Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: 61 Mahasiswa UMY Selamat dari Gempa NTT
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

61 Mahasiswa UMY Selamat dari Gempa NTT

Nugroho P.
Last updated: Agustus 16, 2026 12:56 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Gempa NTT. ist
SHARE

BACAAJA, YOGYAKARTA – Kabar lega datang dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) setelah gempa kuat mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Sebanyak 61 mahasiswa UMY yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sejumlah lokasi dilaporkan selamat.

Contents
Mahasiswa Tersebar di Dua LokasiKampus Masih Kaji Nasib KKNMahasiswa Fokus Bantu Pengungsi

Saat gempa terjadi, para mahasiswa langsung bergerak ke lokasi yang lebih tinggi setelah muncul ancaman tsunami. Mereka bersama warga memilih mengungsi ke area perbukitan dan kini menempati tenda pengungsian yang telah disiapkan.

Perwakilan mahasiswa KKN UMY, Didan Oktanova Hermawan atau Awan, mengatakan kondisi seluruh anggota kelompoknya aman. Mahasiswa juga sudah mengamankan barang-barang penting sebelum bergerak bersama-sama menuju bukit saat gempa susulan terjadi.

“Alhamdulillah, aman. Terakhir saat gempa susulan ketiga, teman-teman sudah menyiapkan seluruh barang penting, lalu bersama-sama pergi ke bukit,” ujar Awan melalui keterangannya, Minggu (16/8/2026).

Mahasiswa Tersebar di Dua Lokasi

Puluhan mahasiswa tersebut terbagi dalam dua kelompok KKN. Kelompok Gema Pelita Nusantara (GPN) berisi 26 mahasiswa yang ditempatkan di Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Sementara itu, kelompok Proyek Ekspedisi Nusantara (PENA) beranggotakan 35 mahasiswa. Mereka menjalankan program KKN di Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur.

Ketika proses evakuasi berlangsung, mahasiswa bersama warga bergerak menuju tempat yang dinilai lebih aman. Perempuan dan kelompok rentan menjadi prioritas untuk dievakuasi lebih dulu.

Kini para mahasiswa berada di tenda pengungsian yang didirikan di kawasan perbukitan. Dosen pembimbing lapangan (DPL) juga berada di lokasi untuk mendampingi mahasiswa sekaligus membantu warga dalam proses evakuasi.

Kampus Masih Kaji Nasib KKN

UMY belum buru-buru memutuskan apakah program KKN akan tetap dilanjutkan atau para mahasiswa ditarik pulang. Kampus masih menunggu hasil asesmen kondisi di lapangan yang dilakukan para DPL.

Perwakilan Direktorat Riset dan Pengabdian UMY, Al-Afik, mengatakan keselamatan mahasiswa menjadi pertimbangan utama. DPL diminta mengecek kondisi lokasi penugasan secara menyeluruh sebelum kampus mengambil keputusan.

“Kalau tidak memungkinkan dari kondisi di lapangan, mahasiswa akan kami tarik. Namun, akan diasesmen terlebih dahulu apakah mereka bisa tetap menjadi bagian dari penanganan di lokasi,” kata Afik.

Menurut dia, hasil asesmen nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya. Jika situasi memungkinkan, mahasiswa bisa saja tetap berada di lokasi dan ikut membantu proses penanganan pascabencana.

Namun jika kondisi dinilai tidak aman, UMY tidak akan mengambil risiko dan mahasiswa akan dipulangkan ke Yogyakarta.

Mahasiswa Fokus Bantu Pengungsi

Di tengah situasi tersebut, para mahasiswa belum membahas lebih jauh soal kelanjutan program KKN. Mereka masih fokus membantu warga dan memenuhi kebutuhan di tenda pengungsian.

Awan mengatakan mahasiswa masih menunggu arahan dari DPL maupun pihak kampus. Untuk sementara, aktivitas mereka lebih banyak diarahkan pada kondisi darurat di lokasi pengungsian.

“Kami masih fokus dengan kondisi di pengungsian dan menunggu arahan lebih lanjut dari DPL maupun kampus,” ujarnya.

UMY memastikan pemantauan terhadap kondisi 61 mahasiswa terus dilakukan. Kampus juga akan melihat perkembangan situasi di wilayah terdampak sebelum menentukan apakah KKN dilanjutkan atau mahasiswa ditarik dari NTT. (*)

You Might Also Like

DIY Dikepung Longsor: 59 Titik Terdampak

Semarang Masih Sepi Koperasi Merah Putih, Baru Satu Jalan Duluan

Prabowo Naikkan Bonus Peraih Emas SEA Games

Baru Dilantik, Lima Kepala Daerah Tumbang di Tahun Sama

Ketua DPRD Jateng: Musrenbang Jangan Cuma Rapi di Kertas

TAGGED:gempa nttkknmahasiswa kknmahasiswa UNY
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Iming-iming Uang Jadi Modus Marbot di Cilacap
Next Article Info Terkini: Gempa NTT Renggut 47 Nyawa dan 5.000 Orang Mengungsi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Luthfi: Pramuka Harus Siap Jadi Pemimpin

Mahjong Naik Kelas: Dari Meja Permainan Jadi Ruang Nongkrong dan Fellowship

Purbalingga Gaspol Cetak Atlet Sepeda Baru

HUT ke-81 RI di Jateng Tak Cuma Upacara

Sulteng Ikut Diguncang Gempa M 5,9

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Napi Ngopi Santai di Kendari, Petugas Langsung Disorot

April 16, 2026
Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Golkar, Andhika Satya Wasistho. (ist)
Info

Perpres Ojol Jadi UMKM Disoal Mas Dewan RI, Andhika Soroti Perlindungan dan Jaminan Sosial

Agustus 12, 2026
Ilustrasi kayu gelondongan terbawa banjir bandang di Sumatera.
Info

Korban Nyawa Banjir di Sumatera Terus Melonjak, BNPB: 303 Orang Tewas

November 30, 2025
Ekonomi

Naga Tapa Naik Panggung, Batik Purbalingga Unjuk Gigi

Oktober 27, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: 61 Mahasiswa UMY Selamat dari Gempa NTT
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?