Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: MTQ Bukan Cuma Soal Ayat, 10 Ribu Lebih Warga Lintas Agama Ikut Bernyanyi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

MTQ Bukan Cuma Soal Ayat, 10 Ribu Lebih Warga Lintas Agama Ikut Bernyanyi

MTQ Nasional biasanya identik dengan tilawah, hafalan, dan syiar Islam. Tapi di Semarang, ada pemandangan yang bikin gelaran ini terasa berbeda. Lebih dari 10 ribu orang dari berbagai agama bakal berdiri bersama, menyanyikan Mars MTQ Nasional. Pesannya jelas: beda keyakinan bukan alasan untuk jalan sendiri-sendiri.

T. Budianto
Last updated: September 13, 2026 4:27 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
RAPAT KOORDINASI: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti memimpin Rapat Koordinasi Persiapan MTQ di Semarang, beberapa waktu lalu. (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang tak hanya menjadi panggung syiar Islam. Gelaran nasional tersebut juga membawa pesan tentang toleransi dan kebersamaan warga lintas agama.

Puncak partisipasi lintas umat beragama akan terlihat pada Sabtu (12/9/2026) melalui agenda Pancaran Ilahi Gema MTQ. Sebanyak 10.867 peserta dijadwalkan ikut menyanyikan Mars MTQ Nasional bersamaan dengan pembukaan MTQ.

Yang menarik, peserta tidak hanya berasal dari kalangan umat Islam. Ada ASN Kementerian Agama, ASN Pemkot Semarang, guru madrasah, santri, hingga perwakilan Guru Sekolah Minggu, Paroki Gereja Katolik, Wanita Katolik Republik Indonesia, Parisada Hindu Dharma Indonesia, Wanita Hindu Dharma Indonesia, Peradah, Wandani, Patria, Majelis Buddhayana, Tempat Ibadah Tridarma, serta Walubi Kota Semarang.

Baca juga: 16 Duta Quran Semarang Siap Tempur di MTQ

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyambut baik keterlibatan tersebut. Menurutnya, kebersamaan umat Kristiani, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu dalam rangkaian MTQ justru menunjukkan wajah Semarang yang sebenarnya.

“MTQ Nasional XXXI ini adalah panggung bersama warga Kota Semarang. Saat saudara-saudara kita dari umat Kristiani, Katolik, Hindu, Buddha, hingga Konghucu hadir dan ikut serta menyanyikan Mars MTQ Nasional, di situlah letak keindahan Kota Semarang yang sesungguhnya,” ujar Agustina saat Rapat Koordinasi Persiapan MTQ di Semarang.

Pesan Besar

Bagi Agustina, kebersamaan tersebut bukan sekadar seremoni untuk menyambut tamu dari berbagai daerah. Ada pesan lebih besar yang ingin ditunjukkan Semarang kepada Indonesia.

Yakni, toleransi bukan cuma tulisan manis di baliho atau slogan ketika ada acara besar. Toleransi harus terasa dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika masyarakat dengan keyakinan berbeda bisa hadir dan saling mendukung dalam satu kegiatan.

Semangat itu nantinya juga berlanjut di Panggung Utama Lapangan Pancasila Simpang Lima selama rangkaian acara pada 13-18 September 2026. Berbagai kelompok masyarakat bakal ikut ambil bagian. Salah satunya Paduan Suara Akbar Kota Semarang yang beranggotakan 85 orang dan tampil pada Minggu (13/9/2026).

Kemudian pada Kamis (17/9), giliran Forum Perempuan Lintas Agama Kota Semarang dengan 40 anggota yang akan tampil. Panggung tersebut juga akan diisi berbagai pertunjukan lain, mulai dari Tari Ratoh Jaroe dari SMP Nasima, persembahan Dharma Wanita Persatuan Kota Semarang, Hadroh Rebana Anababa, hingga paduan suara Korpri Kota Semarang.

