Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Diduga MBG Makan Korban Ratusan Siswa di Sampang Cilacap
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Diduga MBG Makan Korban Ratusan Siswa di Sampang Cilacap

Nugroho P.
Last updated: September 24, 2026 6:28 am
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (MBG).
SHARE

BACAAJA, CILACAP – Ratusan siswa SMA Negeri 1 Sampang, Cilacap, mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan yang diduga berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga Rabu (23/9/2026), tercatat 361 siswa mengalami gejala seperti mual, muntah, diare, sakit perut, hingga badan terasa lemas.

Contents
Sampel Makanan dan Air DiujiSPPG Disetop Sementara361 Siswa Alami KeluhanAda yang Dirawat hingga DirujukSekolah Penerima MBG Ikut Dipantau

Kondisi tersebut membuat petugas kesehatan bergerak cepat. Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Cilacap turun langsung ke sekolah dan mengambil sampel makanan serta air untuk mencari tahu sumber masalahnya.

Sampel itu selanjutnya dikirim ke Laboratorium Kesehatan (Labkes) Provinsi Jawa Tengah. Sambil menunggu hasil pemeriksaan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan ke sekolah tersebut diminta menghentikan operasionalnya sementara.

Sampel Makanan dan Air Diuji

Kepala Dinkes PPKB Cilacap Hasanuddin mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah keluhan yang dialami para siswa berkaitan dengan makanan, air, atau faktor lain.

Tim kesehatan tidak hanya mengambil sampel menu MBG yang dikonsumsi siswa. Air yang digunakan atau dikonsumsi di lingkungan sekolah juga ikut diperiksa untuk memastikan sumber keluhan.

“Pengambilan sampel kami lakukan, kemudian nanti akan segera kami kirimkan ke Labkes Provinsi Jawa Tengah untuk dilakukan pemeriksaan apakah ada kemungkinan gejala keracunan itu dari sampel makanan atau dari air dan sebagainya,” kata Hasanuddin, Rabu (23/9/2026).

Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya menjadi salah satu bahan penting untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Dinkes masih menunggu hasil tersebut sebelum menarik kesimpulan soal penyebab keluhan para siswa.

SPPG Disetop Sementara

Dinkes PPKB Cilacap juga berkoordinasi dengan pihak SPPG dan Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Cilacap. Koordinasi dilakukan sebagai bagian dari langkah penanganan setelah munculnya keluhan pada ratusan siswa.

Untuk sementara, SPPG yang memasok makanan ke SMAN 1 Sampang disuspend atau dihentikan operasionalnya. Penghentian dilakukan sampai pemeriksaan selesai dan hasil laboratorium diketahui.

“Kita koordinasi agar supaya SPPG tersebut sementara disuspend dulu, tidak dioperasikan sampai dengan hasil pemeriksaan selesai,” ujar Hasanuddin.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian. Dinkes belum menyatakan bahwa makanan MBG merupakan penyebab pasti keluhan yang dialami siswa.

361 Siswa Alami Keluhan

Keluhan kesehatan mulai dirasakan sebagian siswa sejak Selasa (22/9/2026) malam. Kondisi tersebut masih ditemukan hingga Rabu dan membuat petugas kesehatan dari sejumlah puskesmas diterjunkan ke sekolah.

Sedikitnya lima puskesmas ikut membantu penanganan siswa. Mereka berasal dari Puskesmas Sampang, Puskesmas Maos, Puskesmas Adipala 1, Puskesmas Adipala 2, dan Puskesmas Kesugihan 1.

Dari pendataan sementara Dinkes PPKB Cilacap, jumlah siswa yang mengalami keluhan mencapai 361 orang. Angka tersebut masih menjadi data sementara selama proses pemantauan berlangsung.

Ada yang Dirawat hingga Dirujuk

Dari ratusan siswa tersebut, sebanyak 70 siswa mendapat obat di sekolah. Sementara 15 siswa menjalani rawat jalan di Puskesmas Sampang dan enam siswa harus menjalani rawat inap.

