Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Foksri Bantah Rintangi Pendirian Sekber Ahli Waris Sriwedari: Panggung Seni Bukan untuk Menghalangi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Foksri Bantah Rintangi Pendirian Sekber Ahli Waris Sriwedari: Panggung Seni Bukan untuk Menghalangi

R. Izra
Last updated: September 16, 2026 11:13 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
SENGKETA - Sengketa Taman Sriwedari memanas setelah rencana pendirian Sekber ahli waris mendapat penolakan.
SENGKETA - Sengketa Taman Sriwedari memanas setelah rencana pendirian Sekber ahli waris mendapat penolakan.
SHARE

BACAAJA, SOLO – Sengketa Taman Sriwedari Solo kembali memanas. Ahli waris berencana mendirikan Sekretariat Bersama (Sekber), namun terhalang adanya panggung pentas seni.

Keberadaan panggung seni dan budaya di lokasi yang disebut akan menjadi tempat pembangunan Sekber sempat dianggap sebagai bentuk penolakan terhadap ahli waris.

Forum Komunitas Sriwedari (Foksri) membantah anggapan tersebut. Pembina Foksri Kusumo Putro menjelaskan, panggung itu didirikan untuk mendukung agenda pertunjukan seni dan budaya yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Kegiatan di panggung seni tersebut menampilkan berbagai potensi seni di kawasan Sriwedari, mulai dari tari hingga musik keroncong.

Bacaaja: Miris!! Rusa Taman Sriwedari Makan Sampah
Bacaaja: Keinginan Ahli Waris Sriwedari Dirikan Sekber Mendapat Penolakan, Sengketa Bonrojo Memanas

“Kegiatan ini ada tari, potensi seni budaya, ada musik keroncong. Semua potensi budaya yang ada di Sriwedari ditampilkan. Acara mulai hari ini sampai Minggu, pukul 15.00 sampai 19.00,” kata Kusumo, Selasa (15/9/2026).

Kusumo menegaskan pihaknya tidak mengetahui adanya rencana ahli waris mendirikan Sekber di lokasi tersebut. Karena itu, ia membantah jika panggung sengaja didirikan untuk menggagalkan pembangunan.

Menurutnya, persiapan kegiatan seni telah dilakukan jauh sebelum rencana pembangunan Sekber mencuat.

“Kami tidak tahu kalau ada rencana pembangunan atau apa. Persiapan acara ini sudah cukup lama. Tidak serta-merta hari ini langsung berdiri,” ujarnya.

Kusumo mengatakan kegiatan tersebut melibatkan sejumlah komunitas dan paguyuban yang selama ini menggantungkan aktivitasnya di kawasan Sriwedari.

Komunitas yang terlibat tak hanya dari kalangan seniman. Ada pula pelukis, kelompok parkir, pelaku kuliner hingga berbagai komunitas lainnya.

Menurut Kusumo, Foksri selama ini menjadi wadah komunikasi berbagai paguyuban di Sriwedari sekaligus menjadi penghubung aspirasi mereka dengan pemerintah.

“Di sini merupakan tempat komunitas terbesar yang ada di Solo. Banyak paguyuban, ada pelukis, seni dan budaya, parkir, kuliner dan berbagai komunitas lainnya. Posisi kami menjadi wadah dari semua paguyuban yang ada di kawasan ini,” jelasnya.

Terkait lokasi panggung yang bertepatan dengan titik rencana pembangunan Sekber, Foksri memilih tidak mengambil keputusan sendiri.

Kusumo menyerahkan persoalan tersebut kepada pihak yang memiliki kewenangan. Ia bahkan menyatakan siap memindahkan atau menggeser panggung apabila ada keputusan resmi dari pihak berwenang.

“Kalau memang ada yang mempunyai kewenangan untuk meminta kami memindahkan atau menggeser, ya kami akan pindah. Yang jelas kami lebih dulu mau bikin acara budaya,” pungkasnya.

Polemik ini memperlihatkan bahwa sengketa Sriwedari bukan hanya menyangkut klaim kepemilikan lahan, tetapi juga bersinggungan dengan keberadaan berbagai komunitas yang telah lama menjalankan aktivitas di kawasan tersebut.

Kini, penyelesaian persoalan tersebut kembali bergantung pada kejelasan kewenangan dan pelaksanaan putusan hukum, agar konflik di lapangan tidak semakin melebar. (*)

You Might Also Like

Hormuz Memanas, Trump Santai Sebut Amerika Kini Mirip Bajak Laut

Soal Enam Hari Sekolah, Pemkot Nggak Mau Grusa-Grusu

Eh Bayar Utang Puasa Nggak Harus Maraton, Santai Aja Bayarnya

Pengacara Korban Endus Aroma Tuntutan Ringan untuk AKBP Basuki, Kasus Dosen Untag Tewas

Chaos di Banyumas! Massa Demo Jebol Gerbang Pendopo, Dinding Dicoret-coret

TAGGED:foksrisekber ahli warissengketa sriwedariSolotaman sriwedari
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Sawah Jangan Sampai Hilang, Jateng Minta Pusat Turun Tangan
Next Article KEBAKARAN--Lahan di sekitar rel kereta jalur Kapuan-Cepu wilayah Daop 4 Semarang terbakar pada Minggu (6/9/2026). (ist) 5 Kebakaran Muncul di Are Rel Kereta, Bikin KAI Daop 4 Semarang Waspada

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Raffi Ahmad dan Willie Salim berfoto bersama di sela menghadiri acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Rabu, 29 Oktober 2026.

Raffi Ahmad Kena Cancel Culture, Musisi hingga UMKM Ramai-ramai Boikot RANS Carnival

Kuliner legendaris Ayam Goreng Suharti.

Sejarah Kuliner Ayam Goreng Suharti: Dipisahkan Perceraian, Disatukan Keturunan

RUMAH MAKAN: Rumah makan legendaris Ayam Goreng Suharti di Krapyak, Kota Semarang. (ist)

Kabar Duka, Pendiri Ayam Goreng Suharti Meninggal Dunia pada Usia 86 Tahun

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Jawa Tengah, Nadi Santoso, saat ditemui di kantornya, Kamis (29/10/2026). (dul)

Perangkat Desa Harus Mengundurkan Diri setelah Ditetapkan sebagai Calon Kades

ILUSTRASI: Kereta api sedang melaju di wilayah Daop 4 Semarang. (ist)

Cara Batalkan Tiket Kereta Api via Aplikasi Tanpa Harus ke Stasium

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis.
Info

Sentil Keras Kesepakatan Dagang RI-AS, MUI: Ini Perjanjian atau Penjajahan?

Februari 24, 2026
SIDANG KORUPSI--Bupati Pati nonaktif, Sudewo (baju batik) bicara dengan penasihat hukumnya saat sidang di Tipikor, Senin (15/6/2026). (bae)
Hukum

Ngeri! Sudewo Tak Cuma Terima Gratifikasi Uang, Keris Nogososro Juga Diembat

Juni 15, 2026
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Tengah menggelar kompetisi Jasirah Race 2025 pada 25–27 Juli 2025.
Daerah

BI Jateng Gelar Jasirah Race 2025: Dorong Wisata Sejarah dan Digitalisasi Ekonomi

Juli 25, 2025
Pendidikan

3 Juni SPMB SMA/SMK Jateng Dibuka, Kursinya Cuma 40 Persen

Mei 13, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Foksri Bantah Rintangi Pendirian Sekber Ahli Waris Sriwedari: Panggung Seni Bukan untuk Menghalangi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?