya akan menjadi lokasi pembangkit. (bae)