Selain itu, 19 siswa dirujuk ke RSUD Cilacap untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Petugas kesehatan masih memantau kondisi para siswa yang menjalani perawatan.

Pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi mereka terus membaik. Dinkes juga tetap berkoordinasi dengan sekolah dan fasilitas kesehatan terkait perkembangan para siswa.

Sekolah Penerima MBG Ikut Dipantau

Tak hanya SMAN 1 Sampang, Dinkes PPKB Cilacap juga melakukan pemantauan terhadap sekolah lain yang menerima distribusi MBG. Langkah ini dilakukan untuk melihat apakah ada keluhan serupa di lokasi lain.

Pemantauan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mengantisipasi munculnya kasus tambahan. Petugas akan melihat perkembangan kondisi siswa serta informasi dari sekolah penerima makanan.

Untuk saat ini, penyebab pasti keluhan masih dalam proses pemeriksaan. Hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dan air akan membantu menentukan apakah ada kaitan antara konsumsi tersebut dengan gejala yang dialami 361 siswa.

Dinkes PPKB Cilacap menegaskan, belum ada kesimpulan bahwa makanan MBG menjadi sumber masalah. Karena itu, pemeriksaan laboratorium dan pemantauan kondisi siswa masih menjadi fokus utama penanganan kasus ini. (*)

You Might Also Like

Jembatan Gantung Pangandaran yang Ambruk saat Diresmikan Dibangun TNI AD, Dandim Minta Maaf

Dari Indonesia ke Jepang: Cerita Sopir Bus Lulusan JIDS Meraih Masa Depan di Negeri Sakura

Hari Jadi ke-479 Semarang, Kesenjangan Ekonomi Masih Mengintai

Cerita Becak Listrik Bantuan Prabowo di Brebes Ditarik Lagi Gara-gara Pilkades

Jateng Selatan Masih Diguyur Hujan hingga Akhir April

TAGGED:cilacapkeracunanMBGsampangsppg
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PERKUAT KEPASTIAN HUKUM -- PLN Icon Plus tandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kejari Gunungkidul tentang Bantuan Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, untuk memperkuat kepastian hukum dan keamanan bisnis digital. Perkuat Kepastian Hukum dalam Pengembangan Bisnis Digital, PLN Icon Plus Gandeng Kejari Gunungkidul
Next Article Bayi Tiga Hari di Solo Dijual Rp6 Juta, Terdesak Utang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Warga Takut Kasus Geotermal Dieng Terulang di Gunung Ungaran

CEK KESEHATAN RUTIN - PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah mendorong seluruh personel untuk mengenali kondisi tubuh melalui pelaksanaan Daily Health Checking. Pemeriksaan rutin kesehatan ini dilakukan bagi personel sebelum memulai aktivitas kerja.

PLN Icon Plus Dorong Penerapan Budaya HSSE melalui Daily Health Checking

AKSI DI GUBERNURAN--Warga yang melakukan aksi jalan kaki dari Gedong Songo membaur dengan massa aksi Jateng Guyub di depan Gubernuran, Semarang, Kamis (24/9/2026). (bae)

Jalan Kaki dari Gedong Songo, Warga Suarakan Penolakan Geotermal di Gubernuran

Tujuh Kafilah Semarang Dapat Hadiah Umrah dari Wali Kota

Belajar Disiplin, Warga Binaan Lapas Purwodadi Jadi Petugas Upacara

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Agro Expo 2025: Pertanian di Semarang Nggak Cuma Soal Sawah, tapi Juga Inovasi Kekinian

September 13, 2025
Ekonomi

Dijamin Geger! 105 Ribu Pikap di Impor dari India, Siapa Untung Siapa Waswas?

Februari 22, 2026
Info

Timah RI Masih Bocor ke Malaysia dan Singapura

Agustus 20, 2026
Daerah

Semarang Ternyata Punya Sesar Aktif, Agustina Siapkan Jurus “Paku Bumi”

Agustus 24, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Diduga MBG Makan Korban Ratusan Siswa di Sampang Cilacap
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?