Baca juga: Semarang Bersiap Jadi Panggung MTQ Nasional 2026

Bagi Pemkot Semarang, keterlibatan banyak kelompok tersebut menjadi bagian dari keberhasilan kota sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI 2026. Bukan hanya soal bagaimana menyiapkan venue dan acara, tetapi juga bagaimana membuat seluruh warga merasa menjadi bagian dari gelaran nasional tersebut.

Pada akhirnya, MTQ di Semarang ingin meninggalkan lebih dari sekadar catatan tentang siapa yang menjadi juara. Ada pesan sosial yang ikut dibawa: bahwa kota yang beragam tetap bisa berdiri dalam satu barisan ketika kepentingan bersama ditempatkan di depan.

Lucunya, di tengah zaman ketika beda pilihan saja kadang cukup bikin orang saling unfollow, 10.867 orang dari berbagai keyakinan justru siap nyanyi bareng Mars MTQ. Mungkin memang sesederhana itu cara mengajarkan toleransi: nggak harus selalu sepakat, yang penting masih mau berdiri berdampingan.  (tebe)

You Might Also Like

Jateng Serius Jadi Pusat Industri Hijau, Luthfi: Ekonomi Masa Depan Ada di Sini!

Nipah Belum Masuk Jateng, Luthfi: Aman Iya, Lengah Jangan

Cuaca Lagi Galak, Sekda Jateng Bilang: Tenang, Beras Masih Aman

Jateng Bidik Wisatawan Timur Tengah

Jumlah Pedagang Bakso di Jateng Tembus 17 Ribu

TAGGED:agustina wilujengmtq nasional 2026pemkot semarangpemprov jatengSemarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bukan Sekadar Pawai, Kepri Bawa Tugu Bahasa ke MTQ Semarang
Next Article Kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto. KPK Bongkar Peran Sekda dan Guru SMA di Kasus Unsoed

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SAMPAIKAN KETERANGAN - Muhammad Zainudin selaku Wakil Ketua Panitia Porprov Cabor Pencak Silat menjelaskan duduk perkara cedera atlet Semarang, Rabu (28/10/2026). (bae)

Kesaksian Panitia Insiden Atlet Silat Porprov Meninggal: Awalnya Cedera Jari Kiri dan Masih Sadar

ATLET SEMARANG MENINGGAL - Jenazah almarhum dibawa dari rumah sakit menuju rumah duka.

Kronologi Atlet Pencak Silat Semarang Meninggal: Jari Cedera saat Bertanding, Sempat Jalani Operasi

Perkawinan Anak di Jateng Turun 53 Persen, Nawal Yasin Dorong Kolaborasi Pencegahan

KABAR DUKA - Atlet pencak silat Kota Semarang, Ayudiah Rivana Tridiandinata, meninggal dunia pada Rabu (28/10/2026), setelah sempat menjalani operasi akibat cedera saat bertanding.

Atlet Pencak Silat Semarang Meninggal setelah Pertandingan Porprov Jateng, Sempat Jalani Operasi

Pantura Mulai Tenggelam, Sastra Pertunjukan Harus Menyuarakan Persoalan Krisis Lingkungan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Waras Ekonomi, Upaya Pemkot Perkuat Sektor UMKM

Juni 1, 2026
Pendidikan

Dua Sekolah di Wonoplumbon Satukan Barisan Rayakan Kemerdekaan

Agustus 17, 2026
Penumpang bersiap menaiki bus listrik armada BRT Trans Semarang.
Tumbuh

Dorong Transportasi Hijau, Pemkot Semarang dengan Bus Masifkan Bus Listrik

Maret 3, 2026
Politik

Pilgub Masih Lama, Jateng Mulai Nabung Biar APBD Nggak Kaget

Agustus 1, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: MTQ Bukan Cuma Soal Ayat, 10 Ribu Lebih Warga Lintas Agama Ikut Bernyanyi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?