Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ironi Gempa NTT! Korban Meninggal di Pengungsian Lebih Banyak daripada saat Kejadian
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Ironi Gempa NTT! Korban Meninggal di Pengungsian Lebih Banyak daripada saat Kejadian

R. Izra
Last updated: September 16, 2026 7:05 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Gempa NTT. ist
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Penanganan korban terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) menyisakan ironi. Memedihkan sekali. Betapa tidak, korban meninggal di pengungsian jauh lebih banyak dari korban jiwa saat kejadian.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026 menyisakan tragedi yang jauh lebih panjang dari sekadar guncangan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total 142 orang meninggal dunia terdampak bencana tersebut. Yang bikin miris, sebagian besar korban justru meninggal bukan saat gempa terjadi.

Bacaaja: 61 Mahasiswa UMY Selamat dari Gempa NTT
Bacaaja: Update Gempa NTT: Ada 7.029 Gempa Susulan, Korban Tewas Tembus 100 Jiwa

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengungkapkan, sebanyak 48 orang meninggal secara langsung akibat gempa. Sementara 94 orang lainnya meninggal secara tidak langsung saat berada di pengungsian.

“Korban yang meninggal secara langsung akibat gempa bumi itu 48 orang. Tetapi secara tidak langsung yang ada di pengungsian ada 94 orang,” ujar Berton dalam konferensi pers, Selasa (15/9/2026).

Angka tersebut menjadi catatan serius. Sebab, tempat yang seharusnya menjadi ruang perlindungan bagi para penyintas justru menjadi lokasi jatuhnya puluhan korban jiwa.

BNPB menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga yang kehilangan anggota keluarganya, baik akibat dampak langsung maupun tidak langsung dari gempa.

Di tengah tragedi tersebut, jumlah pengungsi memang mulai berkurang. Dari sebelumnya mencapai lebih dari 150 ribu jiwa, kini tercatat sekitar 46.461 orang masih berada di pengungsian.

Namun, pekerjaan rumah pemerintah masih sangat besar. BNPB mencatat sedikitnya 103.427 unit rumah mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan, sedang hingga rusak berat.

Data kerusakan tersebut masih dalam proses validasi dan verifikasi bersama pemerintah daerah. BNPB juga menggandeng Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) serta Badan Pusat Statistik (BPS).

Validasi dilakukan untuk memastikan data setiap rumah, termasuk identitas pemilik dan alamatnya.

“Kami perlu memperoleh by name by address, atau setiap rumah tersebut siapa pemiliknya dan alamatnya di mana yang jelas,” kata Berton.

Tragedi NTT akhirnya menunjukkan bahwa bencana tidak selalu berhenti ketika tanah kembali diam. Bagi para penyintas, ancaman justru bisa berlanjut di tempat pengungsian ketika kebutuhan dasar, kesehatan, dan perlindungan belum sepenuhnya terpenuhi.

142 nyawa telah hilang. 94 di antaranya meninggal setelah gempa berlalu. Ini bukan fiksi. Ini fakta di negeri ini. (*)

You Might Also Like

Peternak Unggas Curhat ke Luthfi, MBG Diminta Jadi Penyelamat

Erupsi Anak Gunung Krakatau, Belasan Penerbangan Semarang Terganggu

Trump Minta Iran Dicoret dari Piala Dunia 2026, Ganjar Sampaikan Respons Menohok

KNKT Minta Jalur Alternatif Agar Truk Industri Tak Lewat Silayur, Gimana Progresnya?

Dapur MBG Jangan Asal Jalan, Gerindra Pasang Alarm Kualitas

TAGGED:gempaheadlinekorban tewasmeninggalnttpengungsian
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PERMINTAAN MAAF: Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat terkait polemik isu kepemilikan tanah oleh negara. Permintaan maaf tersebut ia sampaikan dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Selasa (12/8/2025). (ist) 4 Orang Kepercayaan Nusron Wahid Tersangka OTT KPK di Bogor, Siapa Saja dan Apa Peran Mereka?
Next Article SAMPAIKAN KETERANGAN - Ketua BK DPRD Solo Achmad Sapari (kiri) dan Wakil Ketua BK DPRD Solo Joni Sofyan Erwandi (kanan) menyampaikan keterangan soal surat panggilan pemeriksaan oleh penyidik Polda Bali terhadap anggota DPRD Solo Kevin Candra Sadewa, Selasa (15/9/2026). Anggota DPRD Solo Kevin Terjerat Kasus Hukum, BK Terima Surat Panggilan Pemeriksaan dari Polda Bali

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

DOA DI TENGAH NYALA LILIN - Sejumlah jurnalis di Semarang berdoa bersama mengelilingi lilin dan poster, sebagai bentuk solidaritas dan harapa keselamatan untuk 5 jurnalis yang hilang, Rabu (16/9/2026). (dul)

Lilin Menyala, Doa-doa Keselamatan Dilangitkan: Solidaritas dari Semarang untuk 5 Jurnalis Hilang

Sekretaris Daerah (Sekda) Solo Budi Murtono.

Reaksi Keras Pemkot Solo kepada ‘Ahli Waris’ Sriewadri: Hentikan!

Ketua Kaukus Perempuan Parlemen Daerah (KPPD) Provinsi Jawa Tengah, Rr. Maria Tri Mangesti.

KPPD Jateng Sorot Kuota 30 Persen Perempuan di Parlemen Belum Terpenuhi

SAMPAIKAN KETERANGAN - Ketua BK DPRD Solo Achmad Sapari (kiri) dan Wakil Ketua BK DPRD Solo Joni Sofyan Erwandi (kanan) menyampaikan keterangan soal surat panggilan pemeriksaan oleh penyidik Polda Bali terhadap anggota DPRD Solo Kevin Candra Sadewa, Selasa (15/9/2026).

Anggota DPRD Solo Kevin Terjerat Kasus Hukum, BK Terima Surat Panggilan Pemeriksaan dari Polda Bali

Ironi Gempa NTT! Korban Meninggal di Pengungsian Lebih Banyak daripada saat Kejadian

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Olahraga

Menpora-Menpar Dukung Sport Tourism

Desember 23, 2025
Info

Sawah Jangan Sampai Hilang, Jateng Minta Pusat Turun Tangan

September 16, 2026
Ilustrasi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Info

Kemenag Soroti Pengawasan MBG Usai Santri Keracunan

September 3, 2026
Daerah

Agustina Janji Tambaksari Bakal Punya Jembatan

Januari 30, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ironi Gempa NTT! Korban Meninggal di Pengungsian Lebih Banyak daripada saat Kejadian
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?