SEMARANG, BACAAJA– Bidak Mutiara Phyton keluar sebagai juara Kejuaraan Catur Beregu Antar Klub se-Kota Semarang yang digelar di Verve Bistro & Coffee Bar, Minggu (13/9/2026). Dalam enam babak dengan sistem Swiss, Bidak Mutiara Phyton mengumpulkan nilai tertinggi, yakni 11 poin.
Regu yang diperkuat Ephesian P, M Ilham Rizky, Nathanael, dan Brandon Sujanto itu tampil konsisten sejak babak pertama. Hingga babak kelima, mereka terus berada di depan dan mampu menjaga posisi sampai pertandingan terakhir.
Bidak Mutiara Go harus puas di posisi kedua dengan 10 poin. Sedangkan posisi ketiga hingga kelima ditempati Damar Ular, GMCC Garuda, dan Damar Kalajengking, masing-masing mengoleksi 9 poin.
Atas hasil tersebut, Bidak Mutiara Phyton membawa pulang trofi sekaligus hadiah uang pembinaan Rp1,5 juta. Runner Up mendapat Rp1 juta. Sementara peringkat ketiga, keempat, dan kelima masing-masing memperoleh Rp800 ribu, Rp600 ribu, dan Rp400 ribu.
Baca juga: Jelang Turnamen Percasi, BMCC Gelar Pembekalan Tim
Ketua Pengkot Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Semarang Eko Budi Santoso mengatakan, antusiasme klub dalam kejuaraan kali ini cukup tinggi. Tercatat 40 tim ambil bagian. Dengan komposisi empat pecatur dalam satu tim, total peserta mencapai sekitar 160 orang.
“Jika satu tim terdiri empat orang, artinya ada 160 peserta yang mengikuti kejuaraan ini,” kata Eko. Ke-40 tim tersebut berasal dari 17 klub catur di Kota Semarang, ditambah satu komunitas dan empat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dari Undip, Unnes, Udinus, serta Upgris.
Menariknya, pertandingan tak selalu berjalan sesuai prediksi. Sejumlah pecatur senior justru harus mengakui keunggulan pemain yunior. Eko mengatakan kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembinaan pecatur muda di Kota Semarang mulai menghasilkan persaingan yang semakin terbuka.
Adu Gengsi
Selain menjadi arena adu gengsi antarklub, kejuaraan ini juga menjadi ruang transfer pengetahuan antara pecatur senior dan yunior. Bagi pemain muda, kesempatan bertanding bersama dan melawan pecatur yang lebih berpengalaman menjadi cara untuk mengasah mental sekaligus menambah jam terbang. “Banyak kejutan terjadi, pecatur senior kalah oleh pecatur yunior,” ujar Eko.
Meski persaingan berlangsung sengit, Eko menegaskan kejuaraan tersebut tidak semata-mata mengejar hasil pertandingan. Ajang itu juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarpecatur dan klub catur di Kota Semarang.
Dikatakan Eko lebih lanjut, Percasi Kota Semarang masih memiliki satu agenda kejuaraan dalam kalender 2026. Kompetisi berikutnya adalah Yunior Open yang direncanakan berlangsung 15 November 2026.
Turnamen tersebut akan mempertandingkan kelompok pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA. Ajang ini diharapkan menjadi ruang tambahan bagi pecatur muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengukur perkembangan kemampuan mereka.
Baca juga: Catur Semarang Naik Kelas, Tapi Yunior Putri Masih Jadi PR
Sebab dalam catur, satu langkah kecil bisa menentukan hasil akhir. Begitu juga pembinaan: semakin sering diberi kesempatan bertanding, semakin matang pula kemampuan pemain muda.
Di papan catur, yang senior belum tentu selalu menang dan yang yunior bukan berarti cuma numpang belajar. Karena kadang, bidak kecil yang diremehkan justru pelan-pelan berjalan sampai bikin raja lawan kelabakan. (tebe)

